Apa itu Peregrinasi?

Sambil beristirahat habis berjalan kaki cukup jauh, iseng saya buka IG (Instagram). Ada salah satu kontak di IG, kebetulan dulu beliau adalah frater yang mendampingi kegiatan mahasiswa di wilayah dimana saya menuntut ilmu. Kini beliau sudah menjadi Romo. Beliau sepertinya sering menetap di Seminari Torsa, Tegal.

Beliau sering memposting kegiatan para frater di sana. Kebetulan beliau posting sebuah video IG, dua orang fraternya yang berjalan agak 'dingklang' dengan pakaian ala musafir pulang masuk ke halaman seminari. Tersebut kata 'peregrinasi' mengiringi akhir perjalanan ala musafir kedua frater itu.

Nah, seperti biasa saya kepo, apa sih itu peregrinasi? Istilah yang baru saya dengar, oleh karena itu saya penasaran dan cari tahu.


Tidak ada pengertian yang jelas apa itu peregrinasi. Tapi dari beberapa artikel sharing iman atas peregrinasi yang dilakukan, akhirnya saya bisa menyimpulkan apa arti dari peregrinasi.

Peregrinasi atau peregrinatio adalah sebuah perjalanan dengan berjalan kaki tanpa bekal yang cukup dan uang saku. Bekal yang cukup ini bisa disesuaikan, bisa tanpa bekal sama sekali atau bekal makanan seadanya, bukan dalam arti membekali selama perjalanan full dari awal hingga tujuan akhir. Bekal ini bisa pakaian secukupnya, mungkin jas hujan, topi/ caping/ apapun sebagai pelindung panas. Jarak perjalanan ini bisa bervariasi, bisa dari puluhan kilometer hingga ratusan kilometer.

Perjalanan ini bisa ditempuh beberapa hari, tergantung dari yang melakukan, karena akan banyak sekali pengalaman-pengalaman yang dijalani, sehingga bukan sebuah tugas atau kewajiban hingga sampai tujuan, tapi perjalanan itu harus bisa jadi refleksi iman.

Jadi ingat, perjalanan Biksu Tong bersama murid-muridnya pergi ke barat untuk mencari Kitab Suci, dan harus dilakukan selangkah demi selangkah. Tidak ada patokan harus sampai kapan, tetapi perjalanan ini dinikmati sebagai ziarah batin yang panjang.

Biasanya peregrinasi atau peregrinatio dilakukan frater-frater untuk lebih mendalami tentang iman dan memahami kuasa Tuhan dalam proses penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Setidaknya itu yang saya pahami dari beberapa pengalaman iman dari para 'peregrinator' ini hanya istilah saya saja menyebut mereka yang melakukan perjalanan ini.

Bagi kita yang awam, orang biasa pun bisa saja melakukan peregrinasi ini, misalkan ziarah menuju sebuah Gua Maria di suatu tempat dengan berjalan kaki dari titik start awal kita berada. Contoh, saya tinggal di Cirebon. Misalkan saya memilih start perjalanan saya dari Gereja Bunda Maria, untuk menuju Gua Maria Sawer Rahmat di Kabupaten Kuningan. Total jarak tempuh jika dihitung dengan Google Maps itu sekitar 32 kilometer, waktu tempuh yang diperkirakan 7 jam 25 menit. Waktu itu bukanlah patokan, bisa saja perjalanan memakan waktu lebih dari itu, karena seperti yang saya sampaikan sebelumnya, akan banyak pengalaman yang kita alami selama perjalanan.

Berikut beberapa pengalaman iman yang dilakukan beberapa orang yang pernah melakukan perigrinasi, yang saya peroleh dari beberapa blog dan web yang saya temui di mesin pencari Google.

Kisah perjalanan Suryadi Prajitno, yang melakukan perjalanan 450-500 kilometer, dari Terminal Magelang hingga Kediri, perjalanan dilakukan tahun 2008. Disampaikan bahwa perjalanan ini merupakan proses pemurnian diri, berjumpa sesama dan berjumpa dengan penyelenggaraan Tuhan. Bagaimana menghadapi penolakan, kecurigaan, pelecehan dan banyak hal, namun dari itu semua apakah kita masih percaya pada Tuhan? Itulah secara umum refleksi iman yang bisa disharingkan, sebenarnya masih banyak lagi sharing dari perjalanan ini. Bisa dibaca dibukunya berjudul Gairah akan Allah, Gairah akan Dunia. Rangkumannya saya peroleh melalui blogger Kompasiana Adrian Diarto, bisa baca di sini.

Kisah perjalanan para anggota sesawi.net, yang umurnya mungkin tidak muda lagi, namun berkat tekad dan niat, perjalanan panjang mereka bisa terpenuhi. Yakni perjalanan ziarah jalan kaki menuju Gua Maria Sendangsono, dilakukan di tahun 2008 oleh Irwan Setiabudi (50 tahun), Winoto Doeriat (70 tahun), Hera Sugeng dan Yudho Prihartono.  Banyak buah-buah rohani yang bisa mereka rasakan, harus tertatih-tatih menyusuri pematang sawah, jalanan berbatu, kebahagiaan ketika bertemu dan bertegur sapa dengan penduduk sekitar dan banyak hal lain. Kisah perjalanan mereka bisa dibaca di sini.

Kisah lainnya dari catatan Emanuel Agung dalam em's blog, dimana mengisahkan pandangannya yang berubah mengenai ziarah rohani, yang sebelumnya embel-embel rohani hanya sekedar tempelan, lebih sekedar dinikmati sebagai jalan-jalannya saja. Namun ketika dirinya masuk seminari, ada pemahaman lebih dalam yang bisa diambil dari ziarah itu dan melakukan peregrinasi.


Sebenarnya masih banyak lagi kisah-kisah dari kita yang melakukan peregrinasi ini, hanya saja tidak semua dicatat di platform blog atau web seperti yang sudah dikisahkan di atas. Pemaknaan dari apa yang dialami dalam perjalanan itu bisa berbeda-beda tergantung bagaimana iman kita mencerna apa yang kita alami sepanjang perjalanan. Namun yang pasti, pada saat itulah kita bisa merasakan betapa besar Kuasa Tuhan, karena semua kita serahkan pada Nya.

Saya belum pernah merasakan peregrinasi, namun dari pengalaman yang saya baca dari beberapa orang tersebut, saya bisa memahami apa yang bisa jadi bahan refleksi. Kalau soal berjalan kaki dari tujuan awal ke tujuan akhir sih pernah, namun kalau ditujukan khusus untuk peregrinasi sepertinya belum. Yang paling mendekati ya waktu itu, jalan kaki saya dari Halte Monas menuju Katedral Jakarta. Namun di perjalanan itu tidak dalam niatan berziarah khusus, meski begitu dalam perjalanannya saya dapat mengambil banyak pelajaran untuk kehidupan sehari-hari sih, untuk iman mungkin sedikit.

Ya tidak menutup kemungkinan jika dilain waktu, jika mungkin, mencoba untuk melakukan peregrinasi. Dalam hidup ini pun secara tidak langsung kita melakukan perjalanan hidup, dari sejak lahir hingga nanti saatnya mati. Jika kita bisa merefleksikan tiap langkah hidup kita dengan iman yang baik, kita selalu bisa merasakan rahmat dan kasih Tuhan dalam hidup, kita pun seperti melakukan peregrinasi dalam cara yang berbeda.

Semoga demikian, terima kasih Romo Hery @heryjoker79 sudah membagikan sesuatu yang membuat saya kepo, yang akhirnya saya jadi mencari tahu istilah yang baru saya dengar dan baca ini. Berkah dalem selalu. Gbu.cpr

Komentar

  1. Oh jadi gitu, aku juga baru tahu nih..
    Nice share ya, jadi nambah pengetahuan, alhamdulilah..

    BalasHapus
  2. Oic aku baru tau, ternyata ada peregrinasi juga disini ya, aku kira hanya ada di luar negeri gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh tahu, luar negeri ny dimana ya?
      Buat nambah2 informasi 😂

      Hapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejak, jika anda mampir ;p Terima kasih atas kunjungannya - cocoper6

Postingan populer dari blog ini

Sani Dewa Pelindung Saturnus, Sang Dewa Penghukum

Pengadilan dan Kejaksaan Negeri untuk Proses Ambil Sitaan Tilang