Jumat, 05 September 2014

Integrasi Axis dan XL Rupanya Berhasil

Beberapa waktu lalu, kabar bergabungnya dua operator telekomunikasi di Indonesia Axis dan XL telah resmi diumumkan. Proses migrasinya sejak pengumuman resmi terus berjalan. Proses migrasi bergabungnya dua operator ini sempat membuat layanan telekomunikasi kedua operator ini terganggu. Saya sendiri jadi pengguna dari salah satu operator tersebut. Axis saya jadikan rekan dalam bertelekomuniasi. Meski sebelumnya sempat juga jadi pelanggan XL.

Seperti yang saya tahu, XL sudah lebih dulu dikenal di Indonesia dibandingkan Axis yang datang kemudian. Sehingga jaringan inftrastruktur XL sudah lebih mapan dibandingkan Axis. Namun yang saya kenal dari Axis adalah operator yang memberikan tarif ekonomis pada jasa yang ditawarkannya, itu kenapa saya memilih Axis jadi rekan saya. Dengan catatan digunakan hanya untuk kota besar.

Saya mau mengatakan, bahwa sepertinya proses migrasi bergabungnya Axis dan XL rupanya berhasil. Dulu sinyal mereka terpisah, kini ketika ada area tak tercoverage sinyal Axis, maka sinyal XL akan membackup, begitupun sebaliknya. Meski awalnya prosesnya masih terasa, sehingga sering saya rasakan lag koneksi, ketika perpindahan sinyal tersebut. Namun kini sudah lebih baik, setidaknya progres penilaian itu saya amati sejak Maret 2014 lalu. Ketika itu saya melakukan perjalanan Jakarta ~ Purwokerto, sepanjang perjalanan sinyal Axis kembang~kempis, malah baru keluar Jakarta saja, sinyal Axis sudah sulit. Tetapi kini, September 2014, hal yang sama tidak terjadi. Koneksi Axis tetap stabil. Meskipun ditanda bar sinyal ada tulisa R, yang artinya roaming datanya aktif.

Beberapa minggu lalu memang dari pihak operator memberikan sms notifikasi bahwa, nomor Axis yang kita miliki diarahkan untuk ditukarkan/diregisterkan ke koneksi XL, dengan tetap menggunakan nomor yang sama. Namun saya belum sempat ke XL Center untuk mengurus hal ini, karena sibuk. Mungkin karena belum saya migrasikan, jadi selalu muncul tanda R dibar sinyal dan koneksi data.

Kelemahan lain yang masih saya rasakan adalah ketidakstabilan koneksi data operator ini. Dulu waktu awal saya menggunakan Axis, untuk buka Google Play tidak ada masalah, update aplikasi berjalan saja cepat, koneksi stabil. Tapi setelah dimulainya proses penggabungan, justru koneksi data jadi tidak stabil. Untuk membuka aplikasi sosmed memang tidak masalah, namun untuk membuka Google Play sulit sekali, sehingga ketika mau update aplikasi itu bisa saya katakan "lemot".

Hal inilah yang harus diperbaiki Axis~XL, membuat layanan data mereka jadi lebih baik. Seharusnya dengan bergabungnya dua operator ini bisa menjadikan infrastruktur telekomunikasi mereka lebih baik, sehingga layanan terbaik bisa sampai ke konsumen setianya. Itu yang ingin saya catat kali ini. Semoga ke depannya jauh lebih baik.

Trip Jakarta ~ Surabaya 5/9/2014 ~ (1)

Pagi ini, tanggal 5 September 2014, saya dan MDK melakukan trip perjalanan ke Surabaya, untuk bersua dengan teman. Perjalanan ini sudah direncanakan sejak lama, namun baru terealisasi hari ini. Karena kesibukan pekerjaan jadi sulit mengatur waktu perjalanan. Untung saja hari ini saya bisa mengajuka cuti, ya setidaknya saya mau refresing dari kesibukan selama ini.

Plan perjalanan sudah disiapkan sedari minggu lalu, pesan tiket berangkat dengan kereta ekonomi ac Gaya Baru Malam, start dari Sta. Jakarta Kota, 10.30 WIB. Untung saja, harga tiketnya masih murah, hanya 55 /orang. Padahal awalnya saya dengar harga tiket KA akan dikembalikan normal, karena pencabutan subsidi, untunglah ini rejeki buat kami berdua.

Berangkat dari Sta. Kota, GBM on time, sesuai jadwal. Sepanjang perjalanan setidaknya dari Jakarta hingga masuk Kab. Cirebon tidak banyak halangan, kereta terus melaju, hanya berhenti dibeberapa stasiun kecil. Membahas ketidaknyamanan yang terjadi itu soal AC yang kurang dingin, entah mungkin kalah dengan hawa panas di luar yang terik, atau jumlah penumpang yang banyak. Padahal kalau saya amati sih penumpang masih normal, tidak terlalu padat. Ketidaknyamanan yang lain itu soal bau kaki. Bau kaki ini muncul dari kaki penumpang yang duduk di depan kami. Bener~bener mengganggu, ingin rasanya membuang kaki itu keluar kereta ini. Penumpang yang tak sadar diri.

Salah satu yang membuat saya nyaman karena colokan listrik untuk cas handphone yang berfungsi sebagaimana mestinya. Kalau hal ini tidak ada, bisa dipastikan perjalanan akan membosankan. Karena kami masih butuh waktu 12 jam dari Jakarta untuk sampai tempat tujuan. Sungguh menjemukan kalau tidak bisa menikmati perjalanan dengan nyaman.

Untuk sementara, catatan perjalanan ini saya cukupkan dulu, sambungannya saya sampaikan menyusul di postingan berikutnya. Selamat menikmati perjalanan :) "yuk mari refresing". Cpr

Sulitnya Patuh pada Aturan

Tidak semua memang manusia di negeri ini yang tidak bisa diatur. Namun kebanyakan, yang kita temui sehari~hari, manusia di negeri ini sepertinya sangat sulit menaati aturan yang sudah ada. Baik aturan yang dibuat manusia, maupun aturan Tuhan. Heran kadang melihat tingkah laku manusia seperti itu.

Saya sendiri menyadari ada dibagian manusia yang saya sebutkan tadi. Namun, saya masih bisa mengerti dan memahami aturan. Manusia di negeri ini senang yang namanya melanggar aturan. Malah ada anekdot yang terlontar bahwa "aturan dibuat untuk dilanggar". Itu sebabnya, melihat wajah kesemrawutan, ketidakteraturan sangat mudah diamat di negeri ini.

Baik yang sederhana aturan berlalu~lintas, aturan di sekolah di larang menyontek, aturan hukum yang berlaku, serta aturan~aturan lain yang sifatnya mengatur untuk ketertiban bersama kerap dilanggar segelintir orang, atau bahkan dilakukan oleh banyak orang.

Latar belakang saya menulis diatas, karena kesal lihat tingkah laku laki~laki seumuran 30 tahunan (lewat) saat perjalanan menggunakan kereta api kelas ekonomi ac, dari Jakarta ~ Surabaya. Tepat dimana saya duduk ada tertulis "Mohon Perhatian". Di sana tertulis aturan yang harus dipatuhi penumpang kereta agar tercipta ketertiban dan kenyamanan bersama. Salah satu aturannya adalah dilarang merokok, di dalam kereta. Tetapi kenyataannya masih saja manusia yang tidak tertib, yaitu laki~laki yang saya sebut di atas. Dia berdiri di bordes, sambil mengepulkan asap rokoknya, sembari "clingak~clinguk" seperti kucing~kucingan dengan petugas keamanan kereta. Ingin rasanya menoyor kepala manusia macam begini.

Saya masih memaklumi kalau ybs itu buta, katarak, tuli, atau cacat yang membuat ybs tidak tahu akan aturan yang ada. Kenyataan laki~laki ini normal, tapi tetap saja asyik merokok. Padahal sebelumnya sudah ada pemberitahuan melalui pengeras suara, bahwa dilarang merokok di dalam kereta, apabila melanggar akan diturunkan di stasiun terdekat. Mungkin himbauan dan sanksi ini yang "ompong" sehingga tidak membuat takut manusia~manusia yang "cacat" itu. Itu hanya baru contoh ketidaktertiban manusia di negeri ini.

Apa yang dilakukan manusia macam tadi, harus jadi pelajaran buat saya pribadi, dan juga manusia yang lain. Taatilah aturan yang ada, bagaimana pun aturan dibuat bukan untuk dilanggar melainkan untuk menciptakan kenyamanan bersama. Abaikan lah keinginan pribadi sesaat untuk kepentingan bersama. Kalau anda abaikan, lebih baik hidup lah antisosial. Budayakan hidup patuh pada aturan, untuk kenyamanan bersama. Semoga demikian. Cpr