Kamis, 20 November 2014

Back to Write

Hmm, bingung mau memulai menulis dari mana. Kalau dilihat beberapa waktu kebelakang, dari time line my blog sudah jarang postingan terbit. Alasannya yakni kesibukan dan kelelahan setelah beraktivitas. Cukup banyak hal yang terlewatkan yang tidak bisa kutuliskan di Naturality ini.

Kali ini kebetulan gadget android yang saya punya baru terinstal Blogger for android. Tentunya saya tidak mau melewatkan mencoba postingan dari aplikasi ini. Sebelumnya saya sudah pernah memposting dari aplikasi serupa, namun dari gadget yang berbeda (Samsung Galaxy Chat). Kali ini terasa berbeda karena postingan saya ketik di gadget full touch screen, yakni Andromax U. Pembeda keduanya tentu hanya pada bagaimana proses mengetiknya saja, kalau boleh saya katakan, keduanya punya kenikmatan masing-masing. Samsung Galaxy Chat nyaman digunakan saat memposting ketika dalam keadaan mobile. Keypad qwerty akan lebih memudahkan dalam pengetikan, karena minim salah ketik. Kalau pakai Andromax U yang saya gunakan sekarang ini lebih cocok digunakan saat kita santai, sambil duduk atau tiduran. Dengan begitu akan meminimalkan proses ketikan yang salah. Conclusion kedua gadget yang saya miliki sangat nyaman digunakan, hanya tinggal menentukan disaat kapan mau memposting tulisan, saat santai atau saat mobile.

Sebenarnya saya bingung mau tulis apa di postingan kali ini. Beberapa hari ini perasaan seperti tidak nyaman. Kalau ibarat perut "lagi anyang-anyangen". Mau begini salah begitu salah. Dipikiran dan perasaan sepertinya campur aduk layaknya gado-gado. Masalah hidup, pekerjaan, hayalan/ angan, ambisi, harapan dll semuanya seperti campur aduk dalam waktu yang sama. Bila melihat sesuatu sepertinya hanya pandangan kosong aja. Kejenuhan akan rutinitas beberapa bulan terakhir bisa jadi alasan logis.

Akhir tahun 2014 hanya tinggal beberapa minggu lagi. Adven, Natal dan akhirnya Tahun Baru lagi. Tapi rupanya apa yang berlalu beberapa bulan lalu di kehidupan ku hanya "biasa-biasa" saja. Tidak ada pencapaian spektaluler yang bisa kuciptakan. Mungkin hal ini juga yang bisa jadi alasan logis atas apa yang sedang aku rasakan beberapa hari terakhir.

Untuk solusinya saya belum temukan. Tapi solusi yang ada dan ditawarkan simpel sebenarnya. Apa itu? Berdoa adalah jawabannya. Mulai dari sekarang atau nanti setelah semuanya berakhir? Pilihan dan resiko ditanggung sendiri, sekarang atau nanti. Kubuat postingan ini "nganggantung" tanpa jawaban. Ya mungkin lain waktu bisa dilanjut lagi. Okelah kalau begitu, see you next time Naturality. Bye.

Jumat, 05 September 2014

Integrasi Axis dan XL Rupanya Berhasil

Beberapa waktu lalu, kabar bergabungnya dua operator telekomunikasi di Indonesia Axis dan XL telah resmi diumumkan. Proses migrasinya sejak pengumuman resmi terus berjalan. Proses migrasi bergabungnya dua operator ini sempat membuat layanan telekomunikasi kedua operator ini terganggu. Saya sendiri jadi pengguna dari salah satu operator tersebut. Axis saya jadikan rekan dalam bertelekomuniasi. Meski sebelumnya sempat juga jadi pelanggan XL.

Seperti yang saya tahu, XL sudah lebih dulu dikenal di Indonesia dibandingkan Axis yang datang kemudian. Sehingga jaringan inftrastruktur XL sudah lebih mapan dibandingkan Axis. Namun yang saya kenal dari Axis adalah operator yang memberikan tarif ekonomis pada jasa yang ditawarkannya, itu kenapa saya memilih Axis jadi rekan saya. Dengan catatan digunakan hanya untuk kota besar.

Saya mau mengatakan, bahwa sepertinya proses migrasi bergabungnya Axis dan XL rupanya berhasil. Dulu sinyal mereka terpisah, kini ketika ada area tak tercoverage sinyal Axis, maka sinyal XL akan membackup, begitupun sebaliknya. Meski awalnya prosesnya masih terasa, sehingga sering saya rasakan lag koneksi, ketika perpindahan sinyal tersebut. Namun kini sudah lebih baik, setidaknya progres penilaian itu saya amati sejak Maret 2014 lalu. Ketika itu saya melakukan perjalanan Jakarta ~ Purwokerto, sepanjang perjalanan sinyal Axis kembang~kempis, malah baru keluar Jakarta saja, sinyal Axis sudah sulit. Tetapi kini, September 2014, hal yang sama tidak terjadi. Koneksi Axis tetap stabil. Meskipun ditanda bar sinyal ada tulisa R, yang artinya roaming datanya aktif.

Beberapa minggu lalu memang dari pihak operator memberikan sms notifikasi bahwa, nomor Axis yang kita miliki diarahkan untuk ditukarkan/diregisterkan ke koneksi XL, dengan tetap menggunakan nomor yang sama. Namun saya belum sempat ke XL Center untuk mengurus hal ini, karena sibuk. Mungkin karena belum saya migrasikan, jadi selalu muncul tanda R dibar sinyal dan koneksi data.

Kelemahan lain yang masih saya rasakan adalah ketidakstabilan koneksi data operator ini. Dulu waktu awal saya menggunakan Axis, untuk buka Google Play tidak ada masalah, update aplikasi berjalan saja cepat, koneksi stabil. Tapi setelah dimulainya proses penggabungan, justru koneksi data jadi tidak stabil. Untuk membuka aplikasi sosmed memang tidak masalah, namun untuk membuka Google Play sulit sekali, sehingga ketika mau update aplikasi itu bisa saya katakan "lemot".

Hal inilah yang harus diperbaiki Axis~XL, membuat layanan data mereka jadi lebih baik. Seharusnya dengan bergabungnya dua operator ini bisa menjadikan infrastruktur telekomunikasi mereka lebih baik, sehingga layanan terbaik bisa sampai ke konsumen setianya. Itu yang ingin saya catat kali ini. Semoga ke depannya jauh lebih baik.

Trip Jakarta ~ Surabaya 5/9/2014 ~ (1)

Pagi ini, tanggal 5 September 2014, saya dan MDK melakukan trip perjalanan ke Surabaya, untuk bersua dengan teman. Perjalanan ini sudah direncanakan sejak lama, namun baru terealisasi hari ini. Karena kesibukan pekerjaan jadi sulit mengatur waktu perjalanan. Untung saja hari ini saya bisa mengajuka cuti, ya setidaknya saya mau refresing dari kesibukan selama ini.

Plan perjalanan sudah disiapkan sedari minggu lalu, pesan tiket berangkat dengan kereta ekonomi ac Gaya Baru Malam, start dari Sta. Jakarta Kota, 10.30 WIB. Untung saja, harga tiketnya masih murah, hanya 55 /orang. Padahal awalnya saya dengar harga tiket KA akan dikembalikan normal, karena pencabutan subsidi, untunglah ini rejeki buat kami berdua.

Berangkat dari Sta. Kota, GBM on time, sesuai jadwal. Sepanjang perjalanan setidaknya dari Jakarta hingga masuk Kab. Cirebon tidak banyak halangan, kereta terus melaju, hanya berhenti dibeberapa stasiun kecil. Membahas ketidaknyamanan yang terjadi itu soal AC yang kurang dingin, entah mungkin kalah dengan hawa panas di luar yang terik, atau jumlah penumpang yang banyak. Padahal kalau saya amati sih penumpang masih normal, tidak terlalu padat. Ketidaknyamanan yang lain itu soal bau kaki. Bau kaki ini muncul dari kaki penumpang yang duduk di depan kami. Bener~bener mengganggu, ingin rasanya membuang kaki itu keluar kereta ini. Penumpang yang tak sadar diri.

Salah satu yang membuat saya nyaman karena colokan listrik untuk cas handphone yang berfungsi sebagaimana mestinya. Kalau hal ini tidak ada, bisa dipastikan perjalanan akan membosankan. Karena kami masih butuh waktu 12 jam dari Jakarta untuk sampai tempat tujuan. Sungguh menjemukan kalau tidak bisa menikmati perjalanan dengan nyaman.

Untuk sementara, catatan perjalanan ini saya cukupkan dulu, sambungannya saya sampaikan menyusul di postingan berikutnya. Selamat menikmati perjalanan :) "yuk mari refresing". Cpr