Perang Kargil, India vs Pakistan, Mei - Juli 1999

Kargil, nama yang gak asing ditelinga saya. Saya biasa mendengar nama itu sebagai produsen salah satu bahan baku obat, Cargill, yang diproduksi PT Sorini, dimana pabriknya salah¹ nya ada di daerah Pasuruan.

Hmm, apakah nama Cargill itu terinspirasi dari Kargil di India, salah satu wilayah perbukitan di perbatasan India dan Pakistan, yang namanya dikenang sebagai nama perang yang terjadi di tempat itu.

Prajurit India yang terlibat Perang Kargil, gambar diambil dari Google

Kargil adalah nama sebuah distrik di wilayah Kashmir. Daerah ini dikenal sebagai daerah pegunungan dengan lapisan es ketika musim dingin. Wilayah ini pada masanya merupakan daerah perbatasan yang menjadi area Line of Control, yang merupakan perbatasan de facto antara kedua negara.

(*) Istilah garis kendali atau Line of Control atau disingkat LoC; disebut juga Garis Kontrol) mengacu pada garis kendali militer antara bagian wilayah kerajaan Jammu dan Kashmir yang dikendalikan oleh India dan Pakistan—sebuah garis yang bukan merupakan batas internasional yang diakui secara hukum, tetapi merupakan perbatasan de facto. Awalnya dikenal sebagai Garis Gencatan Senjata, garis tersebut dinamakan ulang sebagai "Garis Kendali" mengikuti Perjanjian Simla, yang ditandatangani pada 3 Juli 1972. Bagian dari wilayah kerajaan sebelumnya yang berada di bawah kendali India dikenal sebagai negara bagian Jammu dan Kashmir. Wikipedia - akses Mei 2023


Kedua negara merasa perlu menguasai tempat itu agar batas wilayah kedua negara makin luas di wilayah itu.

Pakistan melalui tentara resmi negaranya pun mendukung hal ini, begitu juga dengan militan² Muslim Kashmir juga keras menduduki wilayah ini. Ditambah lagi konflik bersenjata antara kedua negara ini terus berbalas-balasan, satu korban dibalas korban lain. India sendiri kerap memburu para teroris militan, korban militan garis keras ini ditanggapi serangan balik yang mengorbankan tentara India.

Perang Kargil ini hanya merupakan titik² perang yang dilancarkan kedua negara untuk mendapatkan status quo pendudukan di wilayah tersebut.


Kapten Vikram Batra, gambar diambil dari Google

Kapten Vikram Batra, sebuah nama yang dikenang orang India pada masa itu hingga saat ini, dia dianggap sebagai pahlawan atas keberhasilan India merebut pos poin 51/40 dan pos poin 48/75 saat perang di wilayah Kargil.

Sebuah film yang diadopsi dari kisah nyata tentang tentara India yang gugur dalam tugas dan menjadi kunci keberhasilan membakar rekan² tentaranya untuk menyelesaikan tugas menguasai pos 48/75.

Dari film itu dikisahkan bahwa setelah tugas merebut pos 48/75 selesai, Kapten Vikram akan pulang dan melamar dan sekaligus menikahi pujaan hatinya. Namun sayang, Kapten Vikram gugur dalam tugas. Kapten Vikram tetap pulang sebagai pahlawan dalam bungkusan bendera India. Pada akhirnya pujaan hatinya memutuskan untuk tidak menikah.

Film ini berjudul Shershaah (2021), film ini dirilis pada Agustus 2021 yang menceritakan kisah nyata secuil kecil dari perang India vs Pakistan di wilayah Khasmir. Alur ceritanya kalian bisa tonton di bawah ini, atau bisa nonton filmnya langsung.



Seperti biasa, film² yang diadopsi dari kisah nyata selalu menarik perhatian saya untuk mencari tahu sejarah sebenarnya.

Sejarah mencatat perang ini, Perang Kargil tercatat dimulai pada Mei - Juli 1999. Seperti yang sudah disinggung sedikit di atas tadi. Secara umum, perang ini melibatkan kedua negara, India dan Pakistan. Namun sejarah mencatat, bahwa Pakistan seperti mengkambinghitamkan militan di sana, perang, Pakistan menyalahkan pertempuran ini seluruhnya terhadap pemberontak Kashmir.

Entah, ini seperti gengsi atau apa, karena secara resmi pemberontak Kashmir bukan bagian dari tentara resmi Pakistan. Namun upaya mereka menduduki wilayah itu atas bendera Pakistan jadi keuntungan wibawa Pakistan sebagai negara. Namun apabila terjadi kekalahan perang, otomatis pasti tidak akan diamini, ketika ada peluang mengambinghitamkan pihak lain tentunya bisa dilakukan. Ini pendapat pribadi saya. Yang sebenarnya perang ini tidak perlu terjadi jika masing² pihak berpedoman pada perjanjian yang sudah disepakati.

Tercatat ada dua perjanjian Jenewa dan perjanjian Simla yang seharusnya disepakati kedua negara. Namun jendral angkatan darat Pakistan saat itu, Jendral  Pervez Mussharraf menjadi Kepala Staf AD tentara Pakistan, (beliau ini menjabat pada jabatan ini hingga September 2004), memutuskan untuk tetap melancarkan serangan ofensif ke wilayah Kargil.

Baca juga: Perjanjian Simla

Wajar namanya pasti tersebut dalam peristiwa Perang Kargil yang berlangsung pada Mei - Juli 1999.

Sejarah mencatat militer India mengerahkan 30.000 personelnya dan dari pihak Pakistan dicatat mereka terdiri dari militer resmi Pakistan dan militan Islam Kashmir total sebanyak 5000 personel.

Total korban jiwa dipihak India 527 tewas dan 1.363 terluka sedangkan dari pihak Pakistan korban jiwa 357-4000 jiwa tewas.

Pada akhirnya perang dimenangkan dari pihak militer India. Saat ini Kargil (bahasa Hindi: कारगील; IPA: [kÉ™rɡɪl]) adalah distrik di Ladakh, Jammu dan Kashmir, India.


Di atas adalah gambaran demografi penduduk di wilayah itu, data tahun 2011 bersumber dari Wikipedia akses Mei 2023.


Konflik antara India dan Pakistan sudah terjadi sejak lama, sejak kedua negara merdeka dari penjajahan Inggris.

Sejarah mencatat konflik militer besar yang terjadi diantara kedua negara ini adalah Perang India - Pakistan tahun 1947 dan Perang Kargil tahun 1999 yang dibahas di atas tadi.

Inti masalahnya ya perebutan wilayah Kashmir. Hal yang sama seperti perang antara Palestina dan Israel di Timur Tengah. Lagi² intrik isu agama ada di dalamnya, disamping isu² lainnya.

Sebelum wilayah itu memilih merdeka, diberikan pilihan wilayah² besar tersebut untuk merdeka atau memilih ikut ke India atau Pakistan yang sudah memutuskan merdeka dan berdaulat.

Pada masa itu, wilayah Kashmir dipimpin oleh pangeran raja, bernama Maharaja Hari Singh beliau ini penganut Hindu, memilih untuk bergabung dengan India. Sedangkan masyarakat yang dipimpin oleh sang raja mayoritas beragama Muslim dan lebih memilih bergabung dengan Pakistan. Di sinilah titik awal mula konflik kedua negara.


Sejak itu ya banyak konflik² militer dan sipil terjadi di sana, dari bom bunuh diri dll. Masing² pihak menganggap aksi² tidak resmi yang terjadi tidak didalangi oleh militer resmi, sehingga tidak ada yang mau bertanggung jawab. Milisi dan militan dari masing² lah yang pada akhirnya semakin memperkeruh keadaan, dendam dibalasa dendam korban jiwa dibalas korban jiwa.

Seperti baru² ini ada statement dari Hindu garis keras yang ingin menghancurkan Mekah, ya yang seperti ini yang makin memperkeruh keadaan konflik antara India dan Pakistan.


Yups itulah sedikit pembahasan soal sejarah nyata yang memang terjadi di Kargil pada tahun 1999.

Perang Kargil ini juga pernah difilmkan sebelumnya, dengan film berjudul LOC: Kargil (2003), berdasarkan seluruh konflik Kargil, aktor Abhishek Bachchan memainkan peran Kapten Batra.

Segitu saja bahasan terkait sejarah. Lagi² saya selalu bilang, kita harus memahami sejarah sehingga lebih paham konflik yang terjadi itu akarnya apa, karena bagi yang tak memahami sejarah, orang² yang hidup pada masa sekarang akan ribut sendiri tanpa memahami akar masalahnya.

Repot lagi pada orang² yang punya keyakinan lain atas dasar sejarah yang dibuat-buat menurut keinginannya sendiri. Ingat sejarah itu dimulai dari awal ke akhir, apa yang terjadi di awal ya itu sudah terjadi lebih dulu, tidak bisa yang terjadi sekarang ujug² disamakan seperti terjadi saat ini.

Contoh, ibarat awalnya si A lahir tanpa memeluk keyakinan apapun, kemudian seiring waktu ada sejarah baru dengan keyakinan baru, eh manusia² jaman sejarah baru membuat sejarahnya sendiri kalau si A yang lahir lebih awal itu memeluk keyakinan yang lahir belakangan. Analogi yang agak aneh dan dipaksakan.

Untuk itu, guna mempelajari sejarah ya untuk ini, supaya paham logika dan gak membuat logikanya sendiri. Tidak bosannya selalu saya sampaikan statement ini setiap kali membahas soal sejarah! Pahami, apakah anda termasuk yang mana? Paham sejarah atau mengarang sejarah sendiri? -cpr-

Posting Komentar

0 Komentar