Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga (Kidung Maria)

Syukur kepada Tuhan, atas hari raya Santa Perawan Maria diangkat ke surga. Gereja memperingatinya minggu yang akan datang, namun KWI memajukannya di tanggal 11 Agustus. Hari ini kita diajak untuk bersyukur atas hari raya ini. Karena Bunda Maria merupakan bunda seluruh umat Katolik, jadi kita patut berbahagia pada hari raya ini. Karena keyakinan kita dan kita percaya bahwa Bunda Maria punya peran dalam karya penyelamatan Allah terhadap manusia.

Pada misa sore ini romo berpesan dan mengajak kita lebih mencintai Bunda Maria, karena dia adalah Bunda kita juga. Bentuk kita cinta padanya adalah dengan memanjatkan devosi pada Bunda Maria. Romo bertanya pada umat, "Apakah mengenal Kidung Maria?" Saya sendiri jujur tidak tahu, padahal Kidung Maria itu ada di buku Puji Syukur, cuma ya tadi, karena ketidaktahuan membuat saya bingung untuk apa bacaan tersebut. Romo mengajak kita untuk rajin mendaraskan Kidung Maria setiap hari. Kalau doa Salam Maria itu semua orang sudah tahu, dan bagi orang Katolik ini adalah minimal diketahui. Jadi ketika orang Katolik ditanya soal doa ini, pasti akan dengan fasih menjawabnya. Karena ketika kita menghadapi ketakutan pada kematian, atau ketakutan tertentu doa Salam Maria sering didaraskan. Karena sederhana namun memberikan kekuatan tersendiri, bukan berarti mengucilkan doa yang lainnya. Hal ini menunjukan bahwa Bunda Maria punya peran tertentu dalam hidup kita. Seperti layaknya seorang ibu yang memberikan kekuatan dan penguatan pada anak-anaknya.

Seperti apakah Kidung Maria itu? Pada bacaan Injil menurut Lukas 1: 46 - 55 hari ini pun ditunjukan soal kidung Maria. " ... Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan kuduskanlah nama-Nya. Rahmat-Nya turun-temurun  atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-tangan-Nya, dan menceraiberaikan orang-orang yang congkak hatinya. Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari tahtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah. Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa. Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya. ..." Nah, di Puji Syukur ada juga, yakni terdapat pada Puji Syukur nomor 18. Rumusan baku yang sering digunakan, saya coba tuliskan kembali sesuai yang tercatat di Puji Syukur di bawah ini:


Kidung Maria


Aku mengagungkan Tuhan, * hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku, * hamba-Nya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut yang bahagia * oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa; * kuduslah nama-Nya.

Kasih sayang-Nya turun-temurun * kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tangan-Nya: * dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya.

Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta; * yang hina dina diangkat-Nya.

Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan; * orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong.

Menurut janji-Nya kepada leluhur kita, * Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.

Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya * untuk selama-lamanya.

Kemuliaan ...

 

Inilah catatan yang coba saya simpan di Naturality, sehingga ketika saya membutuhkannya, saya bisa mendaraskannya. Syukur kepada Allah. Amin.

Komentar