Pinjol Penyelamat atau Penjebak?

Aplikasi Pinjol (pinjaman online) yang baru² ini dirilis oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) menunjukan penurunan jumlah. Kini tersedia 95 aplikator pinjol resmi by OJK. Sebelumnya jumlahnya mencapai ratusan. 

Aksi bersih² yang dilakukan OJK membuat kini aplikator pinjol yang ada merupakan hasil saringan sesuai regulasi yang ada. Meskipun tidak menutup masih beredanya pinjol ilegal. Tinggal masyarakat saja yang lebih pintar mengecek mana pinjol ilegal dan mana yang legal. 

Ilustrasi dibantu disiapkan by Gemini

Ada pertanyaan menarik, apakah pinjol ini penyelamat atau penjebak? 

Saya sendiri belum pernah pakai, tapi mendaftar hanya saja setelah mengecek bunga dan angsuran yang ditawarkan ini tidak sesuai kemampuan. Jujur saja saya ini tertipu iklannya, bunga ringan ternyata saat dicek itu tidak sesuai. 

Jadi sebenarnya pertanyaan di atas bisa langsung dijawab. Pinjol itu menjebak! 

Iklan pinjol itu muncul di mana-mana, terutama bagi yang gadget minded, kalau buka aplikasi sosial media, iklan pinjol itu bisa muncul kapan saja dan dimana saja, dari yang tautan resmi sampai yang tiba² muncul. Mengganggu sekali sebenarnya, tapi ya sudahlah coba dimaklumi. 

Iklan² yang muncul ini menawarkan kemudahan, keringanan dan lain sebagainya. Tapi ternyata itu semua hanya jebakan, tipuan, ilusi mata dan pikiran. Karena setelah anda coba buktikan, download, instal dan daftar, terus coba simulasi awal untuk pinjaman, bunganya ternyata besar sekali. Langsung saya illfeel dan unistal. 

Karena sudah terdaftar nomornya, pihak aplikator WA menanyakan kelanjutan, saya langsung saja bilang, bunga nya terlalu tinggi, tidak sesuai dengan estimasi.

Itu salah satu contoh menjebaknya sih dari iklan dan yang menawarkan bunga murah padahal itu tidak sama sekali. Kalau soal kemudahan iya saya akui benar, memang mudah dan simpel. 

Hal lain yang akhirnya membuat pinjol ini jebakan adalah ketika:
#1 Si peminjam ini tidak mencari tahu bunganya berapa, lalu berkaca kemampuan bayarnya gimana, hanya melihat soal mudah dan iklan yang menawarkan pembayaran angsuran bisa dicicil, lalu penagihan yang humanis dsb. Akhirnya merasa seperti terjebak ketika kenyataannya setelah kecemplung baru tahu. 

#2 Ketika pinjol ini dimanfaatkan oleh oknum pihak ketiga yang kriminal (penipuan). Data kita digunakan untuk pencairan pinjol, lalu dana dicairkan ke pelaku penipuan, tapi si peminjam yang tidak tahu apa² jadi harus menanggung cicilannya. 

Hal lain bisa saja muncul ketika sudah terjun langsung, berhubung saya belum pernah kecemplung ke dalam circle pinjol jadi hanya ini yang bisa saya bagikan. 


Sebenarnya pinjol ya sama seperti lembaga keuangan lain yang memberikan kredit. Pinjol sebenarnya alternatif terakhir ketika lembaga keuangan konvensional sudah tidak bisa memberikan dana talangan. 

Ada pinjol sebagai penyelamat. Tapi namanya yang terakhir ini seperti 'aji mumpung', lha kalau butuh banget ikuti konsekuensinya. Apa itu konsekuensinya? Bunga tinggi dan cara penagihan yang bisa saja tidak humanis. Tapi kompensasinya ya kemudahan pencairan, tanpa administrasi perbankan yang ribet. 

Sampai di sini ini adalah pilihan dari calon peminjam, mau ya lanjut, kalau tidak ya berhenti sampai di sini. 

Jadi sebenarnya jika dikatakan menjebak juga tidak, karena pilihan ada dikamu yang akan meminjam. Tentunya ini berlaku buat yang tahu resiko. Hanya saja kebanyakan masyarakat Indonesia ini minum literasi kredit akhirnya ya terjebak dalam circle 'penipuan'. 

Berkaca dari diri saya yang sudah merasa dari iklan saja ditipu, jadi saya stop. Memang saya masih belum menjadikan pinjol ini pilihan terakhir, hanya antisipasi, jika nanti jadi pilihan terakhir apakah masuk akal jika terpaksa dipilih? 


Kebanyakan masyarakat menggunakan pinjol tanpa pikir panjang, asal cepat dapat dana ya mereka lakukan, urusan bayar pikir belakangan. Sebenarnya akar masalahnya kan di situ, bukan dipinjolnya sebagai lembaga keuangan non bank. 

Jika pun pinjolnya nakal, masif sekali penawarannya namun sebagai calon peminjam ini melakukan analisa keuangan yang matang saya kira gak akan terjebak dalam pinjol ini, jika pun terpaksa harus memilih pinjol sebagai penyelamatan keuangan setidaknya sudah punya antisipasi dan pasti sudah diperhitungkan dengan matang. 

Jadi kesimpulannya, pinjol ini memang muncul sebagai 'pahlawan', tapi juga sekaligus sebagai 'penjahat'. Tapi pada dasarnya pahlawan akan tetap menjadi pahlawan, tapi ketika seorang pahlawan tapi punya hati seorang penjahat dia tak pantas disebut pahlawan, tidak ada pahlawan yang jahat atau menghalalkan segala cara. 

Pinjol akan selalu menjebak mencari calon peminjam, karena dari situ lah lini usaha mereka bergerak. -cpr

#onedayonepost
#opini
#umum
#ponjol

Posting Komentar

0 Komentar