House of The Box (Hunian dari Kontainer)

Semakin meroketnya biaya bahan bangunan dan jasa pembangunan rumah atau kantor, membuat banyak orang mencari alternatif lain. Memanfaatkan kontainer yang tidak terpakai atau kontainer baru (yang sengaja dibuat untuk keperluan tertentu) jadi pilihan menghemat biaya. Meski tidak seperti bangunan pada umumnya, namun hunian dari kontainer ini menurut saya unik.
https://www.google.co.id/search?q=rumah+kontainer&dcr=0&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ved=0ahUKEwj1uPTkp6LXAhVLRY8KHQYOALAQsAQIJA&biw=1440&bih=745#imgrc=V7QwOTIcMmBm8M:

Awalnya memang aneh bagi saya. Tapi ketika sekarang ini mulai banyak pengusaha cafe atau perkantoran memanfaatkan kontainer jadi tempat yang unik dan asik, disulap sedemikian rupa jadi tempat yang pas untuk dihuni atau ditinggali. Memang, perlu sentuhan dan penanganan khusus untuk itu.

Hasil searching di google, cukup banyak juga contoh-contoh hunian kontainer yang sudah terbangun, dan instagramable banget. Hasilnya pun tidak jauh berbeda dengan bangunan konvensional pada umumnya jika sudah mendapat sentuhan interior yang baik. Soalnya, apabila tidak ditangani dengan baik, tinggal di kontainer pasti tidak akan nyaman, karena kontainer adalah kotak besi, dan apabila sirkulasi udara dan terkena paparan matahari langsung, otomatis kotak di dalamnya akan layak seperti oven atau kotak pemanas.

http://www.lihat.co.id/wp-content/uploads/2016/09/Rancangan-Desain-Rumah-dari-Kontainer-600x333.jpg

http://www.batik-kontainer.com/images/RUMAH_CONTAINER/modifikasi_BATIK-KONTAINER_120.jpg

http://cdn2.tstatic.net/bogor/foto/bank/images/bangunan-rumah-ini-bisa-dipindah-pindah_20160708_202823.jpg

Ada beberapa kelebihan hunian dari kontainer, antara lain: simpel alias mudah dipindahkan, bisa dibentuk sesuai keinginan tanpa harus butuh waktu lama untuk merubahnya (jika dibandingkan dengan rumah konvensional), biaya pembangunannya relatif murah (jika dibandingkan head to head dengan rumah konvensional), tahan terhadap bencana alam seperti gempa, minim juga terhadap becana kebakaran (lebih mudah dilokalisasi, karena penyusun material bangunan).

Selain kelebihannya, kita juga harus tahu apa kekurangannya. Kekurangannya antara lain: membutuhkan akses masuk yang relatif luas untuk proses pembangunan, karena untuk mendatangkan unit kontainer dengan ukuran yang kita inginkan perlu kendaraan berbadan lebar dan panjang untuk mengangkutnya. Kekurangan lainnya, boros energi jika menginginkan ruang tertutup, karena memerlukan peralatan tambahan seperti AC atau exhaust untuk sirkulasi udara apalagi jika suhu udara di luar lebih tinggi (panas). Karena besi adalah isolator yang buruk. Bisa saja meminimalisir penggunaan AC dan exhaust, tapi harus mengurangi sisi privasi, karena harus membuat banyak jendela dan ruang terbuka untuk sirkulasi udara yang lebih besar. Hal lainnya perlu bahan khusus untuk melapisi material besi untuk mengurangi percepatan karat besi terhadap cuaca. Kekurangan lainnya adalah, agak sedikit gaduh, maka dari itu butuh material khusus untuk meredam suara, karena material besi lebih cepat dalam menghantar suara dibandingkan material tembok. Apabila cuaca rendah, besi sepertinya mampu jadi penghantar dingin yang baik, sehingga apabila penataan interior yang kurang baik akan mengurangi kenyamanan tinggal di dalamnya.

https://postimg.org/image/6rvyvdt87/

http://www.wartaproperti.com/wp-content/uploads/2017/01/SFO10.jpg

Hunian apapun itu, tergantung bagaimana kita penghuninya menikmati huniannya. Banyak tipe hunian di dunia, dari yang tradisional, konvensional hingga modern bahkan yang full hi-tech. Kesemuanya punya keunikan masing-masing bagi penghuninya.

Hunian kardus atau bedeng-bedeng atau hunian di bantaran kali, bagi kita yang biasa tinggal di hunian konvensional akan sangat tidak nyaman. Tapi bagi mereka yang sudah terbiasa, tidak ada alasan untuk tidak nyaman. Meskipun, hal itu terjadi karena keterpaksaan keadaan. Atau, mereka yang masih sangat tradisional tinggal nomaden di hutan dengan hunian di atas atau di bawah pohon, mereka akan sangat nyaman dan mungkin perlu waktu jika harus diatur tinggal di hunian konvensional. Ini hanya cara bagaimana kita menikmati hunian, dimana kita tinggal besar dan hidup, itu semua yang membuat kita nyaman tinggal di sana.

Jadi, tidak ada salahnya menjadikan hunian kontainer alternatif pilihan atau bahkan kolaborasi dengan hunian konvensional. Yang penting, kekurangan dan kelebihan hunian yang akan kita buat minimal sudah tahu, dan pilihan cara mengakalinya sudah tersedia. Cukup banyak design interior yang ahli dalam bidang ini, mereka bisa membantu untuk urusan ini.

Bagi saya pribadi, hunian ini unik, dan ada keinginan untuk mengkolaborasikan hunian ini dengan hunian tembok. Semoga, bisa kesampaian, just dream to be real.cpr.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sani Dewa Pelindung Saturnus

Trip Balik, Mof – Makassar – Surabaya – Cirebon (1)

Pengadilan dan Kejaksaan Negeri untuk Proses Ambil Sitaan Tilang