Perkembangan Teknologi Mengurangi Tenaga Manusia

Hasil berkeliling pameran peralatan produksi manufaktur beberapa waktu yang lalu membuat saya terkagum akan kemajuan teknologi yang semakin pesat. Teknologi mekanis hingga robotik dipamerkan dalam acara pameran yang saya kunjungi kali ini, tujuan adalah efisiensi. Investasi yang besar diawal memang nampak memberatkan, namun hasil akhirnya adalah efisiensi.

Bagaimana tidak, ketika produksi yang sebelumnya masih menggunakan tenaga manusia untuk membantu proses produksi digantikan tenaga mekanis bahkan robotik yang semua prosesnya sudah diprogram, sehingga efisiensi yang diinginkan bisa tercapai. Tingkat keakurasian yang lebih bisa dihitung dan tercatat dengan baik, membuat cara ini jadi pilihan baik untuk kedepannya. Hal ini secara tidak langsung akan menimbulkan masalah baru, ketika banyaknya tenaga manusia yang akan tidak terpakai nantinya, karena kinerjanya tergantikan teknologi.

Efisiensi jadi isu strategis bagi semua pengusaha. Apalagi ditengah setiap tahun selalu saja ada tuntutan upah tinggi dari para buruh. Seharusnya ini pun jadi pemikiran kaum buruh ke depannya, karena ketika tuntutan yang tidak disertai peningkatan produktivitas serta kreatifitas maka pilihan untuk menggantikannya dengan teknologi adalah sangat mungkin. Pengusaha akan sangat iklas mengeluarkan biaya lebih diawal sebagai investasi guna efisiensi pada akhirnya. Jika semua pengusaha sudah berpikir demikian, habislah kaum buruh, harus bergantung pada siapa lagi? Itulah kenapa, buruh, pengusaha dan pemerintah harus mampu bersinergi.

Kembali ke topik, perkembangan teknologi tidak bisa dihindari dijaman sekarang ini. Teknologi ada memang dibuat manusia untuk mempermudah manusia itu sendiri. Meski begitu, masih banyak manusia yang belum mampu menyesuaikan diri dengan pesatnya perkembangan teknologi.

Seperti dibahas di atas, sektor manufaktur pelan-pelan akan terimbas. Baru-baru ini, industri keuangan yaitu didunia perbankan sudah mulai mengurangi jumlah karyawannya. Karena semua transaksi finansial yang sebelumnya dikerjakan oleh manusia mulai digantikan dengan teknologi internet. Internet banking dipilih karena kecepatan, ketepatan, keamanan dan kepraktisannya. Konsumen mileneal sekarang lebih memilih internet banking untuk transaksi keuangannya.

Sektor transportasi, baru-baru ini pemerintah mulai menetapkan kebijakan cash less untuk keluar masuk gardu tol. Dulu, keluar masuk tol, pengguna jalan harus membayar tunai digardu tol yang dijaga petugas, kini gardu tol hanya akan disediakan mesin GTO (Gardu Tol Otomatis). Hal ini otomatis jelas akan mengurangi penggunaan petugas yang bekerja sebagai kasir.

Tidak hanya itu saja, sekarang gate yang serba otomatis banyak diterapkan. Seperti loket cetak tiket otomatis, mesin penjual minuman otomatis, serta mesin-mesin lain yang diadakan untuk mempermudah aksesbilitas konsumen.

Semua ini membuat tenaga manusia digunakan lebih efisien dan juga soal jumlah pekerjanya. Hanya pekerja yang multitasking dan punya pengetahuan mengendalikan teknologilah yang akan terpakai. Jika kemampuannya tidak jauh berbeda dengan apa yang bisa dilakukan teknologi yang ada, sudah pasti tidak akan terpakai pada akhirnya.

Ditambah lagi, ketika tuntutan kenaikan gaji tanpa ada peningkatan produktifitas yang mengimbangi apa yang dilakukan teknologi, makin memperkeruh keadaan. So, kesempatannya adalah bagaimana kita berteman dengan teknologi, karena sepertinya kedepannya, hanya yang bisa bersahabat dengan teknologi yang terus berkembang, dialah yang akan bertahan. Teknologi butuh pendamping untuk mengoperasikannya saat dibutuhkan, karena meski teknologi nampak mampu melakukannya semua sendiri, tapi teknologi pada dasarnya makluk sosial yang butuh orang lain untuk menanganinya, hanya tidak perlu banyak orang untuk itu.

Jadi berteman baiklah dengan kemajuan teknologi, karena jika tidak maka akan 'tergilas' jaman dan terus tertinggal. Hanya mereka yang tahu berteman dengan teknologilah yang masih bisa bertahan.cpr

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sani Dewa Pelindung Saturnus

Trip Balik, Mof – Makassar – Surabaya – Cirebon (1)

Pengadilan dan Kejaksaan Negeri untuk Proses Ambil Sitaan Tilang