Trip Purwokerto - Semarang #jawatrip

Meski semalam tidur telah lewat tengah malam, untungnya pagi ini saya bangun dengan kondisi segar, tidak ada terasa lelah. Ya karena perasaan senang, bisa kumpul dengan sahabat sekaligus saudara. Senangnya, apalagi bisa menyambangi Princes Raya.

Pagi ini saya bangun sudah siap-siap, cek mobil, cek oli, radioator, wiper dll. Meskipun mobil baru, aktivitas rutin ini harus dilakukan sebagai pemilik mobil.

Semalam kebetulan Datsilver pertama kalinya kena hujan, kena hujan air Purwokerto. Ya, sejak pertama kali keluar dari dealer, baru ini kejatuhan air dari langit, beruntungnya air hujan dari Purwokerto. Jadi, pagi ini saya mesti siram-siram, buat hilangkan kotoran debu dan lap butiran air, supaya tidak flek.


Habis selesai bersih-bersih dan lap-lap, kemudian kebas-kebas kabin dari debu dan pasir, saya lanjutkan menata barang bawaan untuk dibawa di perjalanan selanjutnya. Kemudian, mandi, sarapan dan kemudian berfoto untuk kenang-kenangan.


Start dari Purwokerto sekitar pukul 9 pagi. Tapi kami sambangi SPBU sekitar Karanglewas, isi full tank sekitar 169K, kemudian isi angin nitrogen, saya lanjutkan perjalanan menuju Semarang. Rute yang saya pilih adalah Purbalingga - Pemalang, lanjut via tol fungsional Pemalang - Batang - Kendal - Semarang.

Etape pertama ya Purwokerto - Purbalingga, perjalanan lancar jaya, tanpa halangan, tanpa macet berarti. Kondisi jalanan juga halus, mulus hanya sempit aja, ya masih sama seperti lebar jalan ketika jaman saya kuliah dulu 2004 - 2009.

Etape kedua, lanjut Purbalingga - Pemalang. Nah perjalanan ini, relatif berat. Medannya menanjak itu lho, waduh luar biasa. Untung saja saya pilih jalur ini, dengan awal alasan kilometer terpendek. Tapi ternyata alasan lain adalah medan yang jauh lebih baik. Andaikan saya pilih jalur Temanggung, bakal berat lagi.


Jadi begini, Datsun ini ternyata untuk tanjakan tenaganya kurang greget, gigi 2 saja nafas pendek sekali. Mungkin harus diakali dengan trik tertentu atau ancang-ancang lebih. Tapi kondisi jalanan yang relatif padat, jadi membuat ancang-ancangnya susah. Di depan ada Sinar Jaya lelet, akhirnya perjalanan saya jadi melambat. Aduh, bener-bener saya dibuat keteteran. Wajar juga sih, karena ini pertama kali bagi saya, kurang sigap pindah-pindah perseneleng. Ini akan jadi pelajaran saya buat kedepannya.

Etape ketiga melalui tol fungsional, Pemalang menuju Semarang. Ya tol belum murni selesai, tapi difungsionalkan untuk mudik lebaran tahun ini. Beberapa badan jalan masih cor beton, hanya beberapa ruas saja yang diaspal halus.


Di etape ini, beberapa kali tersendat terutama di rest area. Ada banyak rest area di jalur ini, mantab dah, jadi tidak kesulitan buat istirahat, hanya saja ya kendaraan yang mau masuk dan keluar rest area bikin perjalanan tersendat.


Kemacetan lainnya terjadi di "jembatan merah" Kalikuto yang masih tahap konstruksi. Jadi tersendat karena antrian kendaraan melintas satu per satu di jembatan ini. Di titik ini banyak pejabat terkait memantau, ada juga dari kepolisian dan wartawan meliput berita di titik ini.


Sepanjang jalur di etape terakhir ini full gratis. Baru bayar itu setelah masuk tol yang sebenarnya. Tol fungsional ini benar-benar gratis, parkir dan buang air kecil besar juga gratis. Lalu, jika nanti dioperasionalkan menjadi tol beneran, berapakah kira-kira tarif tolnya? "Tol-ong pikirkan saja sendiri!" hahaha

Selama perjalanan kami sempat beberapa kali istirahat, di Randudongkal, kemudian di Pemalang dan di rest area. Perjalanan santai ini akhirnya memakan waktu yang cukup panjang. Tercatat kami baru sampai di Kota Semarang itu sekitar pukul 17:00. Lama kan ya? Iya lah, karena kami benar-benar menikmati perjalanan yang lancar, tidak ngoyo juga untuk cepat sampai.


Syukurlah, Puji Tuhan kami sampai dengan selamat ditujuan, Perumahan UNTAG, Karangrejo, Semarang. Aksesnya cukup mudah, keluar tol, langsung sampai deh.

Sekarang, tinggal menikmati aktivitas di Semarang, dan menunaikan nazar perjalanan kali ini. Catatan lainnya akan saya bagikan dicatatan lainnya.

Terima kasih Tuhan atas berkat dan penyertaan Mu dalam tiap perjalanan kami. Thx God.cpr.

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Bantal hijau ini, pada akhirnya tugasnya menemani bapak waktu di RS Grati di awal Desember 2021. Lihat bantal ini jadi inget Bapak Suyatno.
    Hari ini keluarga (Nela, ibuk, mba Ris, Mas Ad) nyekar ke Kediri.

    BalasHapus

Tinggalkan jejak, jika anda mampir ;p Terima kasih atas kunjungannya - cocoper6