Trip Balik, Mof – Makassar – Surabaya – Cirebon (1)

Minggu pagi seminggu yang lalu saya masih terdampar di Kota Surabaya. Sepulang trip perjalanan dari Maumere, NTT. Niatnya selepas turun pesawat dari bandar udara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur saya ingin langsung pulang menuju Cirebon. Tapi karena kurang perhitungan matang dan soal keterlambatan pesawat semua plan akhirnya kacau, nasib saya akhirnya harus tertahan di Surabaya.

Bandara Udara Frans Seda, Maumere, NTT
Sabtu (29/6) pagi sekitar pukul 09:30 WITA saya check in di  bandara udara Frans Seda, Maumere, NTT. Jadwal penerbangan saya menuju Surabaya ya jam segitu, tapi bukan penerbangan langsung, jadi mesti transit dulu ke Makassar. BIasa, penerbangan dengan pesawat kecil ke Makassar, baru dari Makassar lanjut ke Surabaya dengan pesawat yang lebih besar. Setelah check in, pesawat yang menghantar kami baru akan berangkat sekitar pukul 11:30 WITA.

Perjalanan menuju pesawat MA60 Merpati Airlines tujuan Makassar
Penerbangan ke Makassar berlangsung lancar-lancar, aman terkendali. Penerbangan berlangsung kurang lebih satu jam lima belas menit. Pesawat yang menghantar saya itu jenis MA60, pesawat buatan negeri China dengan Maskapai Merpati Airlines. Sekitar jam 12:00 WITA pesawat landing di Bandara Udara Internasional Sultan Hassanuddin, Makassar. Tidak ada permasalahan berarti, pesawat mendarat mulus.

Lobi bandara Sultan Hasanuddin, untuk check ini pesawat transit
Sampai di bandara, saya langsung menuju tempat makan siap saji, KFC, karena berhubung lapar sekali. Turun pesawat, langsung dijemput bus bandara. Kemudian diantar ke pintu masuk kedatangan. Di sana terbagi dua arah, yang untuk penerbangan transit ke kanan, yang penerbangan terakhir (menuju pengambilan bagasi ke kiri). Setelah sampai bandara, saya ke loket karcis di bagian lobi bandara udara Sultan Hasanuddin, untuk lapor tiket penerbangan selanjutnya ke Surabaya. Setelah check in transit, saya baru cari kedai KFC. Letak kedai KFC ini masih di komplek bandara, namun posisinya ada di lantai bawah. Menuju ke sana saya harus keluar bandara, kemudian berjalan di teras bandara (ruang tunggu pengantar). Posisinya kalau tidak salah itu sisi kiri bandara (dari pintu masuk keberangkatan). Kedai KFC di sini kecil saja, tempat duduknya hanya sedikit, akhirnya saya memutuskan untuk bungkus dan makan di ruang tunggu keberangkatan saja.

Ruang tunggu bandara udara Sultan Hasanuddin, Makassar
Tunggu, tunggu, tunggu dan tunggu, itu yang hanya bisa saya lakukan. Penerbangan yang akan membawa saya ke Surabaya baru akan berangkat sekitar pukul 15:30, setidaknya itu yang tercatat di karcis boarding pass. Waktu berlalu sesuai yang tercantum di boarding pass, tapi tidak juga ada panggilan untuk keberangkatan pesawat saya ke Surabaya, sampai akhirnya sekitar jam 16:30 baru ada panggilan. #menyebalkan.
Kesal sekali saya waktu itu, karena satu jam waktu terbuang. Seharusnya saya sudah bisa sampai di Surabaya untuk mengejar bus yang menuju Cirebon. Tapi apa boleh buat, tak lama proses masuk pesawat, siap-siapa, akhirnya pesawat yang saya naiki take off. Pesawat yang saya naiki ini lebih besar, berjenis Boieng 737, #mungkin. Penerbangan kali ini juga tidak memakan waktu lama, hanya satu jam tiga puluh menit.
Sekitar pukul 17:45 pesawat saya landing di bandar udara Juanda, Sidoarjo. Legah, penerbangan selamat sampai tujuan, meski tujuan saya masih jauh, tapi lumayan lah resiko penerbangan saya sudah selesai sampai di sini. Sampai bandara, masuk saya langsung menuju lokasi bagasi, untuk menunggu bagasi saya. Setelah bagasi dapat langsung saya menuju loket Damri, tujuan Terminal Bungurasih/ Purbaya.

Bus Perum Damri di bandara Juanda, Sidoarjo
Kalau di Jakarta biasanya begitu, selalu ada angkutan bandara yang menghantar kita dari bandara menuju terminal atau stasiun. Angkutan yang bertugas untuk itu adalah Perum Damri. Tiket untuk sekali berangkat cukup mahal yakni Rp 20.000,00, berbeda jauh dengan Damri di Jakarta yang hanya Rp 8.000,00 – Rp 12.000,00. Naik Damri ini berharap menuju terminal bisa lebih cepat, ternyata tidak, saya harus kena macet menuju terminal. Karena macet ini terpaksa saya harus ketinggalan bus untuk ke Cirebon.
Akhirnya karena sudah malam, saya memutuskan untuk bermalam di Surabaya. Kebetulan di sekitar terminal banyak penginapan-penginapan kecil. Di penginapan kecil itu saya bermalam, harga nginap per malam Rp 120.000,00, untuk waktu check out jam 12:00 WIB. Harga itu adalah untuk kelas penginapan kamar mandi dalam, fasilitasnya TV, kipas angin, tempat tidur.

Ruang tamu penginapan dimana saya transit
Sekian dulu catatan saya trip balik menuju Cirebon dari Maumere. Namun karena panjangnya catatan saya ini, saya potong dulu, alias bersambung >>>

Komentar