First Drive with Matic Car

Sensasi pertama berkendara dengan kendaraan yang baru pernah pegang adalah luar biasa, menegangkan. Berkendara dengan mobil manual sudah pernah, meski belum mahir betul, nah kali ini dihadapkan berkendara dengan mobil bertransmisi automatic, rasanya wow! Bagi saya sih begitu, hal berbeda pasti dialami driver lain yang menganggap hal ini biasa aja.

Sebelumnya, saya mencoba baca tutorial sebelum drive langsung. Bertanya pada driver yang sudah terbiasa mengemudi dengan transmisi matic. Sekiranya informasi cukup, saya mencoba simulasi ketika berkendara motor matic, saya kondisikan saya sedang mengendarai mobil dengan transmisi matic. Banyak kasus insiden driver mobil dengan transmisi matic membuat kesalahan. Satu catatan saya, bahwa rem merupakan utility yang penting dimobil matic. Jika dimobil manual, kopling merupakan utility penting.

Informasi lain yang perlu saya ketahui adalah mobil yang akan saya kendarai, bagaimana bentuk transmisinya dan hal-hal lain yang saya butuhkan. Karena masing-masing pabrikan mobil matic punya bentuk perseneling berbeda-beda, plus fitur-fiturnya. Meski begitu, secara umum sama saja penggunaannya. Tapi saya merasa butuh informasi ini untuk membiasakan diri dengan suasana 'baru'. Maklum, saya tipe orang yang perlu waktu untuk adaptasi. Ketika semua informasi cukup dikepala, yang terakhir adalah menenangkan diri, maklum, hawa gugupnya itu lho, bisa tapi kalau gugup itu sangat mengacaukan konsentrasi.
Akhirnya, duduk dibalik kemudi, dan menjalankan informasi yang sudah diperoleh dan drive. Yups, first drive with matic car. Komentarnya, jauh lebih tenang dibandingkan manual. Wajar, karena variabel kopling ditipe ini dihilangkan (diotomatiskan), variabel lain yang perlu diperhatikan adalah rem. Kalau variable pedal gas, itu bisa digunakan sesuai kondisi, bukan menjadi hal utama, karena pedal gas tidak melulu dibejek. Penggunaannya adalah kombinasi, sama seperti dimobil manual sih. Dan penggunaan dua pedal ini dioperasikan dengan kaki kanan, secara bergantian, sehingga kaki kiri dalam posisi free job. Saya pada awalnya, masih keder, hingga kaki kiri ikut bermain, tapi lama-lama terbiasa juga.

Panel perseneling dimobil matic jauh berbeda, tuasnya mungkin sama, hanya yang membedakan adalah alur persenelingnya. Lebih jelas, bisa dilihat digambar di bawah ini. Itu adalah gambar perseneling Avanza AT. Ada posisi P alias parking. Posisi ini adalah posisi enak, dalam arti kedua ban akan terkunci saat posisi berhenti. Di saat mesin menyala kondisi diam, posisikan tuas perseneling di posisi ini, mobil akan diam. Posisi yang nampak serupa adalah posisi N, hanya saja ketika posisi N, keempat roda jadi hidup. Jika jalanan menanjak mobil akan meluncur turun (baik maju atau mundur tergantung arahnya mobil). Posisi R, digunakan untuk mundur, penggunaannya pun tidak perlu ditekan pedal gas, bahkan ketika langsam pun mobil akan bergerak mundur, pedal gas ditekan jika memerlukan tenaga lebih. Posisi selanjutnya adalah D-3, di sini adalah mode drive, jadi ketika kita ingin melaju, gunakan posisi ini. Di posisi ini pun ketika langsam, mobil sudah akan melanju tanpa pegal gas dibejek. Ini membantu ketika kondisi jalan "padat merayap merangkak ngesot sambil guling-guling." Kemudian, posisi 2 digunakan ketika jalan kondisi agak menanjak tapi masih sedang atau jalanan rusak dengan kontur bergelombang parah yang membutuhkan tenaga lebih. Posisi terakhir adalah L, digunakan untuk tanjakan ekstrim dan medan offroad mungkin.


Ada satu tombol didekat perseneling ada tombol Shift Lock. Ini digunakan saat parkir paralel. Membuat mobil dalam kondisi terkunci, namun roda diposisi 'hidup'. Situasi ini membantu petugas parkir paralel, mendorong mobil kita, maju atau mundur. Penggunaannya, tekan tombol Shift Lock dibarengi dengan geser tuas perseneling ke posisi N. Hal ini berbeda-beda untuk tiap pabrikan, meski secara umum logika kerjanya sama.

Sisanya, berlaku sama antara mobil matic atau manual, cara berkendara dan seluk-beluknya berkendara tidak jauh berbeda. Hanya pastikan kita memahami betul tenaga mobil, karena mobil matic punya akselerasi yang tidak sespontan mobil manual, jadi untuk manuver perlu pemahaman lebih sedikit saja.


Terima kasih buat "unclesame" atas kesediaannya meminjamkan kendaraannya. Akhirnya menjadi sensasi first drive saya dengan mobil matic. Catatan ini saya buat ketika berada dibalik kemudi, saat parkir tentunya, ketika sedang menjalankan tugas. Selebihnya, bagi pemula, bisa banyak belajar tutorialnya dichannel youtube. Cari saja, banyak koq pengajarnya. Kata terakhir, salam berkendara aman dan tertib, serta sopan santun di jalan raya, cermin keteraturan bangsa. Salam tertib lalu lintas.cpr.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sani Dewa Pelindung Saturnus, Sang Dewa Penghukum

Pengadilan dan Kejaksaan Negeri untuk Proses Ambil Sitaan Tilang