Respirator Masker Pelindung Pernafasan

Udara ibukota makin hari makin tidak bersih, polusi udara mencemari tiap sudut jalanan ibukota. Bagi comuter seperti saya yang menggunakan kendaraan bermotor non mobil, punya resiko tinggi terhadap polusi udara. Beberapa waktu sekali sering saya terkena ISPA, mungkin akibat paparan polusi ini.


Masker merupakan solusi sementara menghambat polusi yang masuk ke pernafasan. Masker yang sering saya gunakan adalah masker operasi, berbahan dasar kain dua ply. Ya paling digunakan 2-3 hari paling lama harus dibuang dan ganti yang baru. Terkadang menggunakan syal atau buff berbahan kain. Pernah juga pakai masker khusus motor berbahan kain dan busa. Namun efektifitas penggunaan masker-masker tersebut sangat kurang efektif. Apalagi saya pengguna kacamata ketika berkendara, akan cukup terganggu dengan uap nafas yang keluar dari sela masker dari arah hidung ke atas (punggung hidung), jadi membuat embun pada kacamata, hal ini mengganggu visibilitas berkendara.

Akhirnya saya menemukan jenis masker lain yang saya rasa cukup aman, yakni masker respirator yang banyak dijual bebas di pasaran, bahkan toko online. Saya tahu jenis masker ini sejak saya masih SMP, dulu saya lihat biasa dipakai oleh anak-anak mural painting. Masker ini dirasa cukup aman menyaring udara dari partikel cat. Dulu saya pikir masker jenis ini mahal, tapi ternyata ada beberapa grade dan harga menyesuaikannya. Kini saya kembali dikenalkan dengan kebutuhan akan masker ini, yaitu kebutuhan masker untuk industri. Kebetulan saya seorang staf purchasing, masker untuk pekerja industri dirasa penting. Demi pengadaan, dan saya perlu untuk tahu mengenai masker jenis ini, maka saya membelinya satu untuk dicoba dan dipakai sendiri, tentunya bayar pakai uang pribadi lah.

Akhirnya saya coba satu masker respirator ini, ya bukan kualitas terbaiknya, saya coba yang kualitas nomor dua, namun tetap tidak mengesampingkan fungsinya. Karena bagaimana pun bentuk maskernya, hal terpenting adalah pada catridge filternya. Peruntukannya berbeda-beda, tergantung penggunaannya dimana, di area berpolusi debu kah? Gas organik kah? Banyak jenis catridge yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan pemakainya.

Karena kebutuhan saya hanya untuk sehari-hari, debu dan asap-asap jalanan, catridge berkode RC203 dirasa cukup. Catatan mengenai jenis-jenis catridge filter untuk masker respirator ini akan coba saya catatkan di lembaran yang lain.


Masker respirator yang saya gunakan adalah NP306. Masker ini keluaran pabrikan KW dari merk Blue Eagle. Bentuk dan modelnya hampir sama, bahkan kemasan kardusnya hampir sama hingga warna kemasannya. Pembedanya hanyalah logonya saja. Pada awalnya, saya kira yang saya beli adalah Blue Eagle, ternyata bukan. Pemberian kode barangnya pun mirip-mirip dengan Blue Eagle punya. Hanya sayang saya lupa dengan merk KW nya apa, karena dusnya sudah saya buang. Saya hanya mengira-ngira saja sih, yang saya beli ini KW, tapi entah sebenarnya mana yang tiruan dan mana yang asli.

Awalnya memakai masker 'moncong babi' di jalanan umum rasanya aneh. Wajar saja, sangat jarang orang memakai masker ini berkendara. Menjadi pusat perhatian sih pasti. Tapi lama-lama saya terbiasa. Mau tidak mau saya merasa butuh menggunakan masker jenis ini, mengingat polusi jalanan yang tidak bersahabat dengan paru-paru saya. Mungkin, dengan berjalannya waktu, akan ada orang lain yang menggunakannya. Menggunakan masker jenis ini, saya tidak perlu khawatir terganggu dengan kaca helm atau kacamata yang mengembun dari uap pernafasan kita. Efektivitas memfilter udara yang terkontaminasi polusi asap kendaraan bermotor pun cukup baik, apalagi debu dengan partikel lebih besar. Saya rasakan nyaman ketika ada debu di jalan dan asap kendaraan dari "senjata pemusnah massal" seperti kopaja dan metromini dan motor RX-King, Ninja 2T dan motor-motor/ mobil tua, atau truk bermesin diesel yang berasap. Hanya saja, ketika dekat dengan perokok, asapnya tetap bisa saya hirup 'sedikit', tapi masih lebih baik tersaring terlebih dahulu daripada jika saya tidak menggunakan masker jenis ini.

Secara keseluruhan masker respirator cukup baik bila digunakan berkendara di ibukota yang penuh polusi. Mungkin, pemilihan model/ tipe masker dengan single catridge bisa jadi pilihan. NP305 misalnya, single catridge lebih sederhana, model ini saya lebih senang menyebutnya masker 'moncong tapir'. Ada beberapa jenis masker respirator dengan model lebih modern dengan grade lebih baik keluaran 3M, bisa jadi pilihan. Tapi buat saya, masker yang saya gunakan ini sudah lebih dari cukup. Fungsi lebih penting daripada gaya.


Mungkin lain waktu catatan khusus tentang masker respirator akan saya posting di blog saya yang lain. Ini hanya sedikit testimoni saya menggunakan masker respirator, masker yang lebih cocok digunakan menghalau polusi di ibukota. Akhir kata, salam untuk udara bersih, mari gunakan masker dengan fungsi yang lebih efektif!cpr.

Komentar

  1. Jangan heran jika pada bagian dalam masker akan muncul uap air dari pernafasan kita. Akan ada titik-titik air menempel di dinding masker bagian dalam. Sediakan saja tissue untuk menyerap uap air tersebut.

    BalasHapus
  2. Review lagi, menggunakan masker model ini, bikin ngantuk, mungkin karena karet dan masker harus terikat dengan kencang, membuat otot di sekitar muka jadi tertarik, jadi buat otot2 di sana lelah, efeknya mata tu jd pgn merem aja, apalagi kalau suasana ny adem. Bahkan lagi panas jg bikin ngantuk, entah krn nyaman dg maskernya atau bagaimana. Sampai skr sy msh heran, dan perlu konsentrasi lebih berkendara dg masker jenis ini.

    Repot lagi ketika hidung atau area sekitar bibir gatal, mau garuknya agak susah, bin ribet.

    Repot lagi kalau pas masuk gate yg perlu pemeriksaam khusus yg hrs membuka masker, repot membuka nya kalau masker tipe ini.

    BalasHapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejak, jika anda mampir ;p Terima kasih atas kunjungannya - cocoper6

Postingan populer dari blog ini

Sani Dewa Pelindung Saturnus

Trip Balik, Mof – Makassar – Surabaya – Cirebon (1)

Pengadilan dan Kejaksaan Negeri untuk Proses Ambil Sitaan Tilang