Untuk pertama kalinya, sejak punya mobil, ini kali pertama saya mengganti ban mobil sendiri, dengan tenaga sendiri.
Buat kebanyakan orang ya itu biasalah ya, apalagi sudah punya mobil, mengganti ban sendiri itu harus jadi kompetensi yang dimiliki.
Minggu sore, ketika saya mau pergi keluar, saya lihat ban depan sebelah kanan saya kempes pes pess. Jadi bener² kempes sekali, kondisi ini gak memungkinkan jika dipaksa dibawa ke tukang tambal terdekat.
Sudah Bermasalah dengan Ban
Sedikit flash back ke beberapa hari sebelumnya. Jadi beberapa waktu terakhir saya memang merasakan aneh dengan ban saya ini, jadi tiap kali berkendara, mobil itu selalu bergetar, seperti bergoyang. Tapi hanya pada jalan tertentu.
Dugaan awal adalah soal ban yang tergerus gak rata, jadi ketika menemui jalan dengan kontur bergelombang, dia akan bergoyang atau bergetar. Ini baru dugaan saja, belum pasti.
Sampai pada hari Jumat (14/4) saat dari PP Surabaya, di tol ban ini bergetar terus, entah kenapa, saya masih berdugaan hal yang tadi.
Kemudian, Sabtu (15/4), ketika saya berkendara lagi di tol, saya kebetulan buka jendela, dan saya merasakan bunyi² dari bagian ban depan. Ternyata ban depan sebelah kanan itu kempes, seperti nampak kurang angin. Tapi malam itu tidak saya isi angin, saya pikir ya biasa, biar besok saja Minggu sekalian keluar saya isikan angin.
Tibalah hari Minggu (16/4), pas keluar lihat parkiran ternyata si ban depan kanan ini kempes. Padahal mana mau keluar, mau gak mau harus repot dengan hal ini.
Kontak Tambal Ban Panggilan Nihil
Di dekat rumah memang ada tukang tambal ban, tetapi untuk motor saja. Kalau pun mobil ini bisa dibawa ke sana si okelah. Tapi ini kondisinya gak bisa dibawa, mau gak mau harus lepas ban dan bawa ke tukang tambal.
Terpikir lah tambal ban panggilan. Kebetulan saya masih ada kertas isi nitrogen. Saya coba WA nomor hotline nya di sana, tertulis BANDREX 0811 8302 125. Saya WA hasilnya apa? Ternyata gak tercover areanya, mereka hanya melayani wilayah: Surabaya, Malang, Bali, Jabodetabek, Semarang, Medan, Solo dan Jogjakarta. Wilayah Pasuruan tidak tercover.
Lalu cari di Google, tambal ban yang ada kontaknya ternyata tetep gak bisa juga, padahal bikin iklan 'tambal ban panggilan', hmm iklan sampah.
Semua kontak dihubungi nyatanya nihil, gak ada yang bisa diharapkan kecuali diri sendiri.
Hanya Ada Dongkrak, Kunci Nut dan Besi Bantu
Saat itu saya hanya berpikir ban ini bocor biasa, memang ban ini sudah pernah sekali ditambal. Dan yang ini saya lihat memang ada robekan, sampai benang ban itu terlihat. Tapi saya harus coba usaha dulu gimana melepas ban ini.
Saya ingat, dibagasi itu ada ban serep yang sejak 5 tahun mobil ini baru belum pernah dipakai. Berharap saja anginnya masih ada dan masih layak pakai.
Saya cek dan keluarkan dari tempatnya dan ternyata masih ada anginnya, setidaknya masih bisa digunakan sampai ke tambal ban terdekat.
Tapi PR nya adalah bagaimana melepas ban, saya coba gunakan alat yang ada, dongkrak, kunci ring nut dan tuas besi.
Awal saya coba putar nut ini sangat kuat, saya gak kuat. Pasrah saja ini gak akan kebuka. Bahkan putaran nut itu kemana saja saya gak tahu. Coba search informasi di Google, gak dapat. Hanya bilang kalau kunci atau lepas nut ban itu harus menyilang dan bla BLA BLA. Putarannya kemana tidak dijelaskan, taik!
Mulai lah kesal dan emosi. Untungnya saya masih bisa kendalikan diri. Ternyata ada tools lain, yaitu YouTube. Nah di YouTube itu membantu mereka yang punya masalah sama seperti saya, dan it's work, it's help me.
Jadi, membuka nut ban itu ada triknya, dan ini saya share kan lagi di blog ini, supaya blog saya bisa bermanfaat bagi mereka yang cari informasi yang sama, seperti saya butuhkan waktu itu.
Putaran ring nut velg mobil itu, jika mau membuka ring nut, putarannya adalah berlawanan dengan arah jarum jam. Ketika mengunci nut, itu putarannya searah jarum jam.
Ketika membuka ring nut ini, pastikan kendorkan masing² ring nut. Jika ring nut ada 4-5 buah, pastikan kendorkan semuanya terlebih dulu, jangan langsung buka. Kendorkan di sini maksudnya bisa dibuka tanpa bantuan kunci, yang penting putarannya terbuka dulu. Membuka kunciannya pun harus silang atau menyilang diantara titik ring nut nya. Untuk mengencangkannya gunakanlah kunci torsi.
Itu sih triknya, yang biasa dibagikan di Google, tips dan trik dari teknisi ban.
Nah ketika membuka tadi kan saya gak kuat tuh, ini ada triknya. Gunakan alat yang ada di sana, yaitu dongkrak.
Cara ini lebih aman untuk ring nut agar tidak gripis, karena torsi dari dongkrak lebih stabil.
Jadi si kunci ring nut itu dipasang pada baut nut yang mau dibuka, bisa lihat gambar di bawah. Lalu gunakan dongkrak pada posisi mendorong tuas itu ke atas, sesuai arah bukaan ring nut tadi.
Lakukan hal itu ditiap-tiap ring nut, buka satu per satu, kendorkan terlebih dahulu ya dengan bantuan dongkrak ini. Karena dongkrak membantu memberikan torsi yang cukup untuk kuncian ring nut tersebut, dengan meminimalisir kerusakan.
Setelah ring nut kendor, baru mulai pasangkan dongkrak untuk mengganjal rangka mobil supaya ban bisa diganti. Lalu lakukanlah penggantian dan kunci kembali ring nut dengan metode menyilang, kencangkan dulu dengan cara manual menggunakan tenaga tangan, setelah semua pada posisinya baru mengencangkan dengan alat, alat torsi jika ada.
Setelah terganti, saya langsung pergi ke tukang tambal ban, untuk mengisi angin baru dengan nitrogen sama seperti ban yang lainnya.
Ban depan kanan sudah dengan ban serepan, dengan tanpa dop karena saya lepas.
Ban yang lama coba ditambal ternyata gak bisa, karena status ban rusak, dimana sudah sobek yang sampai memperlihatkan benang ban nya, jadi mau tidak mau ban depan kanan itu harus pensiun dini dan tidak bisa digunakan sebagai ban serep.
Ban lama yang tidak bisa ditambal karena ban rusak. Dibuktikan dengan diisi angin ya tetep ngowos.
Begitulah kira² cerita first impresion saya ketika mengganti ban mobil sendiri, dengan bantuan channel YouTube.
Sekian dulu catatan sharing cerita dari saya, semoga bisa membantu rekan² yang senasib seperti saya ini. -cpr-





0 Komentar
Tinggalkan jejak, jika anda mampir ;p Terima kasih atas kunjungannya - cocoper6