Home Stay Baru

Tinggal di daerah yang baru untuk waktu yang cukup lama pasti butuh home stay atau kos-kosan. Kalau tinggal di penginapan seperti hotel, biayanya pasti lebih mahal. Sehari di hotel bisa sebulan di kos-kosan.

Selama beberapa waktu ini saya jadi anak desa, di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Menyenangkan bisa tinggal di tempat berbeda, melakukan rutinitas yang berbeda dari biasa dan mengenal situasi yang berbeda dari biasanya.

Suasananya itu desa banget, ya gak desa-desa banget sih, hmm, kalau bisa dibandingkan dengan Purwokerto di Banyumas, lebih kecil ini. Purwokerto lebih ramai, ya maklum di sana ada kampus negeri, jadi lebih ramai. Kalau di sini itu karena perlintasan jalur pantura, jadi lebih banyak truk dan bus, serta industri. Suasana yang buat saya nyaman adalah keramahan ala penduduk Jawa.

Di sini saya tinggal di sebuah rumah kos-kosan milik Bapak Rifai. Terletak di Nusa Indah 5, 08/06. Rumah ini sebenarnya terdiri dua kavling yang dijadikan satu. Bukan rumah besar, tapi rumah biasa, tidak kaya atau pun miskin, biasa. Kebetulan rumah-rumah di sini pun baik, tidak terlalu desa lah. Kosan dimana saya tinggal ini sebenarnya kos wanita, saya sebenarnya di sini jadi penghuni "siluman", jadi disisipkan. Kebetulan, kamar saya di depan, jadi tidak begitu mengganggu penghuni wanita, jadi masih dianggap "aman".


Pasaran kos-kosan di sini itu, 200-350K per bulan. Bervariasi sih, ada yang kamar mandi luar dan ada kamar mandi dalam. Saya tinggal di kamar dengan kamar mandi luar. Beberapa fasilitas yang tersedia seperti:
- kamar dengan uk. 2,2 x 2,2 meter
- tinggi plafon 2,5 meter dari lantai
- lantai keramik
- ada lemari pakaian kecil
- spring bed
- pintu kayu tebal dengan fentilasi di atasnya
- jendela simetris di sisi kamar yang menghadap ke arah jalan (depan rumah) ke arah timur.

Kamarnya cukup nyaman, bersih. Tidak perlu kipas angin sih, maklum karena di sini kan hawanya sudah cukup sejuk, ditambah fentilasi udara di sini yang cukup. Tapi, karena fentilasi udara yang cukup inilah jadi kesempatan nyamuk masuk. Untuk kamar mandinya besih dan airnya jernih dan segar.


Di depan pintu kamar, berhadapan langsung dengan garasi tempat parkir motor penghuni kos dan motor si empunya rumah. Ada cerita, waktu saya baru pulang kantor. Kebetulan ada penghuni kos wanita baru juga pulang kerja, memarkirkan kendaraannya di garasi, mereka dibuat heran tiba-tiba ada lelaki (saya) membuka pagar dan masuk ke halaman dengan santai, lalu langsung membuka pintu kamar. Saya bisa lihat raut kebingungan. Mungkin ya, dalam hati bertanya-tanya, ini orang siapa. Saya si ya hanya diam saja, ya biar saja ybs tanya ke yang empunya kos, siapa saya.


Untuk mencari makan jika lapar, saya harus berjalan kaki kurang lebih 400-700 meter ke jalan semi utama. Jalanannya datar koq, jadi tidak menguras tenaga. Makanan yang dijual ya ada pecel ayam, lele, bebek, ada juga soto, bakso. Kalau mau lebih beragam, jalan lagi ke arah pasar, ya 1 kilometeran dari tempat saya tinggal.

Ya over all tinggal di sini menyenangkan, dan kalau pun harus lama tingga di sini, saya tidak begitu khawatir tidak betah. Saya cukup betah di sini, karena kebetulan juga di sini sinyal Indosat saya luancar jaya, area coverage sinyalnya jos, jadi tidak khawatir untuk soal multimedia.

Sepertinya saya cukupkan catatan saya kali ini. Mungkin bisa jadi bahan nostalgia dilain waktu, toh barangkali suatu saat saya ada kesempatan untuk kembali ke sini lagi.cpr

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sani Dewa Pelindung Saturnus

Trip Balik, Mof – Makassar – Surabaya – Cirebon (1)

Pengadilan dan Kejaksaan Negeri untuk Proses Ambil Sitaan Tilang