First #1 Time AC Datsun Bermasalah

Saya mau cerita sedikit soal AC SiDat yang akhirnya setelah beberapa tahun sejak Juni 2018, diawal tahun ini 2026, AC nya mulai bermasalah. 

Datsun Go T Active yang saya miliki ini adalah keluaran tahun 2018. Sejak awal beli AC Datsun itu saya judge sebagai AC mobil LCGC yang dingin, walau hanya diseting level #1, itu sudah cukup dingin. Sehingga sejak awal hingga 5 tahun pertama, level AC 1 itu lebih dari cukup bikin dingin kabin. 

Setingan AC di Datsun memang tidak dipisahkan antara blower dan pendinginnya, jadi cukup satu knop untuk fungsi keduanya. Berbeda dengan LCGC lain (Toyota) yang memisahkan dua fungsi itu. 

Belakangan sejak 2025 ini ketika siang hari, cuaca lagi panas² nya, pas masuk mobil itu AC harus diseting ke level 2 atau 3, bahkan 4 untuk mendapatkan suhu ideal kabin yang nyaman. Padahal sebelumnya cukup level 1 saja sudah bisa mendapatkan suhu ideal kabin. Dari situ saya sudah menilai ada yang menurun pada performa AC SiDat ini. 

Lain cerita ketika suhu lingkungan di luar mobil sejuk, mendung hingga hujan, AC level 1 sudah cukup membuat kedinginan di kabin. 

Dokumentasinya agak blur karena kamera yang tak lagi optimal #dokpri

Awal tahun 2026 ini saya gunakan SiDat untuk mengais rupiah di jalan, jadi Mitra Grab, sehingga butuh sekali AC untuk menjaga kenyamanan di dalam kabin tetap sejuk ketika siang atau kapan pun, walaupun ada juga penumpang yang tidak suka dan tahan dengan AC. Kondisi ini membuat AC SiDat harus tetap dalam keadaan normal. 

Kondisi saat ini AC SiDat sangat tidak normal, ketika siang panas terik, AC tidak mampu maksimal mendinginkan kabin, yang ada bikin gerah dan berkeringat, lengket akhirnya yang dirasakan kulit. 

Sejak 2024 ke 2025 yang dirasakan adalah muncul suara berdesis ketika menyalakan AC. Hal ini yang membuat saya menduga 'apakah freonnya habis, sehingga membuat pendinginan jadi gak maksimal?'

Oh ya, ada yang perlu saya ceritakan, sejak 2024 ke 2026 ini saya tidak lakukan servis rutin ke bengkel resmi karena masalah biaya yang terbatas. Mungkin itu juga yang membuat performa AC tidak dilakukan pengecekan dan akhirnya menurun dengan sendirinya. Saya belum berani ke bengkel resmi takut biayanya membengkak, karena saat ini saya lagi butuh uang. 

Tahun ini saja saya akhirnya mutuskan untuk ganti oli terpisah sendiri, dilakukan di Shop & Drive, seperti catatan postingan yang lalu bisa dibaca ditautan. 


Efek AC bermasalah ini sempet nyerempet ke audio double din yang tiba² mati, ketika saya tengah memindahkan knop AC dari level 1 langsung ke 3 karena kesal saking panasnya, tiba² audionya langsung bisu. 

Gak lama dari itu bermasalah lagi di colokan lighter yang biasa saya gunakan sebagai sumber daya colokan charger mobil juga tiba² mati, ternyata sekringnya putus. 

Akhirnya saya hunting² informasi, bengkel yang khusus perbaiki AC mobil. Di Pandaan sendiri bengkel yang khusus menangani AC tidak banyak, ada sih bengkel² biasa di pinggir jalan yang nampak 'tidak seperti bengkel', kaya bengkel ketok magic, tapi bertepatan dengan libur makanya jadi tutup. 

Ada satu bengkel AC, namanya Tekindo Motor, lokasi bengkelnya di bypass Pandaan, patokannya sebelum Warung Ayam & Bebek Pak Budi. Ciri khas bengkelnya warna kelir biru-merah, logo khas Denso. Profil dari bengkel ini bisa dilihat sini

Katanya untuk pengecekan itu gratis, jadi saya coba bawa SiDat ke sana untuk pengecekan terlebih dulu apa yang bermasalah. 

Sabtu saya coba ke bengkel ternyata penuh, disuruh datang lagi di hari Minggu, Minggu buka hanya piket dan untuk pengecekan ringan saja. 

Sepulang gereja saya ke bengkel dan diceklah, ternyata memang kondisi freon sudah kosong atau habis, perlu pengisian. Tapi tidak hanya itu, dari pihak bengkel tidak bisa langsung mengambil kesimpulan, jadi perlu ada pengecekan lebih lanjut. 

Itu harus bongkar semuanya, di area mesin dan kabin (dibalik dasboard). Untuk biayanya itu berkisar di Rp 1.500.000,-. Biaya ini mencakup beberapa poin:
🛠 Bongkar pasang dasboard : untuk pengecekan dari evaporator
🛠 Bongkar pasang, cek, pembersihan dari kondensor dan kompresor
🛠 Refill ulang untuk freon, oli kompresor
🛠 Penggantian O-ring seal, ekspansi valve dan filter dryer

Jika evaporatornya bermasalah, untuk penggantian biayanya Rp 650.000,- itu diganti brand EOM rekomendasi dari bengkel. Jika mau ganti evaporator bawaan pabrikan bisa dicarikan tapi harga lebih mahal. 

Perbedaan evaporator EOM dengan original bawaan pabrikan adalah soal waktu lama pendinginannya, jika yang original part pendinginannya itu 2-3 menit, sedangkan yang EOM part itu butuh waktu lebih lama < 10 menitan. 


Waktu pengerjaan seharian jadi masuk jam 08:00 selesai jam 16:00, sehingga perlu masuk pagi dan harus booking dulu sehari sebelumnya, supaya bisa diaturkan dan dikondisikan. 


Untuk pengecekan ini gratis. Tidak lama juga prosesnya. Sekarang tinggal saya siapkan dana untuk servis ini. Tadinya saya gak berpikir semahal ini, alhasil mau gak mau harus menunda dulu servisnya. 

Sementara saya harus berpanas-panasan dulu sambil cari orderan, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera balik ke bengkel untuk appoinment perbaikannya. Ditunggu kabar selanjutnya diblog ini. -cpr

#onedayonepost
#informasi
#otomotif
#umum
#acdatsun

Posting Komentar

0 Komentar