Kamis, 08 September 2016

First Time, Pakai WC Kereta Ekonomi AC

Hari ini jadi pengalaman pertama saya buang air besar di kereta api, setelah 30 tahun saya lahir kedunia. Haha, lebay ye ... ;)

Biasanya, saya tidak pernah mau dan memang saya selalu kondisikan untuk tidak buang air di kereta api baik kecil apalagi besar. Alasannya ya karena trauma masa kecil, ketika dulu manajemen KAI masih buruk dari sisi pelayanan di atas kereta. Sudah keretanya kotor, bau baik dibangku penumpang apalagi di WC nya. Ampun deh, "amit-amit jabang bayi". Belum lagi dulu penumpang tidak tertib, WC sering dijadikan sarana tempat duduk alternatif. Jadi kadang penumpang yang mau memanfaatkan WC ini jadi kesulitan. Ditambah lagi sirkulasi air bersih yang buruk.

Seiring waktu, KAI sudah membaik, semua hal ditertibkan termasuk dibagian WC ini, menurut saya begitu.

Nah, pas banget, hari ini saya lagi trip ke Purwokerto, dengan Kutojaya Utara, start dari Stasiun Senen. Baru awal perjalanan, "serangan fajar" datang. Mau ditahan bagaimana, mau dikeluarin masih ada trauma masa lalu tentang kesan WC yang jorok bin menjijikan. Tapi melihat kondisi kereta baik, bersih, akhirnya saya beranikan diri untuk eksekusi. Tapi sebelumnya, saya pastikan dulu air bersihnya berfungsi apa tidak. Setelah oke, baru saya mulai eksekusi.

Hal menarik buat saya selama proses eksekusi di bilik WC, saya tidak berhenti tertawa. Bagaimana tidak, BAB atau PUP atau beol ini perlu ketenangan, perlu posisi uenak. Namun di sini hal tersebut tak mungkin disajikan. Saat lagi butuh konsentrasi, kereta berguncang, ya meski guncangannya slow but sure, tapi bagi saya yang baru pertama pup di WC ini cukup mengganggu konsentrasi. Untungya, "mortir" bisa diposisikan ke sasaran, hanya sekali meleset. Meski begitu, saya butuh waktu cukup lama, hampir 30 menitan. Sudah itu saat proses bilas, repotnya bukan maen, kereta berguncang terus sampai saya tidak bisa berpijak dengan benar. Sampai saya tertawa geli.

Selama di dalam, saya amati satu persatu perkakas pelengkap di WC ini. Seperti ada tisue gulung tersedia, sabun pencuci tangan tersedia, keran/ selang semprot air berfungsi baik, alat flushing juga baik, over all semua kondisi baik dan relatif bersih. Kemudian, sirkulasi udara pun baik, tidak pengab dan "gas buang" dari hasil eksekusi tidak tercium sama sekali. Ya cukup baiklah menurut saya. Mungkin juga karena saya pengguna pertama, jadi kondisi WC masih relatif bersih.
Sumber: cocoper6 doc.

Benar-benar pengalaman pertama yang menggelikan, bahkan ketika saya memposting tulisan ini, saya sambil tersenyum sendiri ketika mengingat posisi saat itu.

Mudah-mudahan, PT KAI terus memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang, tidak sekedar di sisi bangku penumpang, kondisi kereta bersih dan tertib, tapi sampai WC nya pun dibuat sebaik mungkin.

Baiklah, saya cukupkan dulu catatan trip saya kali ini, lain waktu bisa share yang lain. Pesan dari saya, BAB lah di tempat yang seharusnya, hindari BAB di sembarang tempat yang tidak layak. Jagalah kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekitar anda. Salam BAB. Sedikit oleh-oleh, penampakan WC sebelum eksekusi. Haha ;o