Pakai Kacamata Terus-Menerus? Tidak Bagi Saya

Saya mulai menggunakan kacamata sejak tahun 2016, kala itu kebetulan ada teman satu kerjaan yang menawarkan, saat itu memang saya sudah menyadari mata saya minus, artinya rabun jauh, sulit melihat objek dari kejauhan.

Kebetulan ada teman menawarkan, okelah saya coba, dan awalnya saya terpancing karena koq kayanya keren style nya kalau pakai kacamata, saya anggap kacamata ini hanya sebagai aksesoris saja, dan kebetulan ada sistem klaim kacamata dari kantor, jadi saya coba buat lah kacamata ini.

Ilustrasi, ini kacamata terbaru saya edisi tahun 2022, yang saya peroleh dari klaim BPJS Kesehatan. Tanpa dipungut biaya sama sekali. Postingan terkait ini bisa dibaca di sini.

Itu kira² awalnya saya mulai menggunakan kacamata. Sejak awal saya tidak menggunakan kacamata harian, terus menerus dalam segala aktivitas. Kacamata saya gunakan hanya saat saya butuh.

Ketika beraktivitas di dalam ruangan, di depan komputer, atau aktivitas lain yang tidak membutuhkan penglihatan jauh tentunya saya tidak akan membutuhkan kacamata. Alasannya mengganggu dan memang tidak dibutuhkan.

Hal itu terjadi sampai saat ini, sampai saat saya ada tawaran lagi klaim kacamata gratis dari BPJS, saya melakukan pengecekan mata lagi dan dapat resep sehingga saya kembali punya kacamata.

Sejak tahun 2016 sampai 2022 ternyata masalah mata saya bertambah, minus mata bertambah dan ada silinder juga. #bonus

Meski begitu saya tetap tidak menggunakan kacamata dalam segala aktivitas saya, saya tetap seperti pola saya sebelumnya.

Teman² yang juga pengguna kacamata bilang jika seharusnya saya menggunakan kacamata itu terus menerus, supaya minusnya tidak bertambah.

Tapi saya tetap saja ngeyel dengan apa yang saya yakini, atas dasar kenyamanan dan kebutuhan. Saya pakai kacamata sebagai alat bantu melihat jarak jauh, tapi selama saya masih bisa melihat jarak dekat dan tanpa gangguan, maka saya gak akan gunakan alat bantu itu.

Saya menggunakan kacamata hanya ketika mengemudi, motor, mobil terutama, saat saya aktivitas di luar area yang membutuhkan penglihatan jarak jauh, saat menonton bioskop atau menonton apapun yang membutuhkan jarak jauh, barulah saya gunakan kacamata.

Memang saran dari teman² ini saya abaikan, bahkan mantri kacamata pun menyarankan hal yang sama. Mereka mungkin dan pasti bilang saya ngeyel dan memang iya, karena jujur saja saya butuhkan kacamata sebagai alat bantu saja.

Kalau tanpa alat bantu saja kita bisa beraktivitas tanpa terganggu, why not?

Yups, saya selalu punya alasan atau reason tersendiri tentang banyak hal dan saya memang sangat sulit menerima pandangan² yang umum, yang biasa, banyak pemikiran² saya yang nyeleneh dan diluar umum pikiran banyak orang. Saya punya jalan ninja sendiri untuk melihat suatu hal dan sering tidak mau sama dengan banyak orang.

Jika saya punya sesuatu pemikiran yang bisa berbeda dengan orang lain dan itu logis tentunya saya akan berbeda, namun jika tidak ada peluang berbeda ya sudah saya akan ikut pemikiran itu.

Meski begitu saya mencoba mencari second opinion terkait penggunaan kacamata ini, ada tertulis di sebuah artikel mengenai penggunaan kacamata ini:

Menurut dr. Syumarti, SpM(K), MSc, CEH, Kabid Pelayanan Medis di RS Mata Cicendo Bandung menegaskan bahwa sering lepas kacamata tidak akan menyembuhkan mata minus. Minus mata tidak akan terpengaruh oleh seberapa sering Anda melepas atau memakai kacamatanya. Terus-menerus memakai kacamata tidak akan menambah minus, begitu juga dengan lepas kacamata yang tidak akan memperbaiki penglihatan Anda. Sumber statement ini saya ambil dari sini, merupakan lansiran dari Detik Health juga.

Adapun agar kondisi tidak semakin parah bukan jangan sering-sering melepas kacamata yang harus dilakukan, dr Gitalisa menyarankan agar seseorang terutama anak-anak selalu mengecek apakah minus masih sesuai dengan ukuran kacamata. Ini seperti yang tertulis pada artikel lansiran Detik Health juga.


Nah dari sinilah dasar pemikiran saya bisa jadi acuan bahwa saya tidak salah juga. Hanya saja memang saya perlu melakukan pengecekan berkala terhadap masalah mata saya.

Sekali lagi, kacamata saat ini bagi saya masih saya anggap sebagai alat bantu untuk melihat, jadi tentunya akan saya fungsikan sebagaimana mestinya, jika saya membutuhkannya tentunya akan saya pakai, jika tidak ya tidak saya gunakan.

Biarlah mungkin saya akan dikatakan ngeyel dan semacamnya. Tentunya seiring waktu pemikiran saya akan saya update jika suatu waktu saya bertemu dengan pendapat yang lebih logis menjelaskan dan ilmiah terkait penggunaan kacamata terus-menerus ini bisa mengurangi atau tidak memperparah kondisi kelainan pada mata, entah minus atau plus.

Segitu saja catatan saya kali ini, sekedar membahas unek-unek apa yang saya rasakan ketika orang berpikir saya ngeyel, dan memang begitu adanya, karena saya punya alasan yang cukup logis, soal bagaimana saya memandang kecamata itu untuk apa.

Sampai jumpa dicatatan lainnya. Mungkin ada yang berkomentar atau menyampaikan pendapatnya boleh saja tulis dikolom komentar, saya terbuka membacanya dan mencoba memahami cara pandangnya. -cpr-

Posting Komentar

0 Komentar