http://microsite.detik.com/minisite/daihatsublog/

Isu lingkungan menjadi isu yang menarik dan seksi untuk dibahas. Mengingat kondisi lingkungan yang terjadi sekarang sudah menuju ke arah degradasi lingkungan, dimana kondisi lingkungan sudah tidak seperti beberapa waktu yang lalu. Masalah pencemaran atau polusi menjadi masalah yang serius, baik polusi air, tanah dan udara, belum lagi pencemaran atas logam-logam berbahaya dan zat-zat yang perlu waktu atau sulit untuk dicerna oleh alam itu sendiri.

Saya menyakini sesuatu bahwa alam itu selalu punya cara tersendiri untuk mengembalikan kondisinya seperti semula, namun itu perlu waktu. Alam itu punya siklus yang akan berjalan dengan sendirinya meski manusia tidak membantunya. Namun proses yang lama itu membuat ketidakseimbangan dengan kerusakan yang terjadi. Proses mengembalikan lingkungan kekondisi awal lebih lambat dibandingkan kerusakan yang terjadi.

Isu lain yang seksi untuk dibicarakan selain masalah pencemaran adalah soal energi. Pemakaian energi yang efisien dan ramah lingkungan jadi pilihan yang harus dipilih sekarang ini, mengingat masalah cadangan energi yang semakin menipis serta pencemaran yang ditimbulkan semakin serius. Pemakaian energi yang terbaharukan jadi pilihan utama, karena energi fosil sepertinya punya batas untuk dieksploitasi.

Berlatarbelakang dari hal tersebut, kini semua pihak berlomba-lomba untuk menciptakan sebuah teknologi yang benar-benar ramah lingkungan, serta dapat mengurangi masalah pencemaran yang terjadi, serta mampu memanfaatkan energi alternatif. Baik pemerintah, ahli dan praktisi teknologi dan pihak swasta gencar melakukan penelitian guna menciptakan teknologi hijau.

Industri otomotif merupakan pihak yang ikut serta dalam hal ini. Semua pihak yang ikut serta dalam industri otomotif kini sudah mulai berlomba untuk itu. Salah satunya yang konsen memperhatikan teknologi hijau adalah Daihatsu. Pabrikan otomotif asal Jepang sangat konsen memperhatikan bagaimana menciptakan teknologi hijau, jauh sebelum masalah lingkungan menjadi isu yang seksi dibicarakan sekarang ini.

Daihatsu merupakan produsen otomotif yang fokus pada produksi mobil, yang sudah ada selama 105 tahun. Nama Daihatsu sudah lama dikenal di dunia otomotif dunia dan tanah air melalui mobil-mobilnya yang ramah bagi pengguna tanah air. Selama itu pula Daihatsu melakukan penelitian-penelitian untuk produknya dengan memanfaatkan teknologi yang terbaru.

Sehingga produk Daihatsu yang dikenal berkualitas, harga yang terjangkau serta ramah lingkungan semakin dikenal masyarakat. Daihatsu juga masih terus meriset teknologi untuk masa depan untuk diterapkan dalam mobil-mobil produksinya. Tujuannya adalah peningkatan kualitas lingkungan (enviroment performance) disetiap perjalanan waktu (time) baik sekarang hingga masa depan. Berikut ini adalah tiga tahapan teknologi hijau yang dikembangkan Daihatsu dalam rangka mendukung kampanye ramah lingkungan serta “go green”. Mari kita simak apa saja teknologi itu.


Teknologi “Eco-Idle”
Teknologi Eco-Idle ini merupakan teknologi yang dikembangkan Daihatsu untuk diterapkan pada mesin. Dimana teknologi ini mampu mengatur hidup dan mati mesin secara otomatis dalam keadaan mesin berhenti, seperti saat kondisi lalu lintas macet. Tujuannya dalam rangka mencapai efisiensi konsumsi bahan bakar. Melalui teknologi ini pula dengan sistem-EGR mampu menghasilkan pembakaran sempurna dan meminimalisir gas buang CO².


2-Cylinder Turbocharged Direct Injection
Teknologi lainnya yang dikembangkan Daihatsu pada mobil produksinya adalah teknologi mesin dua silinder turbocharged. Di sini Daihatsu menyematkan mesin yang memiliki komponen yang lebih sedikit, sehingga lebih ringan serta menggunakan sumber daya alam yang lebih sedikit pula.

Hal ini jelas merupakan teknologi hijau yang ramah lingkungan. Daihatsu berusaha meminimalisir penggunaan sumber daya alam, dengan mengefisiensikan komponen mesin namun tetap berkualitas tentunya, karena kualitas adalah nomor satu bagi pabrikan besar ini. Kemudian karena dari sisi bobot mesin menjadi lebih ringan membuat beban mobil menjadi berkurang, sehingga efisiensi bahan bakar bisa dicapai. Belum lagi ditambah teknologi dua silinder turbocharged yang mampu memaksimalkan power mesin meski kapasitas mesin kecil sehingga efesiensi bahan bakar dapat dicapai pula.


Precious Metal-Free Liquid-Feed Fuel Cell (PMfLFC)
Ini merupakan tahap ketiga dari pengembangan teknologi hijau ala Daihatsu. Di tahap ini emisi gas buang CO² nol. Di sinilah merupakan wujud kendaraan ramah lingkungan yang diharapkan.

Pada tahap pertama emisi gas buang sudah berusaha diminimalisir dan di tahap ketiga ini gas buang dibuat nol, karena sumber pencemaran udara banyak didominasi oleh pembuangan gas karbon oksida dan karbon dioksida.

Di tahap ini seperti judul teknologi yang dikembangkan adalah “precious metal-free”. Di sini Daihatsu mencoba mengembangkan pembuatan kendaraan dengan menggunakan sumber daya alam lebih sedikit, terutama dalam hal tidak mengandung logam mulia, sehingga biaya yang dikeluarkan lebih rendah.

Pada tahap ini pula Daihatsu fokus pada pengembangan pemanfaatan energi alternatif yaitu penggunaan bahan bakar cair baru Hidrazin Hidrat (N2H4·H20) yang terbuat dari nitrogen dan hidrogen. Zat ini mempunyai kepadatan energi tinggi dan tidak menghasilkan emisi CO². Zat ini akan menjadi bahan bakar cair yang cocok untuk mobil yang ramah lingkungan generasi baru.

Kita sudah membahas soal tahapan teknologi hijau yang Daihatsu kembangkan. Inti dari pengembangan teknologi tersebut adalah sebuah produk mobil yang sungguh ramah bagi lingkungan serta ramah bagi kantong konsumen setianya. Secara garis besar intinya adalah harga kompetitif, efisiensi bahan bakar, emisi gas buang maksimal hingga nol, unit mobil yang kompak, serta pemanfaatan energi alternatif.

Mari kita dukung pengembangan teknologi yang ramah lingkungan sehingga kita tidak lagi bergantung selalu pada alam, tetapi ada sesuatu yang bisa kita sumbangkan bagi alam yang kita cintai ini, agar anak cucu kita nanti bisa menikmati keindahan alam yang masih bisa kita nikmati sekarang atau di generasi sebelumnya. Go green! Go Daihatsu for Green!!!