Murder on The Orient Express (2017)

Akhir pekan saya habiskan sisa sore dengan nonton. Berbeda dari biasa, kalau nonton pasti seringnya film superhero. Kali ini agak berbeda, filmya agak berpikir sedikit.

Ya film yang saya tonton kali ini bergenre kisah detektif. Yoa, detektif yang saya kenal ya Conan diversi komik dan detektif terkenal Inggris Sherlock Holmes. Hanya itu karakter detektif yang saya kenal.

Difilm yang saya tonton kali ini tokoh detektif yang dikenalkan adalah Hercule Poirot. Film ini berlatar sekitar tahun 70an. Kisah ini diadaptasi dari novel karya Agatha Christie. Bagi yang sudah pernah baca novelnya, pasti tidak akan asing dengan cerita ini. Tapi, buat saya yang belum pernah baca, maka sangat perlu menonton. Bagi yang sudah baca novelnya pun harusnya nonton juga, untuk memvisualkan apa yang sudah dibaca.

Film ini mengisahkan 'atraksi' seorang detektif terkenal dimasanya, dalam memecahkan kasus yang terjadi di atas kereta. Kalau kata Conan, ini pembunuhan di ruang tertutup. Hahaha, ya begitu sih katanya dulu kalau kata komiknya Conan.

Film ini berjudul Murder on Ther Orient Express (2017). Film ini didirektori oleh Krenneth Branagh yang sekaligus memerankan sang detektif Hercule Poirot dan distribusikan oleh 20 Century Fox. Film dengan judul yang sama juga pernah dirilis beberapa waktu yang silam, yakni 2001, yang diproduseri oleh Marion Rosenberg dan penulis naskahnya Stephen Harrigan, dan distribusikan oleh Ardustry Home Entertaiment LLC, dan adaptasinya masih dari novel yang sama. Ditahun 1974 pun pernah dirilis film dengan judul yang sama juga, yang didirektori oleh Sidney Lumet dan didistribusikan oleh EMI Films (UK).

Ada kurang lebih 17 karakter penting cerita yang dimainkan difilm ini. Karakter-karakter ini diperankan artis hollywood yang beberapa aktor/ aktrisnya sering kita lihat di layar lebar. Di bawah ini karakter dan pemerannya:
  • Pilar Estravados diperankan oleh Penelope Cruz
  • Gerhard Hardman diperankan oleh Willem Dafoe
  • Princess Dragomirrof diperankan oleh Judi Dench
  • Samuel Ratchett diperankan oleh Jhonny Depp
  • Hector McQueen diperankan oleh Josh Gad
  • Edward Henry Masterman diperankan oleh Derek Jacobi
  • Dr. Arbuthnot diperankan oleh Leslie Odom Jr.
  • Caroline Hubbard diperankan oleh Michelle Pfeiffer
  • Mary Debenham diperankan oleh Daisy Ridley
  • Bouc diperankan oleh Tom Bateman
  • Hildegarde Schmidt diperankan oleh Olivia Colman
  • Countess Helena Andrenyi diperankan oleh Lucy Boynton
  • Pierre Michel diperankan oleh Marwan Kenzari
  • Biniamino Marquez diperankan oleh Manuel Garcia-Rulfo
  • Count Rudolph Andrenyi diperankan oleh Sergei Pulonin
  • Sonia Amstrong diperankan oleh Miranda Raison

Kisah diawali Hercule Poirot sedang berada di Kota Yerusalem. Yoa, kota yang lagi ramai diperbincangkan belakangan ini. Di sana dikisahkan Poirot sedang mendapat tugas menemukan pelaku kejahatan pencurian benda situs sejarah penting di sebuah gereja. Jika tidak diselesaikan ditakutkan menimbulkan konflik antara tiga keyakinan di sana. Terduga (suspect) yang dipanggil adalah seorang rabi, pendeta dan imam. Mereka dianggap penting dalam pembuktian Poirot. Tapi ternyata tiga orang itu hanya pancingan saja, untuk memancing pelakunya.

Poirot dikisahkan sebagai detektif yang gemar akan kesimbangan, menu sarapannya adalah dua buah telor ayam kampung sih sepertinya yang harus simetris yang ditaruh di atas sloki kecil.

Kasus di Yerusalem terpecahkan dengan baik. Niatnya Poirot sebenarnya adalah liburan, namun apa daya, daya tariknya akan kejahatan membuatnya tidak bisa berada jauh dari yang namanya kejahatan. Selepas dari Yerusalem, Poirot menuju Istanbul, Turki. Di sana Poirot sudah ditawarkan kasus baru, untuk itu dia harus berangkat ke Inggris segera. Poirot ditawarkan temannya yang seorang manajer kereta jarak jauh. Di atas kereta itu Poirot pun harus dihadapkan pada kasus pembunuhan.

Kasus ini sebenarnya adalah kasus balas dendam atas kasus pembunuhan yang telah terjadi beberapa waktu silam. Korban pembunuhan yang terjadi diwaktu yang lalu adalah teman dari Poirot, seorang tentara. Mereka sempat berkirim surat, hanya saja Poirot belum sempat membalas surat terakhir temannya itu.

Pada kasus di atas kereta ini sepertinya jadi 'jawaban' Poirot atas surat temannya. Dimana, Poirot harus membuktikan siapa pelaku sebenarnya. Di kasus ini Poirot dihadapkan kasus yang membuatnya gamang, dan sekaligus harus mempertaruhkan kredibilitas kejujuran seorang detektif.

Drama yang tidak begitu membuat pikiran lelah berpikir ketika menonton film ini jadi hiburan buat saya. Menonton film bergenre detektif sebenarnya jadi pilihan terakhir, karena saya biasanya malas berpikir berat hanya untuk menghibur diri. Tapi difilm ini ceritanya cukup baik, dan pas untuk saya nikmati.

Seorang detektif memang harus dihadapkan pada kejahatan dimana si penjahat selalu "berbohong" untuk menutupi kejahatannya, beralibi agar seolah-olah bukan dia pelakunya. Jadi soal mudah jika penjahatnya hanya 1-2 orang, karena membedakan kebohongan dari sedikit orang lebih mudah. Lain dengan yang dihadapi Poirot, dia menghadapi kebohongan-kebohongan dalam kasusnya, inilah yang membuatnya gamang, menentukan siapa pelakunya. Dan memastikan fakta yang terjadi sebenarnya. Pada akhirnya dia harus berpikir keras mencari kebenarannya yang sesungguhnya dan merangkai potongan-potongan fakta yang dia temukan dan dia ketahui.

Semua yang ada di dalam kereta adalah suspect dalam kasus ini, karena Poirot menemukan banyak kejanggalan dari semua suspect yang diinterogasinya. Poirot mendapati semuanya berbohong dan menutupi sesuatu kebenaran.

Pada akhirnya otak dari pembunuhan yang terjadi mengaku. Dari pengakuannya, terbukalah fakta bahwa telah terjadi kejahatan terstruktur dan terencana dengan baik. Semua terlibat atas pembunuhan tersebut, merekalah pelakunya. Motif pembunuhan ini adalah balas dendam. Semua sudah direncanakan dengan baik, sampai akhirnya rencana mereka harus berubah ketika didapati Poirot ikut menumpang dalam rombongan yang mereka.

Meski pelakunya sudah terungkap, tidak membuat kegamangan Poirot hilang. Poirot bingung harus bagaimana, mengungkapnya ke polisi atas semua yang terjadi atau harus mengkhianati kode etik seorang detektif. Keputusan akhir, Poirot harus 'menutupi' kasus ini, dengan menyampaikan kepada polisi bahwa pelakunya telah kabur melarikan diri.

Setelah tugasnya selesai, Poirot memutuskan untuk menghentikan perjalanannya, berhenti di sebuah stasiun kecil. Sampai di sana, Poirot sudah dijemput lagi oleh petugas kepolisian, yang menginformasikan kasus lainnya yang harus dia pecahkan. Pada awalnya, Poirot ingin sekali berlibur sejenak, namun apa daya. Poirot kemudian berlalu meninggalkan stasiun kecil itu dan berlalu dengan petugas kepolisian yang menjemputnya.


Catatan ini saya buat, supaya saya tidak lupa. Dilain waktu ketika saya ingin kembali membacanya. Maklum, saya tipe pelupa. Mungkin beberapa tahun ke depan ketika filmnya diputar ulang di televisi, saya akan tetap menikmatinya seperti saya belum pernah menontonnya. Setidaknya catatan ini penting buat saya mengingat sesuatu. Baiklah, saya cukupkan catatan saya kali ini, sampai jumpa dicatatan saya lainnya.cpr.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sani Dewa Pelindung Saturnus, Sang Dewa Penghukum

Pengadilan dan Kejaksaan Negeri untuk Proses Ambil Sitaan Tilang