Menganalisa Kesehatan Aki/Accu dengan Alat yang Ada

Berdasarkan pengalaman aki soak yang tahun ini, saya dapat pelajaran dan ilmu baru, cuma ini ya berdasarkan pengalaman yang saya alami dibantu oleh asisten digital Gemini.

Kebetulan saya ini selalu punya catatan atau jurnal terkait apa saja yang tidak penting bagi kebanyakan orang karena terlalu ribet apa² dicatat, namun pas untuk momen seperti ini apa yang saya lakukan ini ternyata bermanfaat. Analisa usia aki bisa dianalisa dengan baik, setidaknya lebih baik daripada meraba-raba dan mengira-ngira tapi gak tepat.


Jadi usia aki itu bisa dicek dengan alat volt meter. Jika perawatannya baik usia aki bisa relatif panjang jika dibandingkan yang tidak merawatnya.

Oh iya btw aki yang saya bahas di sini adalah aki basah, karena aki basah yang memungkinkan harus dilakukan perawatan, berbeda dengan aki kering yang bebas perawatan, ketika sudah rusak ya ganti beli baru dengan usia yang sudah diukur dan standarnya.

Sedangkan aki basah, jika umumnya bertahan minimal 3 tahun, apabila perawatannya intens bisa saja lebih dari tiga tahun. Terus jika aki basah setahun tidak dirawat, tidak diisi air akinya apabila habis, jangankan sampai 2 tahun, setahun setengah saja sudah soak, itu berarti yang punya kendaraan tidak merawat kendaraannya, salah satunya soal kelistrikan.

Ada beberapa standar voltase yang harus kita pahami. Voltase aki yang sehat itu ada dua parameter, yaitu:
🔋 Aki saat kendaraan hidup (engine on)
Voltase nya harus berkisar 13,7-14,5 Volt.

🔋 Aki saat kendaraan mati (engine off)
Voltase nya harus berkisar 12,6 - 12,8 Volt angka ini menandakan bahwa aki dalam kondisi optimal, terisi daya 100%. Jika voltasenya berkisar diangka 12,4 Volt tandanya aki dalam kondisi 75% dan apabila ada diangka 12,2 Volt itu tandanya aki sudah melemah.

Jika kondisi aki lemah dipaksakan starter maka tidak akan mampu menyalakan mesin. Jika dipaksakan terus maka resiko kerusakan pada dinamo starter. Jadi apabila sudah tahu begini, cukup sekali saja, ini dipastikan bahwa aki tekor, perlu dicek aki nya lebih lanjut. 

Sewaktu SiDat saya dicek itu ketika engine off voltasenya berada dikisaran 12,6 Volt. Pada kondisi ini mesin masih bisa distarter namun angkatannya cukup berat seakan-akan tidak kuat, walau masih bisa menyalakan mesin.

Ini voltase saat kondisi mati / engine off, tapi baru sebentar < 20 km berkendara lalu istirahat dan lalu sejam dinyalakan kembali #dokpri

Angka itu adalah angka setelah Datsun dijamper dan hanya berputar-putar sebentar jarak < 20 km, jadi mungkin akinya belum terisi dengan optimal. Angka itu diperoleh bukan dari sumber aki langsung, sehingga angka voltase pasti ada perbedaan yang cukup signifikan, jika tertulis 12,6 Volt bisa saja di aki itu berada diangka 12,4 Volt atau bahkan bisa dibawah itu, tapi tidak lebih sampai < 12 Volt.

Sedangkan ketika dalam keadaan menyala Datsun ini berada pada diangka 13,9 - 14,1 Volt.


Nah tadi diawal postingan saya bilang bahwa untuk mengecek voltase aki harus menggunakan alat namanya voltmeter, sedangkan saya sendiri tidak punya alat itu. Lalu menggunakan apa saya mengecek voltasenya?

Jadi untuk kondisi darurat, hanya sekedar memperkirakan sementara, kamu bisa gunakan charger mobil yang ada display voltasenya, bisa tulisan digital atau apapun.

Saya menggunakan alat itu untuk memperkirakan apakah voltase aki mobil saya ini cukup baik atau tidak. Alhasil saya mengira ada masalah diakinya, setelah dicek ternyata air akinya sudah dibatas lower dan perlu pengisian.

Situasi ini mirip seperti yang terjadi tahun 2023 yang lalu, dimana Juli 2023 itu sempet aki soak lalu dilakukan perawatan isi air aki, mobil sempet menyala dan dipergunakan itu sampai bulan Oktober 2023 barulah minta diganti aki yang baru, jadi ada extend waktu 'kematian' sekitar 3 bulan bertahan. Entah pada kali ini akan serupa kejadiannya dengan tahun 2023, kita lihat saja.

Pengecekan dengan alat charger mobil ini tidak bisa menggambarkan sesungguhnya kesehatan aki mobil anda, itu hanya alat sementara untuk memperkirakan, namun cukup untuk membantu kita memutuskan beli aki baru atau memanfaatkan yang ada.

Itulah kira² pengalaman yang saya rasakan sendiri, jadi nambah ilmu. Sekarang kalau liat angka voltase setidaknya saya bisa sedikit paham, maksudnya apa.

Sebenarnya angka voltase pada alat charger mobil itu membaca dijalur setelah aki, bukan diutamanya, artinya arus listrik yang dibaca itu setelahnya, bukan langsung disumber (aki). Mungkin akan ada selisih   0,2 - 0,3 Volt, angkanya akan lebih tinggi di dalam kabin daripada yang langsung dari akinya. Hal ini dari dugaan saya saja, ketika angka menunjukan 12,6 Volt si Datsun ini nampak berat banget ngangkat starter engine on. Perkiraan angka real di akinya itu kurang dari itu.

Dihari Minggu itu siang kan sempat menyala ketika distarter normal, meski angka voltasenya 12,6 Volt. Sorenya harusnya saya itu menyalakan mobil untuk mengisi daya aki, tapi ternyata tidak saya lakukan karena pergi ke Malang. Alhasil pagi hari saya tidak bisa menstarter engine, karena voltasenya hanya 12,4 Volt. Maka mau tidak mau harus dijamper untuk membuatnya menyala untuk mengisi daya listriknya.

Tapi sebelum saya jamper saya isikan air aki dulu ke semua sell baterai aki. Harapannya ini akan membantu memperpanjang usia aki sampai 3 bulan kedepan.

Alhasil setelahnya mobil bos distarter normal dan bisa lebih stabil. Namun tetap saya harus rajin mengecek air aki dan rajin memanaskan mobil hanya untuk menjaga daya aki tetap pada kondisi minimal untuk menyalakan mesin.

Segitu saja info dan sharing yang bisa saya bagikan, ini pengalaman pribadi saya sih. Mungkin apa yang saya alami ini agak berbeda dengan yang umum, jadi gak usah kaget dan gak perlu komplain, karena memang sudah terbiasa saya sering memilih jalur berbeda dari kebanyakan orang normal.

Sampai jumpa disharing lainnya, untuk bahas soal per-akian. Mudah-mudahan kita ketemu lagi nanti setelah 3 bulan, atau harapannya bisa lebih dari itu. Kita lihat saja mana yang lebih cepat. -cpr

#onedayonepost
#otomotif
#pengalaman
#umum
#informasi

*font menggunakan M Plus 1

Posting Komentar

0 Komentar