Urban Wagyu: Tenderness You Can't Resist

Masih efek #missionfailed soal mancing kemarin, pelarian saya ke wisata kuliner. Rencana mau jajan steak ini bulan depan, tapi demi menyenangkan hati kecewa, minggu sore ini saya dan tim jalan-jalan pergi jauh-jauh ke Surabaya untuk jajan.

Tempat steak rekomendasi dari hasil blog walking yang mau dituju adalah Urban Wagyu, yang berlokasi di Jalan Opak No.50, Surabaya.


Saya dapat informasi tempat ini dari postingan blogger Surabaya, tautan linknya ada di sini dan di sini. Kalau lihat postingannya saya jadi tertarik dan dibuat penasaran, apalagi pas jam makan siang, pas jam lapar-laparnya.

#steakhunter

Di Urban Wagyu ini punya beberapa menu steak. Ada yang steak daging asli, ada yang olahan. Kalau yang asli itu yang "prime". Kalau yang 'olahan' ini menunya Aussie Wagyu dan Bifu Wagyu itu merupakan potongan secondary lalu kemudian dibentuk seperti potongan daging. Untuk price list, bisa dilihat di cuplikan gambar.

 Ini list menu untuk Steak, kalau yang mau potongan prime, pilih yang prime, saya lebih rekomendasi yang prime sih, walau lebih mahal, Tender atau Sirloin enak, ya itu sih selera saya sih, jika dibandingkan yang Aussie dan Bifu

Kalau mau menu makanan lainnya, juga ada 

Ini list menu minuman 

Ternyata tersedia juga menu anak lho, tapi kalau pakai menu dewasa ya bisa, kalau gak habisin ya dimakan ayahnya lah. Kalau saya ayahnya, pasti saya sapu bersih hehehe 


Saya pesan menu Prime Wagyu: Sirloin 230 gram, dengan saus blackpepper, tingkat kematangan medium rear. Untuk minumnya saya memilih Ginger Ale.


Potongan dagingnya, empuk, juicy, enak lah pokoke, namanya juga steak "prime" hahaha

Minumnya saya pilih yang murah meriah, dapat air es dari cairan es baru dan dapat soda. Sayangnya ya gak bisa refill di sini

Setelah pesan kita menunggu 15-20 menit. Pertama datang itu minuman. Saya kira, minuman yang saya pesan itu dikemas di gelas tinggi, ternyata ditaruh di gelas kecil ala sloki, nah minumannya ternyata dalam kemasan merk "Schweppes", punya pabrikan Coca Cola.

Setelah menunggu beberapa waktu, datanglah menu yang saya pesan. Ketika datang, seperti biasa yang saya hirup pertama adalah aroma bakarannya, tapi saya tidak mendapatkan aroma bakarannya. Kemudian saya coba buncis/ kacang panjang, wortel dan mini tomat. Sayangnya, bumbunya tidak begitu strong seperti addtional yang saya rasakan di warung steak langganan saya.



Selanjutnya saya menjajal keempukan dagingnya, oke sih, motongnya juga oke, memang agak sulit ketika memotong bagian lemaknya, agak liat, tapi masih oke. Bumbunya meresap, hanya kurang strong. Saya pilih kematangan medium rear, itu mantab. Saya mulai suka kematangan pada tingkat ini, lezat sekali. Overall sih oke, enak, tidak mengecewakan, dan saya suka.

Kekurangan buat saya hanya bumbu kurang strong saja. Ketika bumbunya kurang strong, saya tidak bisa menikmati resapan bumbu ketika masuk ke dalam mulut dan saya mengunyahnya.

Ada beberapa menu steak lain yang diorder, apa saja itu mungkin bisa lihat digambar di bawah ini

 Ini Bifu Tenderloin

Ini Prime Tenderloin

Ini Bifu Sirloin

Segitu dulu catatan jalan-jalan jajan saya di Minggu yang cerah sore ini. Catatan ini bisa jadi pengingat yang baik ke depannya, ya sekedar buat nostalgia dilain kesempatan. -cpr-

Comments

Popular Posts