Trip to Duyung Trawas Hills

Menikmati akhir pekan di daerah berbeda rugi jika tidak berkunjung ke tempat wisatanya. Di sini memang banyak tempat wisatanya, namun kali ini saya hanya berkunjung ke salah satu tempat wisata di daerah ini. Saya sempat dibuat bingung di sini, karena wilayah antara satu kabupaten dan kabupaten lain cukup berdekatan, jadi saya dibuat bingung, dimana saya berada saat ini.

Seperti ketika saya coba berkunjung ke salah satu tempat wisata ini, ternyata lokasinya berada di wilayah Kabupaten Mojokerto. Padahal ketika sebelum berangkat saya dari wilayah Kabupaten Pasuruan. Padahal saya merasa perjalanan yang saya lalui relatif dekat. Tapi ternyata sudah lintas kabupaten saja.

Oh iya, menuju lokasi ini saya hanya berbekal panduan dari GPS, koneksi sinyal Indosat di sini cukup terbatas kadang dapat, kadang sinyal hilang. Tapi over all masih bisa jadi pemandu arah menuju TKP.


Ditemani guide lokal sini, @nanjar.arief saya berangkat menuju lokasi wisata yang menurutnya bagus. Lokasi wisata yang kami tuju adalah DTH, singkatan dari Duyung Trawas Hills, yang berada di Dusun Bantal Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Lokasinya berada di kawasan pegunungan Gunung Penanggungan, Gunung Welirang dan Gunung Arjuno. DTH ini infonya dibangun sekitar tahun 2013, jadi masih baru untuk sebuah tempat wisata.


Tempat wisata seperti ini sebenarnya tidak asing, karena suasana seperti ini mirip seperti yang ada di Bogor. DTH itu merupakan wisata lokal yang didesign seperti taman bermain outbond, di sini ada beberapa permainan outbond. Sering juga digunakan untuk acara komunitas juga di sini. Ada juga resto bergaya saung-saung taman, sangat cocok untuk keluarga yang ingin berlibur mengajak bermain anak-anak di sini, tempatnya aman untuk bermain anak ayunan, mobil-mobilan, becak-becakan, patung super hero, patung pandawa lima dan lain-lain.


Spot wisata alamnya hanya ada curug, yang posisinya agak ke bawah, butuh 500 meter menuruni bukit untuk menuju air terjun kecil. Kalau saya bilang sih, ya hanya mampu menampung beberapa pengunjung saja. Di sini kita pun hanya sekedar beristirahat, bermain air, membasuh muka menikmati kesegaran air pegunungan. Airnya tidaklah jernih, ya tapi masih okelah untuk bermain-main air di sini.


Oh iya, untuk tiket parkir itu dimintai retribusi 5K per motor, untuk mobil saya kurang tahu berapa retribusinya. Area parkirnya cukup luas koq. Kemudian untuk masuk area outbond DTH di pos depan kita akan dimintai retribusi 10K per orang. Kalau ke sini hanya untuk makan di Green Fresh tidak perlu membayar. Jadi ada dua akses masuk. Kemudian, kalau mau turun ke arah air terjun kita harus bayar lagi 10K per orang.



Di area DTH ini selain ada outbond area, ada pula kebun binatang kecil, dimana untuk masuk kita harus mbayar 10K lagi. Kemudian ada waterpark mini, untuk masuk pun kita harus membayar retribusi lagi 30K saat weekend dan 25K saat weekeday, juga ada taman bermain anak. Di sini pun ada kantin yang menjual jajanan, ya untuk melepas lapar pengunjung.

Oh iya, ada juga warung yang menyajikan duren, maklum di sekitar sini banyak sekali pohon duren hutan, jadi wajar duren jadi buah yang mudah ditemukan di sini.

Ada juga hotel/ penginapan di area ini. Entah berapa tarif per malam di sini. Tapi, katanya sih ada penginapan, masih di sekitar DTH juga koq, aksesnya ya cukup berjalan kaki.

Air Terjun DTH
Seperti yang saya katakan di catatan di atas, posisi air terjun DTH ini kurang lebih 500 meter ke arah bawah. Untuk menuju lokasi harus siap berjalan kaki. Turunnya sih enak, naiknya cukup melelahkan hahaha. Ya mungkin ini yang jadi alasan kenapa saya tidak begitu suka dengan kegiatan naik gunung.


Jalan menuju lokasi air terjun hanya jalan setapak kecil, ditemani tanaman-tanaman kebun masyarakat, ada kebun jagung dan padi. Ada juga pohon duren, rambutan, srikaya.


Saat saya menuju lokasi suasana cukup terik, namun hijau pepohonan dan rimbunan pohon membuat suasannya tetap terasa sejuk. Namun jika melintas area tanpa pepohonan teriknya cukup berasa, tapi langsung terbayar ketika berhasil mencapai tempat dengan rimbunan pepohonan.




Di sekitar air terjun ini disediakan ruang ganti/ toilet di sisi lain air terjun. Kalau dari arah air terjun, ruang gantinya tidak terlihat, tertutup pos jaga semi permanen pengelola.


Saran sih, buat yang mau bawa anak kecil ke arah air terjun, beri tahu harus siap berjalan ke bawah dan siap untuk naik, cukup lumayan. Turun enak, hanya saat pulangnya itu berat sekali rasanya. Buat orang tua yang membawa anak-anak, harus siap gendong ya. Meski dekat hanya 500 meter tapi lumayan juga sih. Soalnya space jalannya kecil, hanya jalan setapak yang cukup satu orang.



Ya, itu aja sih yang bisa saya bagikan sebagai catatan perjalanan saya minggu pagi ini. Saya harus segera kembali, sebelum hujan. Maklum, menjelang sore di sini sering hujan. Daripada kehujanan, jadi sebelum hujan kami harus sampai rumah.


Lain waktu, saya akan coba kunjungi lokasi wisata yang lain. Plus siapkan kostum air, karena di sini kebanyakan wisatanya adalah wisata air, maklum kebanyakan didominiasi pegunungan. Sampai jumpa di catatan saya lainnya. Terima kasih buat @nanjar.arief yang sudah jadi guide lokal saya selama perjalanan.cpr.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sani Dewa Pelindung Saturnus

Trip Balik, Mof – Makassar – Surabaya – Cirebon (1)

Pengadilan dan Kejaksaan Negeri untuk Proses Ambil Sitaan Tilang