Minim Kosakata dan Sering Terbalik

Entah ya, baru ini saja sih mulai terasa bahwa kadang saya sering menggunakan kosa kata atau pilihan diksi yang aneh, ya setidaknya terasa sejak setahun belakangan, sejak kenal dengan 'kamus hidup'. 

Karena sering sekali bentrok atau konflik hanya karena salah pemilihan diksi atau kosa kata atau berbeda pov melihat sesuatu. Jadi selama ini saya selalu punya pov yang berbeda dengan kebanyakan orang normal, walaupun  tujuannya sama tapi pov saya itu beda. 

Ilustrasi, gambar diambil dari Google

Tak cuma pov, komentar saya juga sering berbeda dengan kebanyakan orang normal, penggunaan diksi dan kosa kata juga sering berbeda sendiri, nyeleneh. 

Ketika berhadapan dengan 'kamus hidup' atau 'guru bahasa indonesia' atau orang yang pandai / idealis komunikasi pasti akan menghadapi banyak konflik, entah disalah-salahkkan, dikomentari, pokoknya pasti dapat reaksi yang ke arah (-) sih. Memang ada dibenerin juga, tapi seringnya caranya yang sulit diterima, akhirnya membuat jadi membentengi diri dari koreksi itu sendiri. 

Kegelisahan saya juga pernah saya tuliskan diblog ini, tautannya saya bagikan dibawah ini. 


Sering kali saya juga terbalik-balik melihat sesuatu, atau melakukan sesuatu. Ini yang sempet terpikir apakah saya punya diseleksia, tapi entah itu butuh ahli untuk memastikan. 

Terkadang memang saya melihat sesuatu dari sisi yang berkebalikan dengan yang sewajarnya orang berpikir, walaupun endingnya tetap sama. Karena saya percaya pada pepatah "banyak jalan menuju Roma." Sehingga mau bagaimana caranya yang penting menuju Roma. Itu pulalah yang saya gunakan dalam kehidupan sehari-hari. 

Saya memang pernah terpikir menggunakan diksi atau kosa kata aneh itu untuk memberikan kesaksiannya sulit ditebak, karena saya tipe orang yang open sebenarnya, sehingga mudah untuk ditebak, maka dari itu dengan cara penggunaan diksi aneh membuat orang sulit memahami. 

Tapi ya sudahlah, saya berpikir akan bisa hidup dengan orang yang bisa mensupport dengan cara yang bisa saya terima, tapi yang ada malah sebaliknya, saya dipaksa 'berubah'. Saya akan mencoba adaptasi semaksimal mungkin, bisa diri saya menyesuaikan diri dengan keadaan. Namun pada dasarnya, inilah saya yang terbentuk selama ini.

Itu kenapa saya lebih nyaman dengan teman-teman karena mereka gak merubah saya jadi saya yang lain tapi membuat saya menjadi diri saya apa adanya, dibandingkan merubah diri saya menjadi bentuk yang lain yang tidak saya kenali. -cpr

#onedayonepost
#coratcoret
#postingpribadi

Posting Komentar

0 Komentar