Hari ini, saya kembali disegarkan mengenai percaya. Yups, kita yang lahir digenerasi umat manusia saat ini yang hanya diberikan pemahaman tentang iman tanpa ada bukti fisik yang kita lihat? Apakah kita masih percaya dengan iman kita?
Saya seorang Kristiani Katolik, pengikut Kristus, saya percaya Kristus sebagai Dia yang akan datang pada akhir jaman, bukan yang lain. Karena semua kitab menyatakan demikian, lalu buat apa saya meyakini yang lain.
Tak hanya itu, disaat ketidaklihatan pada bukti fisik, saat ini pula iman yang diyakini masih diserang dengan pemahaman² yang semakin membuat iman kita goyah. Apakah kita masih percaya?
Pada Minggu Paskah II hari ini saya kembali diingatkan soal kepercayaan tanpa melihat bukti fisik. Yups, berbahagialah yang tak melihat namun percaya.
Berikut ini petikan Injil Yohanes 20: 19-29
Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.
Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”
Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Kita tahu dalam Injil dikisahkan rasul Thomas yang tidak hadir ketika Yesus datang menemui para murid, Thomas tak percaya sampai dia mencucukan jarinya ke bekas luka paku Yesus dan menyentuh luka lambung Yesus. Ketidakpercayaan Thomas ini diganjar langsung oleh Yesus pada perjumpaan berikutnya, dan percayalah Thomas.
Hendaklah kita harus seperti Thomas? Atau menjadi yang lain seperti yang Yesus katakan, menjadi yang berbahagialah.
Untuk generasi kita saat ini dan untuk generasi yang akan datang, anak² kita misalnya, anak cucu kita nanti, sampaikan hal yang sama seperti yang kita terima saat ini. Bahwa, berbahagialah yang tak melihat namun percaya.
Memang selama kita hidup di dunia ini, bukti fisik seringkali dianggap penting. Dalam berelasi dengan pasangan, jatuh cinta, sayang barulah dianggap afdol ketika ada sentuhan fisik, nyata di depan mata, terbukti dan dibuktikan. Itu kenapa banyak relasi yang kandas karena masalah long distance relationship.
Nah, lalu apakah relasi kita dengan Tuhan juga seperti itu?
Sekali lagi, saya dan kita diingatkan bahwa, Yesus telah mengganjar kita menjadi orang yang 'berbahagialah'.
"Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
Di sinilah iman kita diuji. Kita harus kuat dalam percaya, karena Yesus itu nyata, tanpa perlu melihat fisik Yesus seperti apa, tapi Yesus itu ada ditengah-tengah kita, menyertai kita sampai akhir jaman. Percayalah akan janji² Nya. Para rasul yang sudah hidup bersama Yesus, mengalami kesaksian yang nyata, hendaknya kita kuat dalam percaya.
Bahkan kita bisa merasakan kasih Yesus dalam hidup kita, jika kita percaya, itu benar dan yakinlah. Kuat dan percaya, Yesus ada dekat kita, melalui Yesus hubungan kita dengan Tuhan menjadi sangat dekat, Dialah Bapa kita.
Semoga kita selalu dikuatkan dalam iman dan percaya, sesuai apa yang kita yakini, bagi saya, apa yang saya yakini sejak saya kecil, diberikan pengetahuan oleh orang tua, hingga saya cari tahu, dan sampai saya mati nanti, Yesus adalah penopang ku. Amin. -cpr-
0 Komentar
Tinggalkan jejak, jika anda mampir ;p Terima kasih atas kunjungannya - cocoper6