Kata-kata Hari Ini: Jangan Sampai Kita Dimiskinkan Penyakit

Ada hal menarik pagi ini, mau olahraga dapat ceramah 'kultum', gara² ada personel yang mau olahraga sambil pegang smartphone, langsung dijudgment "tidak serius olahraga".

Padahal fungsi smartphone itu macam², ada personel lain yang gunakan smartphone untuk merekam aktivitas olahraganya dengan aplikasi sejenis Strava. Karena dengan rekaman itu memberikan semangat untuk orang itu berolahraga. Seperti yang saya lakukan dengan beberapa teman lain menggunakan smartphone untuk merekam aktivitas sport hari ini. 

Ilustrasi, gambar diambil dari Google

Ada hal menarik dalam kultum pagi ini. Saya hanya tarik hal yang menarik menurut saya, "jangan sampai kita dimiskinkan karena penyakit".

Tidak ada yang salah dalam kultum itu, semua yang disampaikan itu baik, tidak ada yang salah. Jadi saya ulangi, di sini saya tidak menyalahkan esensi pesan yang disampaikan, karena itu positif ajakan untuk menjaga kesehatan salah satu caranya dengan berolahraga. Catat itu! 

Yang salah adalah judgement dan memaksakan kehendak cara berpikir dan pola hidupnya kepada semua orang. Sedangkan semua orang punya kebebasan memilih mana yang sesuai dengan keinginan masing², mau itu sesuai ideal dengan prinsip kesehatan atau tidak. Itu yang dikritisi oleh mayoritas kita semua yang mendengarkan kultum pagi ini. 

Kultum itu membahas juga soal banyak orang dewasa ini mudah sakit, karena kurang berolahraga, sampai mereka rela membayar asuransi Rp 30 juta setahun hanya untuk sehat. Padahal kesehatan bisa dijaga dengan olahraga dan pola makan. 

Disinggung pula soal saat ini banyak usia mudah bahkan anak² sudah terkena penyakit berat, dicontohkan itu diabetes. 

Kalau sudah begitu, bagaimana dia (yang sakit) mau mencari uang yang ada dia hanya membiayai kesembuhan dari penyakitnya, malah boro² bisa cari uang dalam kondisi sakit seperti itu. Ini yang ditekankan dalam kultum, hingga tercetuslah kata-kata hari ini:

Jangan sampai kita dimiskinkan oleh karena penyakit. 

Olahraga hanya salah satu komponen yang mendukung kesehatan. Masih ada faktor lain yang juga harus dilakukan bersamaan dengan saling mendukung satu sama lain. 

🩺 Lingkungan yang sehat
Ini mempengaruhi, karena misalnya kita tinggal di lingkungan yang banyak nyamuk malaria, itu akan mempunyai potensi terserang penyakit malaria. 

Tapi jika tinggal di lingkungan yang bersih dan sehat, maka potensi untuk hidup sehat tinggi. Namun apabila tidak jaga pola makan, tidak olahraga, punya genetik penyakit, banyak pikiran stres, maka penyakit akan mudah menaunginya. 


🩺 Faktor genetik
Faktor genetik ini tidak bisa dihindari, jika punya turunan yang punya penyakit diabetes, maka ada resiko diketurunan berikutnya ada potensi mengidap diabetes. Ini kita contohkan sakit diabetes yang biasa terbawa secara genetik. 


🩺 Faktor psikologis dan sosial
Ini soal masalah psikis dan tekanan sosial yang terkadang membuat stres, sehingga secara gak langsung mempengaruhi kesehatan. 

Contoh sakit karena pikiran adalah skizofrenia, terjadi penyakit oleh karena pikiran padahal secara fisik tubuh tidak sakit alias sehat. 


🩺 Pola hidup dan gaya hidup
Nah di dalamnya ini ada pola makan (asupan apa yang disuplai ke tubuh, makanan sehat kah atau sembarang makanan diasup ke tubuh) dan juga pola hidup (seperti sering begadang, tidak pernah olahraga).

Jika kita hidup dengan pola hidup dan gaya hidup sehat, meskipun kita ada di lingkungan yang buruk misalnya atau punya genetik buruk, itu akan bisa sedikit tereliminir potensi untuk terkena penyakit. Namun jika dengan pola dan gaya hidup sehat tetap mengelola stres dengan buruk maka ya sama saja kesehatan tidak akan optimal. 

Pola hidup dan gaya hidup itu juga harus bersama berjalan, jika hanya salah satu maka tidak akan tercapai kesehatan yang paling optimal. 


Mekanisme Pertahanan Diri
Saya menganalogikan personel yang ada di dalam perusahaan ini adalah sebuah sel². Departemen² yang ada di dalam perusahaan ini sebagai organ suatu kesatuan tubuh, dengan puncaknya yaitu manajemen itu adalah otaknya. 

Ibarat dalam suatu tubuh, tubuh yang sehat semua organ yang ada dalam kesatuan tubuh itu semuanya bergerak sinkron, saling mendukung satu sama lain, ketika otak memerintahkan gerak aktivitas tertentu maka organ tubuh akan bergerak sesuai perintah otak. Jika semuanya sinkron itu adalah tanda tubuh yang sehat. 

Nah yang saya mau analogikan di sini adalah ibarat tubuhnya orang gila atau gangguannya mental. Kita semua tahu bahwa orang gangguan mental itu punya masalah di bagian otaknya. Alhasil perintah yang dikomunikasikan otak ke seluruh bagian di dalam tubuhnya juga bisa saja gak sesuai. Melakukan hal² yang tak lazim dilakukan orang normal dan sehat. 

Misalnya makan makanan kotor, ngais sampah untuk dimakan, dia pun tidak bisa bekerja normal untuk mendapatkan sesuatu untuk makanan yang layak. Alhasil tubuh yang harusnya dapat asupan baik jadi sebaliknya. 

Nah, saya menganalogikan yang tengah terjadi dalam organisasi dimana saya berada seperti demikian. 

Namun organ² di dalamnya ini tidak diam saja seperti tubuh orang gila itu. Jika di dalam organisasi dimana saya berada ini, semua bagian atau organ atau sel² di dalamnya seperti beradaptasi terhadap perintah otak yang terkadang sulit dipahami, tidak jelas arahnya. Tiap sel dan organ secara tim secara alami seperti membentuk 'kekebalan' atau 'imunitas' sendiri, agar dia dapat bertahan dari situasi yang sulit dipahami itu. 

Sehingga meskipun dari luar nampak gak sehat, di dalamnya sel dan organ yang ada berusaha nampak baik² saja karena mereka saling sinergi dalam situasi yang tak menguntungkan itu. 

Padahal terkadang otak ini senang melihat jika sel dan organ di dalamnya saling menyerang, bentrok, konflik satu sama lain atas perintah dan kebijakan yang muncul. 

Kembali ke masalah utamanya, tidak ada perintah yang jelas kemana arah tubuh ini akan dibawa, ke arah lebih baik, lebih sehat atau hanya stagnan, atau jalan di tempat. 

Inilah yang terjadi ketika sel dan organ malah membentuk imunitas sendiri. Bagi otak hal ini bisa dianggap sebagai 'kanker' dan bagi otak tentunya ini adalah musuh dalam selimut. Tetapi ketika dilihat lebih jelas, pada masalah orang gila, masa iya kamu menyalahkan sel dan organ di dalam tubuh mu, sedangkan yang bermasalah adalah otaknya. 


Iya itu sekedar sharing. Buat pelajaran diri kita masing-masing, milikilah pikiran dan otak yang sehat, agar tubuhmu juga jadi sehat. 

Olahraga dan jaga pola makan yang baik akan mendukung kehidupan yang baik, jauh dari penyakit atau seminimal mungkin terjangkit penyakit. Tapi patut diingat juga, stres juga punya andil, jadi ketika kamu berolahraga dengan terpaksa dan kamu stres sebenarnya itu gak akan berguna untuk dirimu, apalagi gerundel dan bikin pahit hati. Sadari olahraga dan pola hidup sehat itu kewajiban dan hak mu, bukan suatu paksaan. Jika ada orang yang memaksamu, anggap saja sebagai gongongan anjing. Lakukan yang baik sesuai tanggung jawabmu menjaga tubuh tetap sehat. -cpr

#onedayonepost
#coratcoret
#postingpribadi
#umum

Posting Komentar

0 Komentar