Pertama Kalinya, Mundur #1

Beberapa post yang lalu saya pernah share tentang situasi yang sedang dihadapi, satu per satu tandanya muncul, gonjang-ganjing ini dan itu tiap periodik (bulanan) sekali itu ada saja. 


Setelah diakhir tahun dan awal tahun diwarnai leave out beberapa jajaran orang penting di tingkat atas, salah satunya ada yang membuat ditim saya akhirnya keropos, tinggal dua gelintir orang saja di operasional, tanpa atasan yang mengayomi. 

Bulan lalu kekhawatiran muncul ketika pencairan 'hari raya', walaupun pada akhirnya dipastikan pada last day cair juga. Situasi itu sangat disyukuri, karena sejak dipertengahan tahun ada keraguan: ini dapat apa tidak, bisa cair tidak, bisa lanjut tidak, dll., tapi syukurlah bisa cair. 

Kemudian lanjut 'bayaran' di akhir tahun juga sempet jadi kekhawatiran, apakah akan cair juga, eh delalah syukurlah masih cair tepat waktu. Walaupun saya tahu beban operasional jadi double, untuk 'hari raya' dan untuk 'bayaran'. 

Hari per hari selalu ada saja gonjang-ganjing yang dirasakan, kita seperti ada di dalam sebuah wahana 'ontang-anting', yang membuat kita di dalamnya itu ya selalu beradrenalin. Permasalahannya jelas soal finansial dan cash flow. Tapi kenapa bisa begitu tentunya banyak hal yang sudah terjadi. 

Wahana ontang-anting adalah permainan di taman hiburan atau pasar malam berupa kursi-kursi yang digantung dengan rantai pada sebuah tiang atau menara. Saat mesin berputar, kursinya terangkat dan mengayun keluar karena gaya sentrifugal. 

 

Ilustrasi dibantu disiapkan oleh chatgpt

Memasuki tahun yang baru, ada harapan baru, harapan untuk bangkit, harapan untuk lebih baik dan bertahan ditengah keterpurukan saat ini. 

Ilustrasi dibantu disiapkan chatgpt

Tapi ternyata di awal tahun, di bulan Januari ini, ditandai dengan mundurnya 'bayaran' sampai lewat bulan. Hal ini mungkin terjadi untuk pertama kalinya. Jika bertanya ke teman² yang sudah lebih dulu ada, ini pertama kalinya dalam sejarah. Iya memang sih, dua tahun belakangan banyak rekor (-) yang berhasil diraih, karena keterpurukan saat ini lebih parah dari yang pernah dialami. 

Mungkin terlalu lebai juga jika mengatakan demikian, tapi  memang seharusnya itu bisa dihindari jika dikelola dengan baik, jauh² waktu, dan mendengar saran orang² yang dulunya ada dijajaran BOD. Tapi kenyataannya lain, ya sudah, yang terjadi seperti ini. Itu diluar kendali, akhirnya yang ada saat ini tergantung bagaimana menyikapinya. 


Sekitar selepas istirahat dihari Jumat, hari terakhir aktif kerja bulan Januari 30/1, karena hari itu menjelang akhir pekan, jadi aktifitas perbankan biasanya off karena besok Sabtu. Biasanya 'bayaran' itu sudah ada tanda² masuk, biasa jam 2 siang, tapi hari itu tidak ada tanda sama sekali. 

Hari itu saya tidak membawa bekal makan siang, karena berharap mau beli nasi padang. Eh, sekitar jam segitu tadi saya dipanggil salah seorang rekan kerja yang kami sama² satu tim yang lagi 'yatim piatu' secara pekerjaan, dibilangin, "mundur, baru cair nanti Senin." 

Jeger denger itu, langsung  perut yang sudah lapar makin lapar dan akhirnya berangsur-angsur anyep rasanya. Kacau semua rencana hari ini, bulan ini sudah terseok-seok, BBM habis, gak bisa beli karena gak ada uang. Akhirnya pinjam² saya, terpaksa sekali. Gak tau, speachless mau ngomong atau komentar apa lagi. Hanya bisa terdiam dan menerima keadaan. 

Karena mau dipaksakan pun tidak bisa jika dananya belum ada, jadi jika dipaksakan pun aktifitas perbankan baru akan dilakukan dilusa yaitu Senin nya dan itu lewat bulan, yaitu tanggal 2/2. 

Uniknya info kemunduran ini disebarkan dari HR ke atasan masing-masing lalu baru diinformasikan ke tim masing-masing. Nah partner kerja saya di Jakarta itu yang harusnya dekat dengan informasi malah tidak diberi tahu sama sekali, justru malamnya ybs. bertanya kepada saya. Kasihan sih ya, dekat dengan sumber informasi tapi tidak diberitahu. Alhasil saya sampaikan informasinya bahwa gajian mundur Senin. 

Tidak ada yang tahu pasti kenapa, namun kita bisa menganalisanya sendiri dan itu biarlah jadi konsumsi privat. Saya bagikan jurnal ini sebagai pengingat pernah ada pada situasi ini, sebuah situasi yang jadi 'pertanda', jika tidak lekas diatasi maka tidak akan baik untuk kedepannya. 

Semoga badai lekas berlalu, bangkit dan situasi saat ini dan bisa kembali ke situasi yang normal, bekerja dengan sehat. Jurnal ini tidak akan baik jika dikonsumsi publik, dan memang sebenarnya bukan untuk umum. Tapi ini catatan penting, untuk masa yang akan datang. -cpr

#onedayonepost
#coratcoret
#postingpribadi
#bayaranmundur

Posting Komentar

0 Komentar