Senin, 18 Mei 2015

Trip Purwokerto 15-17 Mei 2015

Libur panjang di pertengahan Mei 2015 ini saya gunakan untuk pergi ke Purwokerto. Kota kesayangan yang penuh kenangan. Seperti di postingan sebelumnya, tujuan trip kali ini adalah datang ke hari besar Adyana.

Seperti prepare perjalanan sebelumnya, untuk tiket perjalanan ke sana sudah saya booking sebulan sebelumnya, karena kereta api yang jadi pilihan. Tiket pulang pergi pun disiapkan. Cuma sayangnya, libur yang cukup panjang sejak tanggal 14 Mei 2015 tidak saya manfaatkan dengan baik. Jadi baru hari setelahnya saya melakukan trip ini. Beberapa hal, alasannya mungkin adalah soal budget. Libur yang panjang tanpa diimbangi budget keuangan yang memadai memang tidak sempurna.

Akhirnya, 15 Mei 2015 pukul 9 malam, kereta Serayu membawaku pergi ke Purwokerto. Rencananya ada beberapa teman yang akan berangkat, tetapi dua orang membatalkannya. Okta dan Sese jadi teman seperjalanan berangkat ke kota penuh kenangan, bukan saja buat ku tapi juga untuk Okta dan Sese. Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan memang, start pukul 9 malam baru tiba pukul setengah 9 paginya, kurang lebih 12 jam perjalanan yang melelahkan.

Tiba di Purwokerto tujuan kami terpisah, Okta dan Sese ke rumahnya sedangkan diriku menuju rumah A.Yani, tempat dimana hajat besar akan dilaksanakan. Aku cukup senang karena, kali ini ke Purwokerto aku bermalam di hotel dan ada kendaraan sewaan yang sudah menungguku. Kekecewaannya hanya karena aku pergi sendiri saja, sehingga plan jalan-jalan dengan kendaraan sewaan batal.

Setelah sampai rumah A.Yani, saya bercakap dan temu kangen dengan keluarga Diana, yang sedang sangat sibuk mempersiapkan hari besar. Malam harinya di sana juga akan diadakan acara seserahan sebelum acara pernikahan esok harinya. Saya di sana juga sambil menunggu waktu check in di Wisata Niaga. Karena jam check ini adalah jam 2 siang, jadi mau tidak mau saya harus habiskan waktu hingga tiba waktunya.

Habis bercakap dan makan siang di rumah A.Yani, sekitar pukul 12 siang, saya baru bisa keluar menikmati mobil sewaan seharga Rp 300.000,-. Senang rasanya bisa "bermobil" di kota ini. Bingung kemana, saya bawa berkeliling kota. Tiap sudut kota yang pernah saya lalui dulu dengan sepeda motor, hari itu saya keliling dengan mobil yang saya kendarai sendiri. Niatnya bisa mampir berkunjung ke rumah teman lama, tapi akhirnya cuma tinggal niat saja. Bingung putar-putar tidak jelas, aku parkirkan Avanza sewaanku ke depan GOR Satria, Sop Durian yang jadi tujuan ku. Sekalian mengobat rasa kangen, sop durian seharga Rp 14.000,- habis kusantap, maknyos. Liat jam, ternyata jam check in sebentar lagi, akhirnya saya menuju hotel.

Sampai hotel, inginnya bersih-bersih diri lanjut jalan-jalan, eh karena suasana kamar hotel yang nyaman akhirnya saya rebahan sampai sore. Saya terbangun setelah mendengar bunyi tone WA. Ternyata Okta menghubungi mengajak jalan-jalan. Ya sudah lah, karena kebetulan ada teman bangunlah dan aku bersiap.

Sore itu kami bertiga berkeliling, dan mampir ke Warung Anglo. Ini juga tempat makan kenangan dulu semasa kuliah. Ya kini hanya kenangan saja yang bisa diingat saat saya duduk di sana. Sampai magrib, sekitar pukul 6 sore, kami berpisah. Karena saya harus menghadiri acara seserahan di rumah A.Yani. acara seserahan selesai sekitar jam 10 malam, akhirnya saya kembali ke hotel untuk istirahat. Karena besok acara pemberkatan dan resepsi dari Adyana.

Minggu pagi, sekitar pukul 6 pagi sudah disibukan dengan persiapan. Pagi itu full waktu untuk persiapan, ke gereja dan kembali ke hotel untuk acara resepsi. Minggu kali ini jadi minggu paling cepat berlalu, karena tidak ada waktu beristirahat. Karena saat acara resepsi selesai adalah waktu ku untuk kembali ke Jakarta. Pemberkatan dan resepsi berjalan dengan baik. Akhirnya tiba pada waktu kepulanganku. Setelah berkemas dan berpamitan dengan semua keluarga Adyana, aku beranjak menuju stasiun. Bersiap menjalani perjalanan panjang dengan Serayu kembali ke ibukota.

Begitulah catatan trip ku kali ini. Tidak banyak yang bisa aku tuliskan, tapi setidaknya ini bisa jadi rekaman perjalanan ku dikemudian hari jika aku membutuhkannya. Sampai jumpa lain waktu. Bye.

Purwokerto, 17 Mei 2015: “Happy Wedding Adyana”

Akhirnya tiba juga waktu yang ditunggu, hari bahagia untuk Adyana  yang  telah melangsungkan pernikahan. Persiapan demi persiapan sudah mereka lakukan beberapa bulan sebelumnya, tepatnya mungkin awal tahun 2015, Januari, hingga akhirnya di pertengahan Mei ini.

Seperti yang sudah direquest pasangan ini sebelumnya, saya diwajibkan hadir. Oleh karena itu saya persiapkan jauh-jauh hari, bahkan sejak proses pacaran request soal ini sudah disampaikan, bahwa nanti saat mereka menikah wajib hadir. Satu bulan sebelumnya, untuk tanggal yang telah ditentukan, tiket kereta PP Jkt-Pwt sudah dipesankan. Plan nya berangkat dengan teman-teman dari Jakarta, tapi apa dikata rencananya batal, jadi hanya beberapa saja yang bisa hadir. Tapi tidak mengurangi tujuan trip kali ini.

Cukup panjang jika mengisahkan proses pacaran Adyana, sejak jadian delapan tahun lalu hingga sampai saat ini. Ada kisah menyenangkan, mengharukan, berantem, berbaikan, dll. Macam-macam kisah sudah terjadi diantara mereka. Tapi pada akhirnya, mereka pula yang berhasil membawanya ke proses yang lebih, yaitu proses berumah tangga. Tentunya sebelumnya harus melalui apa yang disebut pernikahan.

Tanggal 17 Mei 2015, dipilih sebagai hari bersejarah bagi Adyana. Dimulai dari acara pemberkatan di Gereja Katedral, Purwokerto dilanjutkan resepsi di Lobby Ballroom Wisata Niaga, Purwokerto. Pemberkatan dilakukan secara Katolik menurut keyakinan Adyana beserta keluarga inti.

Ketika pengantin baru datang ke lokasi pemberkatan di Gereja Katedral Kristus Raja,Purwokerto

Ketika mengikuti  proses itu semua, saya pribadi yang mengikuti jalan kisah cinta mereka sejak awal merasa terharu. Suka duka yang terjadi hingga akhirnya bisa diresmikan didepan altar itu sungguh mengharukan. Apalagi, kalau saya tahu latar belakang dari masing-masing keluarga. Itu semua terlihat dan terasa ketika prosesi pemberkatan. Bapaknya Adi sendiri sempat tersedak (berucap terbata-bata, karena haru) ketika mengucapkan berkat atas pernikahan Adyana. Terlihat juga raut haru kebahagiaan di keluarga Diana, karena Diana berhasil melalui proses pacaran, pendekatan keluarga hingga akhirnya pada hari Minggu, 17 Mei 2015 berhasil melakukan pemberkatan secara Katolik. Saya pun yang mengetahui proses itu semua, juga merasakan keharuan berbalut kebahagiaan.
Setelah proses pemberkatan, ini lagi tanda tangan Akta Pernikahan Gereja (Sakramen Perkawinan Katolik)

Sesi foto bersama, Adyana bersama keluarga inti, didampingi Romo yang memberkati pernikahan mereka berdua
Acara lepas balon "cinta" di depan halaman Wisata Niaga, Purwokerto sebelum resepsi
Prosesi makan kue "cinta"
Pelaminan Adyana "Happy Wedding"


Saya selalu berdoa untuk Adyana, agar mereka selalu dimampukan untuk menyelesaikan masalah demi masalah kedepannya berdua. Apa yang sudah dipelajari selama pacaran mudah-mudahan menjadi pelajaran berharga dan bisa dijadikan bahan untuk kedepannya hidup berumah tangga. Meski diawal berumah tangga ini harus terpisah jarak, saya yakin cinta pada nantinya yang akan menyatukan mereka. Untuk Adi cobalah lebih dewasa lagi, dan cobalah mulai sekarang berpikirlah untuk kehidupan rumah tangga ke depannya tidak lagi berpikir  untuk diri  sendiri, karena semuanya kini untuk keluarga kecil kalian dan keluarga besar. Untuk Diana pesan saya, untuk lebih sabar lagi dan selalu sabar ke depannya. Untuk keduanya, karena sekarang sudah bersatu, mudah-mudahan untuk menyelesaikan masalah tidak lagi pakai ego, selesaikanlah dengan baik untuk kedepannya lebih baik.  Semoga kalian bisa mengemban tugas, setelah janji pernikahan di altar terucap, beban dan tanggung jawab ada dipundak kalian berdua. Mewujudkan keluarga kudus, seperti Yusuf dan Bunda Maria, serta kanak-kanak Yesus. Hal terpenting dalam Katolik, “apa yang sudah persatukan Allah tidak bisa diceraikan oleh manusia”, ingatlah itu. Ingatlah pula proses yang telah kalian lalui hingga saat ini ketika kalian menghadapi masalah, setidaknya dengan itu bisa jadi alat mempererat kembali hubungan kalian. Selamat berbahagia Adyana, Tuhan selalu memberkati dan melindungi keluarga baru kalian, keluarga kecil kalian hingga nanti menjadi keluarga besar. Amin.

Bingung mau berkata-kata atau bercerita apa lagi, semuanya saya sampaikan di foto diposting ini bisa jadi cerita tersendiri. Sekali lagi berkat untuk Adyana, Happy Wedding, Tuhan berserta kalian selalu, sepanjang masa, sampai kakek nenek, sampai beranak cucu. Salam dari cocoper6, rekan seperjuangan kalian. Cpr

Jumat, 15 Mei 2015

Liburku Sepanjang Gerbong Serayu

Akhirnya tiba juga hari ini, tanggal 15 Mei 2015. Sebenarnya sudah dimulai sehari sebelumnya. Karena hari ini bisa menikmati libur yang cukup panjang. Mulai dari Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu, ini baru namanya "long weekend".

Dibandingkan bulan-bulan lain dalam setahun, bulan Mei lah yang menawarkan hari libur yang relatif lebih banyak dalam satu bulan, kemudian pemilihan hari liburnya pun tepat di hari kerja normal. Itulah yang membuat Mei selalu berbeda dari bulan lain. Bagi saya hal ini sangat amat menyenangkan, karena buat saya libur yang paling menyenangkan adalah ketika yang lain masuk seperti biasa dan saya libur sendiri. Jadi kalau mau pergi refresing tidak terganggu orang lain, yang justru menambah hiruk pikuk. Bayangkan saja, weekend Sabtu-Minggu niatnya mau refresing ke tempat wisata tapi isinya penuh berjubel manusia, bukan bikin otak rileks malah buat stres melihat kerumunan manusia.

Tanggal 15 ini saya ada plan travelling ke kota "mendoan", Purwokerto. Tidak hanya travelling sebenarnya, karena saya kesana untuk menghadiri acara wedding teman seperjuangan, yang akan dilangsungkan tanggal 17 Mei 2015. Sambil menyelam minum air, ya sekalian nostalgia juga di sana. Memang beberapa waktu lalu sempat juga menyambangi Purwokerto, tapi hanya sampai di stasiun saja transit. Harapannya kali ini bisa sedikit berkeliling nostalgia. Nah kebetulan untuk menuju kota "mendoan" ini saya naik kereta jawa Serayu, jadi judul postingan yang saya pilih "liburku sepanjang gerbong serayu", biar matching aja sih.;0

Baiklah kalau begitu, sekarang saya mau berkemas, siap-siap untuk berangkat. Semoga lancar sejak berangkat, di sana dan hingga kembali ke Jakarta-Depok. Happy nice weekend, and happy prepare wedding for DS and AWK (170515). Cpr