Benarkah Aktivitas Hidup Hanya Separuh Umur?

Pernah dengar bahwa kucing adalah hewan yang menghabiskan separuh hidupnya dalam sehari untuk tidur? Bagi pecinta kucing pasti memahami, karena ketika kucing tidak sedang beraktivitas, bermain atau berburu, yang dilakukan adalah tidur. Menurut data, lama hidup kucing adalah 4-5 tahun. Dalam sehari, kucing menghabiskan waktu 12-16 jam untuk tidur. Dari situ kita bisa lihat, dalam sehari separuhnya dihabiskan untuk tidur.

Ilustrasi

Apa sih pengertian tidur? Tidur menurut Wikipedia adalah keadaan istirahat alami pada berbagai binatang menyusui, burung, ikan, dan binatang tidak bertulang belakang (avertebrata). Menurut para ahli, tidur didefinisikan sebagai suatu keadaan bawah sadar dimana seseorang masih dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya.

Artinya, ketika kita tidur tidak banyak yang bisa kita lakukan secara sadar, dalam arti semua organ fisik kita beristirahat, hanya organ dalam tubuh kita yang melakukan fungsinya seperti biasa (dalam fase istirahat). Jadi meski kita istirahat, organ lain (organ dalam) tetap bekerja hanya tidak lebih keras ketika kita sedang aktivitas. Ya iyalah, kalau organ kita tidak bekerja, berarti mati dong.

Ilustrasi

Tadi soal kucing, nah lalu bagaimana dengan manusia, berapa jam waktu yang dihabiskan untuk tidur ya?

Dari beberapa sumber yang saya baca, waktu tidur ideal untuk manusia dibedakan lamanya menurut usia. Ketika bayi membutuhkan waktu tidur lebih lama, kemudian saat dewasa dipatok diangka ideal 7-8 jam per hari. Rinciannya sbb.:
  • Bayi baru lahir (0-3 bulan) 14-17 jam per hari.
  • Bayi (4-11 bulan) 12-15 jam per hari.
  • Balita (1-2 tahun) 11-14 jam per hari.
  • Anak prasekolah (3-5 tahun) 10-13 jam per hari.
  • Anak usia sekolah (6-13 tahun) 9-11 jam per hari.
  • Remaja (14-17 tahun) 8-10 jam per hari.
  • Orang dewasa muda (18-25 tahun) 7-9 jam per hari.
  • Dewasa (26-64 tahun) 7-9 jam per hari.
  • Tua (65 tahun >) 7-8 jam per hari.

Berdasarkan angka-angka ideal itu, kini saya sadar, kenapa dulu ketika saya masih prasekolah, kemudian masa sekolah pendidikan dasar, orang tua dan guru selalu menganjurkan untuk tidur siang sepulang sekolah 1-2 jam, habis makan siang, mengerjakan tugas/ peer, dilanjutkan tidur siang. Ternyata inilah alasannya, yaitu demi mendapatkan angka tidur ideal sesuai umurnya, karena masa pertumbuhan, waktu istirahat cukup diperlukan tubuh untuk menyeimbangkan metabolisme pertumbuhan. Dulu, saya suka heran, kenapa mereka sering memaksa saya untuk tidur siang, padahal saya sedang tidak ingin melakukannya.

Kembali ke netbook! Melihat angka-angka ideal di atas, kalau dirata-ratakan saja, tidur normal manusia 8 jam sehari, dikalikan dengan setahun (365 hari), berarti kita habiskan 2.920 jam setahun untuk tidur, artinya 121,6 hari (setahun) untuk tidur jika diakumulasikan. Itu artinya lagi 33% dalam setahun habis untuk tidur saja. Jika umur saya sekarang 30 tahun, berarti saya habiskan waktu untuk tidur 3.648 hari, yang artinya 9,9 tahun saya habiskan untuk tidur. Ya itu angka rata-rata saja sih. Berarti 20 tahun saja yang saya habiskan untuk beraktivitas.

Wow banget, tidur dalam waktu kurang lebih 10 tahun. Ya itu angka total akumulasi kasar jika dihitung matematika. Bayangkan, tidur hingga 10 tahun lamanya, sudah seperti putri tidur atau orang koma. Sebenarnya bukan berarti 10 tahun tidur, 20 tahun sisanya aktivitas tanpa tidur, bukan seperti itu. Tubuh kita tidak bisa diperlakukan seperti itu, karena tubuh perlu keseimbangan dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi idealnya kehidupan. Siang dan malam juga salah satu faktor yang mempengaruhi. Kenapa kita beraktivitas di siang dan malam untuk beristirahat. Tubuh pun merespon itu secara alamiah, tubuh kita pun membutuhkan cahaya matahari dan hal-hal lain secara alamiah.

Sedikit intermeso, ada lagi menurut hitungan tertentu tentang berapa sih umur manusia itu sebenarnya, jika dilihat dari sisi religius. Perhitungan yang dianggap "absolute" kebenarannya menurut keyakinan tertentu, meyakini bahwa sehari di akhirat merupakan seribu tahun di dunia. Atas dasar itu, diperhitungkanlah secara matematis hingga ditemukannya angka 1,5 jam saja waktu akhirat sama dengan umur rata-rata kebanyakan manusia hidup, yaitu 60-70 tahun. Sungguh singkat bukan? Bagi saya yang tidak meyakini pemahaman tersebut merasa dengan adanya hitungan tersebut malah bagus. Sebagai pengingat bahwa hidup itu singkat, manfaatkanlah waktu yang ada dengan baik. Artinya sebenarnya tidak ada waktu yang bisa kita sia-siakan untuk tetap berada di jalan yang benar.

Kembali lagi kepertanyaan saya pada judul catatan saya kali ini. Melihat apa yang telah dihitung tadi di atas, bahwa memang benar bahwa aktivitas aktif kita sebenarnya hanya separuh dari umur kita hidup, sisanya kita habiskan untuk beristirahat/ tidur. Semakin aktif kita beraktifitas, maka semakin sedikit waktu yang dihabiskan untuk tidur. Karena, perhitungan diatas hanya rata-rata saja. Lebih kurangnya, bergantung pada kita sendiri. Tapi yang pasti, tubuh perlu istirahat dan tubuh punya respon alamiah untuk menjaga kesimbangannya, jadi ikuti apa yang dianjurkan dan manfaatkan waktu dengan baik. Itu pesan untuk kita, termasuk saya, catatan ini penting terutama bagi saya pribadi.cpr.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sani Dewa Pelindung Saturnus

Trip Balik, Mof – Makassar – Surabaya – Cirebon (1)

Pengadilan dan Kejaksaan Negeri untuk Proses Ambil Sitaan Tilang