Cara Membalas Omongan Orang yang Menyuruh Cepat Nikah

Pertanyaan paling horor untuk kaum muda yang masih jomblo atau sendiri, entah memang baru putus, belum menemukan orang yang cocok, memang memutuskan untuk sendiri (dulu) atau memang tidak mau mencari pasangan; adalah "Kamu kapan nikah? Teman² seangkatan mu, bahkan adik² kelas mu sudah pada menikah, kamu kapan?"

Sebuah pertanyaan yang entah tidak mau dijawab atau bingung menjawab, atau bagaimana, yang pasti selalu ada rasa ganjel di dalam hati ketika mendengarnya.

Lalu bagaimana mengcounternya? Hmm ini sih hanya candaan ya, ya jangan dipakai juga ke orang, soalnya salah² yang ada yang tersinggung, apa lagi dipakai mencounter orang yang lebih tua.

Tapi kalau buat saya sih, ini gokil dan koq bisa ya terpikir. Ya mungkin ya ini lahir dari pikiran mereka yang tertekan dengan pertanyaan 'horor' tadi.

Hidup, jodoh dan maut itu rahasia ilahi. Semuanya itu wewenangnya Tuhan. Walau untuk ketiganya faktor dari kita manusia juga ada, tapi lebih ke usaha sih. Kalau mau tetap hidup ya jaga pola hidup, jaga kesehatan. Kalau mau dapat jodoh ya usaha, perbanyak pertemanan, jalin relasi, jadi pribadi yang baik. Kalau mau mati, ya bisa saja bunuh diri atau lain hal yang berbahaya yang bisa mencelakai diri sendiri. Tapi kesemuanya itu akan terjadi jika Tuhan mengijinkan.

Nah jadi, misalkan ada lagi yang bertanya seperti yang dibahas di sini, bisa ikuti percakapan dibawah ini:

Sotoy: "Kamu kapan nikah? Teman² seangkatan mu, bahkan adik² kelas mu sudah pada menikah, kamu kapan?"
Jomblo: Hmmm @#&$£€%!
Sotoy: "Tuh teman² mu sudah pada punya anak, ada yang satu, dua, bahkan sampai lima. Nanti ketinggalan lho."
Jomblo: "Aku belum siap."
Sotoy: "Nikah itu enak lho, ada yang ngurusin, ada yang menemani, ada yang merhatiin setiap hari, gak sendiri tidurnya nanti. Ya palingan yang gak enak kalau pas berantem aja sih."
Jomblo: Hmmm @#&$£€%!
Sotoy: "Cepetan nikah sana, jangan jadi beban orang tua!"
Jomblo: Hmmm @#&$£€%!
Sotoy: "Lho dinasehatin koq marah!"

Seminggu berlalu. Ketika menghadiri sebuah pemakaman teman Sotoy.

Jomblo: "Turut berduka cita ya, Toy."
Sotoy: "Iya, makasih ya, Mblo."
Jomblo: "Toy, kapan kamu nyusul?"
Sotoy: Hmmm @#&$£€%!
Jomblo: "Mati itu enak lho. Entar semua kebutuhan mu dipersiapkan sama malaikat maut. Yang mandiin ada, yang nguburin ada. Pokoknya tahu beres aja, tahu² masuk tanah aja."
Jomblo: "Nanti dibawa terbang. Ya paling yang gak enak kalau masuknya ke neraka."
Jomblo: "Teman² mu sudah banyak yang mati duluan tuh. Ayo kapan nyusul."
Sotoy: Hmmm @#&$£€%!
Jomblo: "Cepatan mati sana, jangan jadi beban anak cucu dan keluarga!"
Sotoy: Hmmm @#&$£€%!
Jomblo: "Lho dinasehatin koq marah!"


Itulah dia 'pembalasan' yang setimpal. Hahahaha

Memang benar sih, itu cara perhatian orang lain pada kita. Tapi kalau dipikirkan lebih dalam, dan berdasarkan pengalaman nampaknya perhatiannya perlu disampaikan dengan cara lain deh. Pertanyaan² itu sudah tak lagi menjadi motivasi yang membangun, justru destructive.

Ada banyak alasan yang dimiliki seseorang di posisinya saat ini. Siapa sih yang gak ingin menikah, hidup tak lagi sendiri. Tapi ada hal yang masih membuatnya tidak mungkin terjadi saat ini. Toh hanya yang bersangkutan yang tahu.

Jika mau tahu, gunakan pendekatan personal, itu pun kalau mau repot. Jika gak mau repot, ya siap² saja mendapatkan 'pembalasan setimpal'. Sederhana, simpel tapi dalam.


Tapi sedikit saya kasi trik dan bocoran. Kalau orang Kristiani, maut bukanlah ketakutan, seharusnya begitu. Jadi ketika mendapat serangan balik seperti itu. Oh tentu saja, saya sudah siap. Itu idealnya, karena ada tertulis bahwa orang Kristen tidak boleh takut mati, karena Kristus Yesus mengajarkan kita untuk melawan kematian, Dia sendiri mengalahkan maut dengan bangkit. Tapi persiapannya bagaimana? Itulah dia, persiapkanlah.

Baik soal hidup, jodoh dan maut, semuanya harus dipersiapkan. Jadi walau seorang jomblo, tetap lah bersiap-siap karena ketika waktunya tiba, kamu sudah siap.

Itu saja sih catatan pesan moral. Masih ada yang bisa dijadikan bahan perdebatan koq. Ayo kalau ada yang punya pendapat lain, bisa sharing di kolom komentar. -cpr-

Posting Komentar

5 Komentar

  1. Kapan nikah?

    Jawabnya:
    - Hari sabtu atau minggu pak...

    BalasHapus
  2. aku salfok ama nama yang terlibat percakapan...si jomblo dan si sotoy wekekekek

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, bingung mau pakai siapa. Kalau jomblo emg umum, kalau sotoy ya itu mereka yang sok tau dengan urusan si jomblo, padahal si jomblo ya gak mau kaya gitu juga 😂

      Hapus

Tinggalkan jejak, jika anda mampir ;p Terima kasih atas kunjungannya - cocoper6