Angkringan Depan Stasiun Tanggulangin

Buntut dari #missionfailed, sepulang midnight watching mampirlah kita ke tempat angkringan rekomendasi dari teman, katanya ada angkringan all item @2,5K, kecuali sate kepala ayam itu @3K.

Penasaran, kami telusuri lokasinya, katanya ada di depan Stasiun Tanggulangin. Yups, kami menemukannya, tepat di depan stasiun. Angkringan ini terbuka, memanfaatkan halaman sebuah toko, meskipun dipagari model portal, pengelola angkringan tetap menggelar karpet-karpet lesehan. Mungkin sudah ijin dengan pemilik toko.


Lewat tengah malam, yang duduk-duduk dan makan serta sekedar nongkrong cukup banyak, didominasi muda-mudi. Meskipun hanya diterangi cahaya lampu jalan dan lampu dari penerangan toko, pengunjung asyik menikmati malam sambil mengobrol. Sedangkan saya sendiri asyik mengetik postingan ini.

Ketika cuaca langit cerah, tempat ini enak buat nongkrong menghabiskan malam, kongkow dengan teman-teman. Tapi kalau hujan, jangan harap bisa ngeleseh begini.

Oh iya, angkringan ini dijajakan dengan menggunakan mobil, untuk mendisplay dagangannya di mobil cary lawas yang dimodifikasi ada etalasenya. Sebagai peneduh saat cuaca tak bersahabat, ada tenda terpal yang cukup.


Jual apa saja di angkringan ini? Ya seperti angkringan pada umumnya lah. Ada beranekaragam sate-satean, ada sate telur puyuh, sate ampela ati, sate sosis, sate kulit, sate ceker, sate jeroan, sate kepala ayam, sate tahu, dan beranekaragam sate lainnya. Ada pula nasi kucingnya, hanya saja waktu saya makan di sini varian nasi kucingnya hanya nasi putih tahu balado (kalau salah tebak).

Kalau minuman, ya khas angkringan, ada jahe anget, teh anget/ es teh, kopi, dan beragam minuman lain, bukan yang ala-ala restoran atau cafe ya, standar warungan biasa.

Malam ini, saya ambil sate kulit (2), sate puyuh (1), sate sosis (1) dan dua bungkus nasi kucing. Minumannya saya pesan wedang uwuh. Itemnya nampak banyak, tapi itu tidak membuat saya kenyang. Tapi dari kesemuanya, saye favorit adalah sate kulit.


Semua sate-sate yang kita pilih, sebelum dihidangkan akan terlebih dulu dibakar. Tidak ada menu goreng di sini. Jadi, kita datang, pilih lauk, taruh piring, kemudian minta dibakarin, take name, pesan minum, lalu cari tempat duduk enak, dan tunggu pesanan siap. Dipanggil nanti namanya.

Total uang yang saya keluarkan untuk menu yang saya makan adalah sebesar Rp 20.000,-. Rincianya, sate saya ambil 4 tusuk @ Rp 2.500,-, kemudian wedang uwuh Rp 5.000,- dan nasi dua tangkup @ Rp 2.500,-. Pertanyaannya, apakah worth it? Saya rasa si kalau buat tempat nongkrong, mengobrol menghabiskan waktu bersama teman, tempat ini bisa jadi pilihan.

Segitu saja catatan jalan-jalan saya malam minggu ini dalam tema jalan-jalan pengalihan isu kecewa gagal mancing laut #missionfailed. -cpr-

Comments

  1. Minuman yang rekomended katamya teh tarik, sy blm coba, mungkin lain kali coba lagi.

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Iya enak, kalau dirasa sih mungkin biasa saja ya, tapi over all enak sih. Kalau saya tertarik hanya pada kulit saja. Kalau dibandingkan Shao Kao, ya jauh banget, kalah dibumbu bakarnya saja sih. Ya ada harga ada rupalah, tapi untuk jajanan sejenis seperti ini, boleh diadu deh.

      Delete

Post a Comment

Tinggalkan jejak, jika anda mampir ;p Terima kasih atas kunjungannya - cocoper6

Popular Posts