Beruntung saya masih bisa ikut Paskah tahun ini, setidaknya awal mula tri hari suci yang diawali Minggu Palma saya masih bisa ikuti, walau saya ikut misa yang hari Sabtunya.
Paskah tahun ini tidak saya lalui dengan cukup baik, masih belum ada perbaikan dari tahun lalu, saya masih ya lalai, dan masih kalah saja dengan ego sendiri.
Catatan ini saya simpan untuk menggambarkan apa yang dilalui pada Minggu Palma tahun ini, sebagai dokumentasi diwaktu yang akan datang, sekedar nostalgia atau flashback.
Misa Minggu Palma hari Sabtu di Gereja Katolik St. Theresia dimulai pukul 17:00. Paskah tahun ini sepertinya lebih baik dari tahun sebelumnya meski masih dalam tema pandemi, umat yang datang relatif lebih banyak dan antusias, meski tetap masih dalam protokol kesehatan.
Datang kita check in di aplikasi pedulindungi.id yang barcode nya ada di depan gereja. Habis itu lanjut cuci tangan, lalu ke meja pendaftaran untuk mendapatkan nomor bangku duduk. Umat paroki sudah dibagikan kartu melalui ketua² lingkungannya. Saya datang tanpa membawa kartu itu untungnya ya masih bisa diterima dan bisa ikut misa. Umat datang, mengisi daftar hadir, nama, daei lingkungan mana dan nomor hapenya.
Misa sabtu sore ini cukup ramai, nampak gereja terisi walau tidak penuh sekali. Suasana misa besar sudah nampak dari dekorasi dan persiapan yang dilakukan panitia.
Pemberkatan daun² palma dilakukan di pintu tengah, masih masuk ke dalam gereja. Jadi tidak ada pemberkatan dengan percikan air ke seluruh umat, jadi seluruh daun palma umat diberkati secara bersama-sama, sehingga daun palma yang sudah dipersiapkan masing² umat jadi tercampur, yang kemudian setelah pemberkatan barulah dibagikan oleh misdinar dan panitia.
Saya yang sudah memilih daun palma untuk ditempatkan di mobil, di kamar dengan menyesuaikan ukurannya terpaksa harus mencampurkan dengan daun palma yang lain, akhirnya saya mendapatkan daun palma yang ukurannya tidak sesuai yang sudah saya persiapkan.
Pada saat persembahan, kolekte dimasukan saat komuni. Ketika misa bisa kolekte dimasukan ke kotak dekat pintu masuk/ keluar gereja, tapi pas misa besar ini kolekte dimasukan saat komuni.
Kemudian soal penomoran kursi, agak membingungkan, jadi nomor kursi dan card tag itu harus sesuai, cara menentukannya adalah lihat nomor pada card tag, cocokan dengan nomor bangku yang ada di punggung kursi ya (jadi bukan di depan), jadi ketika kita duduk, cocokan nomor itu dengan nomor di belakangnya.
Lainnya semua sama seperti misa besar lainnya, hanya itu saja yang jadi catatan saya pada misa Minggu Palma (Sabtu) hari ini. Misa berlangsung meriah.
Ada gangguan satu sih, ada satu keluarga dengan dua anak, dimana anaknya ini sulit diatur, kakaknya cewe masih 5 tahunan kurang, adiknya mungkin 2-3 tahunan, agak berisik tingkahnya dan sedikit mengganggu, nampak orang tuanya kesulitan menangani anak² nya itu.
Begitulah kira² catatan mengenai Minggu Palma (Sabtu) tahun ini, masih dalam suasana pandemi, namun semua berjalan baik. Semoga catatan ini bisa jadi pengingat dimasa yang akan datang. -cpr-
0 Komentar
Tinggalkan jejak, jika anda mampir ;p Terima kasih atas kunjungannya - cocoper6