Seperti Nostalgia, Inget Dulu Menunggu Pasien

Sore ini saya menyambangi / tilik keluarga yang sakit ke sebuah rumah sakit. RS yang saya kunjungi adalah rumah sakit swasta di Kota Malang. 

Ketika mulai masuk dan menyusuri area kamar perawatan, saya jadi mengingat memory beberapa tahun silam, mungkin tahun 2013an.

Waktu itu paman saya sakit stroke dan harus dirawat. Kalau gak salah itu sampai hampir sebulanan dirawat di RS. Kebetulan dirawat di kamar pavilion, kelas yang cukup nyaman. Seruangan hanya ada satu pasien saja. 


Di sana keseharian saya melakukan aktivitas, bergantian jaga. Saya kebagian berjaga dimalam hari. Karena pavilion di sana jadi ada tempat tidur untuk yang nungguin, ada pula sofanya. Kelas pelayanannya terbaik, jadi selama sebulan di sana ya tidak terasa seperti di RS. Tapi ya tetap gak bisa dipungkiri tetap saja itu RS.

Sore ini saya berkunjung tilik keluarga yang sakit, sakit jantung, yang mengharuskan penanganan khusus, kalau katanya dokter itu sakitnya jantung koroner. Dirawat untuk observasi sebelum operasi.

Kebetulan kamar yang ditinggali ini termasuk kelas pavilion juga, hanya sekamar itu terisi dua tempat tidur (2 pasien), ada kamar mandi include kloset juga di dalamnya, dan ukurannya cukup luas.

RS ini cukup bersih menurut saya. Untuk kepatuhan soal pembesuk juga cukup ketat, sistem kartu. Apalagi dimasa pandemi, keluar masuk orang ke RS kan sangat dibatasi, yang tidak berkepentingan tidak diperkenankan ke RS.

Duduk di lorong ruang tunggu, merasakan suasana RS ini ya seperti saya dibawa ke suasana dulu beberapa tahun yang lalu. Saya masih menyimpan catatan dokumentasinya, ya tidak berbentuk foto lengkap, hanya catatan saja si, tapi setidaknya membantu saya flashback masa itu.

Harapannya, semoga lekas sembuh, semoga semua penanganan medis yang dilakukan berjalan baik dan bisa aktivitas lagi di rumah, tak lagi di RS. Karena senyaman-nyaman RS ya tetap saja rumah sakit, di sana tempatnya suasana² yang kurang mengenakan, ada kesedihan, kedukaan, karena sakit itu lebih banyak membawa kesedihan.

Saya sengaja menyimpan catatan ini untuk nostalgia dilain waktu, ketika suatu saat saya mengalami suasana seperti ini lagi. 

Semoga kita selalu diberikan rahmat kesehatan selalu. Tuhan memberkati kita semua, berkah dalem. -cpr-

Posting Komentar

0 Komentar