Jumat, 07 Desember 2012

Ritual Pengusiran Roh Jahat (Exorcist)

Roh merupakan sesuatu yang tidak dapat dilihat wujudnya. Hanya sebagian orang tertentu saja yang diberikan talenta untuk melihat atau mengetahui keberadaan roh ini. Roh ada yang jahat ada pula yang baik. Tuhan menciptakan dunia ini berbagai macam makluk, salah satunya roh itu. Menurut saudara kita yang beragama Muslim, roh yang hidup juga berdampingan manusia dikenal dengan kaum jin. Manusia juga mempunyai rohnya sendiri, karena dalam tubuh manusia hidup ada roh dan jiwa. Itulah pemikiran sederhana yang saya ketahui.

Bagi sebagian orang takut akan yang namanya roh yang satu ini, roh itu adalah roh jahat. Roh jahat kerap menghantui dan merasuki tubuh manusia yang kosong pikirannya. Roh jahat ini dianggap bisa melakukan perbuatan-perbuatan yang diluar kewajaran. Ada yang kerasukan roh jahat dapat berdiri di dinding, menempel di atap, terbang dll. Pernahkah lihat aksi kuda lumping? Nah, dalam aksi kuda lumping itu si kuda lumping merupakan orang yang dirasuki roh, setelah dimasuki roh orang tersebut dapat melakukan hal aneh yakni makan beling (pecahan kaca), berjalan di atas bara api, atau bahkan mempunyai kemampuan kebal terhadap benda tajam atau ada yang bertingkah aneh dengan mengupas buah kelapa dengan mulutnya. Apa yang dilakukan itu sungguh diluar nalar kita manusia biasa.

Contoh-contoh lainnya bisa kita lihat di acara televisi, saya ambil contoh acara Dua Dunia, di sana sering sekali ditampilkan tubuh seseorang yang sengaja dirasuki roh sebagai mediator untuk berkomunikasi. Roh yang masuk itu bisa berwujud apa saja, baik manusia maupun yang berwujud makluk jadi-jadian (binatang semi manusia). Mereka yang masuk ke tubuh mediator dapat berkomunikasi dengan bahasa mereka, mereka pun dapat menceritakan apa yang terjadi di alam mereka. Percaya atau tidak, saya bingung menjawabnya. Ketika acara itu ditampilkan sebagai sebuah tontonan atau showbiz, mungkin ada rating yang ingin dicapai. Namun memang kenyataannya hal tersebut dapat terjadi.

Kepercayaan akan roh halus atau roh jahat ini diamini berbagai kepercayaan di dunia, dari kepercayaan Yahudi kuno, kepercayaan Kristen bahkan sampai kepercayaan saudara kita yang beragama Muslim. Semua menyadari akan hal itu. Saya sendiri melihat, kepercayaan Muslim lebih mengakomodir semua hal itu. Tentang roh, jin dan makluk astral di kepercayaan Muslim cukup diakui dan bahkan punya cara atau metode untuk pengusirannya. Menggunakan bacaan-bacaan suci seperti Ayat Kursi, atau bacaan lainnya yang terdapat di Al-Quran sebagai kitab suci yang dipercayai.

Menurut kepercayaan saya sendiri yang seorang Katolik, melihat hal macam itu sebenarnya adalah hal-hal tentang pengusiran roh jahat (eksorsisme). Namun saya melihat itu di kepercayaan yang saya anut tidak begitu ditonjolkan. Yang pasti tentang hal ini ada, namun saya sendiri jarang menemukan ritual-ritual khusus menurut kepercayaan Kristiani. Bagi saya, kepercayaan yang saya anut melihat kekuasaan iblis itu memang ada, dan mereka akan selalu mengganggu manusia dengan berbagai cara agar tidak mengimani Tuhan. Hal-hal tersebut lebih bersinggungan dengan nalar dan logika saja. Bila kita bertemu hal-hal mistis, pemikiran logika lah yang dikedepankan. Hal prinspil lain adalah bila kita tidak mengganggu mereka, mereka tidak akan mengganggu kita. Kemudian, mendekatkan diri dengan iman yang kita anut adalah jalan terbaik lepas dari jerat iblis. Itu yang selama ini saya pegang dan saya imani. Jadi tidak ada hal atau ritual-ritual khusus seperti saudara kita yang Muslim miliki.
Sebenarnya di tradisi gereja pun mengakui, terutama pada tradisi gereja kuno dahulu. Bahkan dalam Alkitab, Yesus pun pernah menunjukan kuasaNya akan iblis. Ketika Yesus dicobai iblis di padang gurun, kemudian ketika Yesus mengusir roh iblis yang merasuki seorang anak. Ada banyak hal yang Yesus tunjukan untuk menunjukan bahwa kuasa Tuhan itu diatas segalanya.
Hal ini dipercaya oleh masyarakat gereja kuno dahulu kala. Bahkan ada pula yang sampai sekarang dipercayai. Penggunaan simbol-simbol Kristen, salib, air suci, minyak suci, patung-patung orang kudus dan malaikat-malaikat agung sampai bacaan-bacaan ayat-ayat dalam Alkitab dijadikan media untuk pengusiran roh jahat tersebut.

Saudara kita yang Yahudi pun punya ritual-ritual tersendiri yang mereka yakini menyoal roh utamanya roh jahat. Mereka pun percaya akan kuasa Tuhan. Karena memang pada dasarnya asal mulanya dimulai dari tradisi Yahudi. Memang saya tidak tahu banyak soal ritual menurut kepercayaan Yahudi. Saya hanya bisa melihatnya di sebuah film bertema exorcist ThePossession (2012). Memang tidak banyak dikupas dalam film tersebut soal ritual pengusiran rohnya. Pada zaman Yesus, menurut sumber-sumber Yahudi yang non-Perjanjian Baru menyatakan bahwa eksorsisme dilakukan dengan cara memberikan obat-obatan dengan campuran sari akar yang beracun atau sari-sari lainnya lewat upacara kurban. Tulisan-tulisan yang ada tidak menceritakan Yesus sebagai eksorsis, namun menyebutkan bahwa praktik eksorsisme dilakukan oleh sekte Essene dari agama Yahudi (Gulungan Laut Mati di Qumran).

Saya mendapat informasi sedikit dari Wikipedia mengenai ritual pengusiran roh menurut tradisi gereja terutama pandangan dari Gereja Katolik.  Dalam tradisi gereja lebih dikenal eksorsisme, berasal dari bahasa latin excorcismus.  Merupakan praktik untuk mengusir setan atau makhluk halus (roh) jahat dari suatu tempat yang dipercaya sedang dirasuki oleh setan. Praktek macam ini sudah cukup tua dan menjadi bagian dari sistem kepercayaan (agama) di berbagai negara. Orang yang melakukan eksorsisme dinamakan eksorsis. Eksorsis ini adalah seorang rohaniwan atau orang yang mempunyai kekuatan atau kemampuan khusus.
Konsep mengenai kerasukan setan atau roh jahat serta praktik eksorsisme telah berusia sangat tua, bahkan sejak jaman kepercayaan perdukunan prasejarah. Menurut Kitab Perjanjian Baru Kristen mengikutsertakan eksorsisme di antara keajaiban-keajaiban yang dilakukan oleh Yesus. Eksorsisme merupakan praktik yang dikenal dalam agama Katolik, Ortodoks Timur dan beberapa sekte Protestan, bahkan Gereja Inggris mempunyai seorang eksorsis resmi di tiap keuskupannya.
Setelah Masa Pencerahan, praktik ini semakin berkurang nilai pentingnya bagi kebanyakan kelompok religius terutama di masyarakat barat. Dalam kepercayaan masyarakat barat ada beberapa nama roh jahat yang sering merasuki tubuh korbannya  yaitu Abalam, Beelzebub, Leviathan, Ba’al.
Penggunaan praktik eksorsisme kebanyakan ditemukan di Eropa Timur dan Afrika sekitar abad ke-20. Di masyarakat Afrika di kenal ilmu perdukunan yang berkaitan dengan roh jahat adalah praktik Voodoo.
Kasus eksorsisme yang terkenal adalah kasus Ammeliese Michel. Sebegitu menariknya kasus ini sampai dijadikan ide atau inspirasi untuk dibuatkan film dengan tema pengusiran roh.
Pada agama Kristiani, eksorsisme dilakukan dengan menggunakan “kuasa Kristus” atau “dalam nama Yesus”. Apa yang dipercayai ini merupakan kutipan pada Alkitab, seperti yang dialami murid-muridNya. Yesus memerintahkan para pengikutNya untuk mengusir roh-roh jahat dalam namaNya. Menurut artikel Catholic Encyclopedia mengenai eksorsisme : Yesus mengusir setan sebagai sebuah tanda akan Kuasa PenyelamatanNya dan memberikan kuasa itu kepada para murid-muridNya untuk melakukan hal yang sama.
Kepercayaan mengenai parktik eksorsisme dalam agama Katolik Roma adalah tidak seperti pembatisan atau pengakuan dosa, yang memasukannya ke dalam sebuah sakramen Gereja Katolik. Keberhasilan suatu eksorsisme tidak bergantung pada penggunaan ucapan-ucapan yang kaku dan tepat, ataupun tata cara tindakan yang dilakukan secara urut dan tepat. Keberhasilannya bergantung pada dua unsur yaitu pemberian hak dari kuasa Gereja yang sah yang sesuai hukum dan iman dari sang eksorsis.
Eksorsisme Katolik masih merupakan suatu ritual eksorsisme yang paling kaku dan terorganisasi dengan ketat daripada ritual yang lainnya. Eksorsisme yang penuh kekhidmatan menurut Hukum Kanon Gereja Katolik hanya bisa dilaksanakan oleh seorang Imam yang telah ditahbiskan (atau yang lebih tinggi jabatan gerejawinya) dengan izin tertulis dari uskup setempat  dan hanya dilakukan setelah adanya sebuah pemeriksaan medis untuk menghilangkan kemungkinan bahwa yang terjadi adalah penyakit mental.
Catholic Encyclopedia (1908) memerintahkan bahwa “Takhyul seharusnya tidak dicampur-adukan dengan agama, sebanyak apapun sejarah mereka mungkin pernah bersentuhan, demikian juga sihir seputih apapun bentuknya untuk dicampur-adukan dengan ritus religius yang benar.”
Dalam Ritus Romawi menunjukkan bahwa adanya kemungkinan kerasukan setan diantaranya adalah berbicara dalam bahasa asing atau kuno yang tidak diketahui oleh orang yang kerasukan setan sebelumnya; kemudian punya kemampuan dan kekuatan supernatural serta punya pengetahuan akan hal-hal yang tersembunyi atau yang terletak jauh dimana orang yang kerasukan tidak mungkin tahu; dan punya rasa kebencian akan segala sesuatu yang suci; melakukan penghinaan kepada Tuhan atau penghujatan terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan.
Gereja Katolik mengubah Ritus Eksorsisme pada Januari 1999. Meski begitu ritus eksorsisme tradisional dalam Bahasa Latin tetap diperbolehkan sebagai suatu pilihan. Tindakan eksorsisme dianggap sebagai suatu tugas rohani yang berbahaya. Orang yang kerasukan setan punya keinginan untuk bebas dari jeratan roh jahat yang merasuki, meskipun telah dikuasai oleh roh jahat tersebut. Pemberkatan dengan doa-doa dilakukan untuk mengusir roh yang merasuki, melalui penggunaan dokumen ‘mengenai eksorsisme dan permohonan-permohonan tertentu.’ Ucapan-ucapan ritual eksorsisme lainnya yang pernah diguunakan di masa lalu diantaranya adalah Vade retro satana dari kaum Benediktin.
Di zaman modern, Gereja Katolik sangat jarang memberikan izin untuk melakukan eksorsisme, dengan lebih menelaah kasus-kasus yang berpotensi dengan anggapan bahwa penyakit mental atau fisik yang sebenarnya terjadi. Dalam kasus-kasus yang ringan, Doa Butiran Santo Mikael dapat digunakan.

Berdasarkan paparan di atas jelas pandangan Gereja Katolik tentang ritual pengusiran roh jahat. Itu sebabnya dikepercayaan yang saya anut ini jarang sekali membahas soal-soal yang berkaitan dengan hal mistis, meski begitu saya (kami) mengakui keberadaan hal-hal tersebut. Logika dan pemikiran positif lah yang lebih dikedepankan untuk melihat hal-hal yang berbau mistis.

Ada hal lain lagi yang jadi catatan saya melihat hal-hal yang berkaitan dengan eksorsisme. Korban dari yang kerasukan banyak dialami oleh kaum perempuan. Meski memang saya tidak punya data mengenai hal itu. Kebanyakan yang terjadi baik hal yang difilm kan atau kenyataan yang terjadi, kaum perempuan lebih rentan terhadap kerasukan roh halus. Beberapa waktu lalu di media televisi, banyak berita tentang kerasukan roh jahat di sekolah-sekolah, banyak dari korbannya adalah siswi perempuan. Itu sebabnya saya mengambil kesimpulan demikian. Roh jahat lebih senang memilih korbannya adalah kaum perempuan karena sisi sensitifitas dari perempuan. Itu hanya pendapat pribadi saya saja. Bagi sebagaian orang yang memakai pola pikir logika dan nalar, hal yang dialami itu adalah histeria massal, yang lebih berkaitan dengan mental dan psikologi korban yang dianggap ‘kerasukan roh jahat’. Bagi mereka yang berpikir logika dan nalar, apa yang terjadi itu bisa dijelaskan dalam ilmu psikologi yang berhubungan dengan sisi mental seseorang.

Sampai sekarang hal semacam ini belum mendapatkan jawaban yang pasti. Namun kepercayaan yang dipegang adalah bahwa kehidupan manusia di dunia ini tidak lah sendiri, ada hal atau sesuatu lain yang tidak berwujud yang punya kehidupannya sendiri. Seperti apa yang kita percaya, bahwa Tuhan menciptakan makluknya baik yang terlihat maupun tidak. Namun pada dasarnya, manusia merupakan makhluk ciptaanNya yang paling sempurna, dan dengan itu jadi dasar bahwa kita manusia punya cipta-rasa-karsa.
Di kepercayaan yang saya anut pun, mempercayai bahwa Tuhan telah mengutuk Lucifer yang awalnya adalah seorang malaikat agung, karena sifat jahatnya dikutuk turun ke bumi, dan berjanji akan menyesatkan manusia sampai akhir jaman. Di sinilah guna cipta-rasa-karsa manusia untuk berpikir untuk tidak tersesat dalam jalan setan. Iblis atau setan atau apapun sebutannya selalu berusaha menyesatkan manusia, keyakinan dan kepercayaan pada Tuhan lah yang jadi sumber dan kekuatan kita untuk menghadapi kekuatan kegelapan.
Seperti apa yang saya percaya, bahwa Yesus adalah putraNya yang kudus, dimana Dia datang sebagai pembawa terang. Terang untuk mengalahkan kegelapan. Itulah yang saya percaya dan saya yakini. “Tuhan Rajaku, Agunglah Nama Mu, alam raya dan makluk Mu kagum memandang Mu.” Karena yang ku percaya adalah “Yesus Kristus Raja Semesta Alam”. Cpr.

2 komentar:

Tinggalkan jejak, jika anda mampir ;p Terima kasih atas kunjungannya - cocoper6