Catatan ini bukan tips ya, jangan terkecoh sama judulnya. Soalnya yang saya lakukan ini kebetulan berefek seperti itu pada perut saya ini.
Beberapa hari ini saya seperti sembelit, susah BAB, agak berat tarikannya kalau BAB, mungkin ya karena kurang serat, makannya tidak seimbang, terlalu banyak kering²an dan goreng²an. Akhirnya ya jadi sembelit, pup nya gak lancar malah bikin wasir.
Dahulu kala, saya ini punya masalah pencernaan ketika mengkonsumsi kopi. Jadi kalau ngopi pasti gampang mencret. Kebiasaan ini terjadi karena sewaktu jaman sekolah, usia SMP kala itu seneng sama Nescafe Classic, saya sering minum itu kopi. Kopi itu terkenal keras, pahit dan asam sekali.
Usia SMP saya memang makan agak susah, cuma jajan ngemil dan ngopi nya yang banter, akibatnya sering maag, dan kopi yang 'keras' tadi membuat asam lambung bermasalah, pada akhirnya semua jenis kopi tidak bisa saya konsumsi, selalu mencret dan diare.
Lama berlalu saya sangat jauh² dari yang namanya kopi, lebih baik ngeteh atau air putih, itu lebih baik. Jaman kuliah hingga bekerja pun saya masih menjaga jarak dengan namanya kopi.
Sampai tahun 2019 mulailah kembali pendekatan dengan kopi karena tuntutan. Tuntutan apa, saya saat itu sudah sering berkendara dengan mobil, dan saya punya masalah 'ngantukan'. Obat yang paling alamiah mencegah atau menghalau kantuk ya kopi. Di situlah mulai saya berkenalan dengan kopi dan mulai akrab.
Walaupun saat itu efek kopi tidak begitu berpengaruh. Wajar saja yang saya konsumsi adalah kopi² yang dijual didalam kemasan, jadi ya pasti efek kafeine nya ya alakadarnya. Tapi itu jadi awal perkenalan kembali dengan kopi.
Mulai akrab dan dekat lagi ya pertengahan tahun 2022 ini, saya sampai membeli segala macam perabotan manual brew kopi. Kopi yang saya konsumsi bukan lagi kopi dalam kemasan botol, tetapi adalah kopi asli, seduh kopi yang benar² kopi.
Di situ mulai saya sering bereksperimen buat ragam kopi dengan manual brew yang saya punya itu, espresso jadi menu wajib. Kopi yang diekstrak dengan tekanan, ya walau hanya espresso ala² yang dibuat dengan MokaPot.
Di situ lambung saya masih cukup bersahabat dan tidak terlalu berimbas pada mencret atau diare. Efek anti kantuknya pun bekerja dengan cukup baik ketika saya mengkonsumsi kopi yang benar² kopi.
Seiring waktu saya bereksperimen dengan buat minuman² kopi kekinian, saya iseng mixing antara coklat dan kopi, lalu kemudian dicampurkan dengan es. Sepertinya segar jika diminum pas lagi stres gitu.
Jadi saya manfaatkan kopi yang ada saya mixing juga, dari kopi Kapal Api dan Singa 🦁. Untuk coklatnya saya pakai Chocolatos. Kesemuanya saya takar, kopi itu saya pakai total 10 gram, kemudian Chocolatos saya pakai 30 gram.
Untuk air panasnya saya kira² sendiri dan begitu juga dengan es batunya per gelas saya berikan 100 gram saja.
Alhasil ya seger sih, minum kopi tapi ada coklat² nya, atau minum coklat kaya ada pahit² kopinya, begitulah sensasinya. Namun yang menarik adalah sensasi setelahnya, dimana perut jadi kembung dan akhirnya mules dah.
Betul² efek minum es kopi coklat ini bikin perut langsung kembung. Untung saja sebelumnya saya sudah makan dulu, coba kalau gak makan lebih dulu bisa 'jebol' ini perut, kembali seperti dulu mencretan gara² kopi.
Yang mengalami masalah seperti saya dan berkomentar sama adalah adik saya, yang juga menikmati minuman yang sama. Dia pun merasakan kembung, hanya saja dia belum sampai pup.
Saya beruntung mules dan kembung ini membantu saya jadi dorongan untuk ngurangin masalah sembelit. Pup saya jadi gak terlalu berat walau jadi agak enteng, mudah²an jangan sampai moncor.
Begitulah kira² cerita saya malam ini. Sekali lagi yang tertulis dijudul itu bukan tips, tapi ya sharing apa yang saya alami saja. Memang ketika minum es kopi, entah es kopi susu atau semacamnya, kopi yang diberi es selalu memancing kembung diperut. Saya agak merasakannya setelah beberapa kali konsumsi, dan yang paling terasa kembungnya ya saat ini, kombinasi es kopi dan coklat. #sempurna . -cpr-
0 Komentar
Tinggalkan jejak, jika anda mampir ;p Terima kasih atas kunjungannya - cocoper6