Minggu, 28 Juli 2013

Mimpi: Doa untuk Orang Tua

Mimpi merupakan bunga tidur, buat sebagian orang mungkin mimpi hanya sebuah hayalan atau angan atau kejadian yang tidak nyata dan tidak punya pesan atau nilai apa-apa. Buat saya dan orang lain yang punya pandangan yang sama dengan saya, menganggap mimpi punya makna tersendiri, filosofi yang jika direnungkan ada pesan di dalamnya. Hal terpenting adalah selalu menggunakan akal sehat untuk mencerna atau merenungkannya, jangan seperti orang gila yang 'menelan' mimpi mentah-mentah akhirnya efeknya negatif.
Sudah cukup lama juga saya tidak share soal mimpi yang saya alami, kebetulan saya selalu sulit mengingat mimpi yang sudah terjadi. Karena semakin kita sadar dari alam mimpi, daya ingat akan mimpi akan semakin kecil dan lama-lama akan lupa dengan sendirinya, hanya di saat tertentu saja kita merasa seperti mengulang mimpi itu dikehidupan nyata, yang sering dikenal dengan sebutan de javu. Kali ini saya bukan ingin membahas soal itu. Saya ingin share sedikit soal makna mimpi yang dialami ibu saya, yang pagi ini menceritakan kepada saya. Berdasarkan mimpinya itu ada makna dan nilai yang bisa saya ambil.
Ibu saya bercerita, tadi malam beliau bermimpi. Mimpinya seperti ini: Entah di suatu tempat, dimana tidak diketahui pasti, yang jelas tempat itu adalah suatu rumah. Nah di sana ada beberapa orang yang masuk ke dalam mimpi antara lain, eyang kakung dan eyang putri, ibu saya sendiri, satu kakak perempuan dan satu kakak laki-laki, semuanya keluarga inti ibu saya. Informasi sedikit, keluarga ibu saya awalnya keluarga Muslim, berjalannya waktu anak-anaknya memilih agamanya masing-masing, sehingga terbagi dua, separuh ikut eyang putri Muslim, separuh lagi ikut eyang kakung. Karena sebelum meninggal eyang kakung minta dibaptis, dan membawa nama baptis Yosef sebelum akhirnya meninggal, sehingga eyang kakung meninggal dengan Katolik. Kedua kakak ibu saya yang ikut dalam mimpi itu beragama Katolik dan Kristen.
Lanjut ke cerita mimpi tadi. Nah ada lagi satu orang asing yang tidak dikenal ibu saya, orang ini perawakannya tinggi, hitam dengan logat madura. Orang ini datang ke rumah itu dengan nada emosi, 'ngoncok' bahasa daerahnya, menuduh hal-hal yang tidak-tidak, entah topiknya apa, yang jelas orang ini datang dengan niat marah-marah dan menuntut sesuatu yang mengusik eyang kakung. Pada situasi saat itu, kedua kakak ibu saya tidak berbuat apa-apa, mereka hanya diam, begitu juga dengan eyang putri yang nampak tenang menghadapi keributan tersebut. Ibu saya yang ada di situ mencoba melawan tuduhan dan cacian orang hitam tadi. Ibu saya sampai bercerita, sampai-sampai terasa kelelahan ketika terbangun dari mimpi.
Si orang hitam ini masih saja mengajak berkonfrontasi dengan terus menyebut nama "Kasno, Kasno, Kasno ...", Kasno adalah nama dari eyang kakung. Entah bagaimana kelanjutan mimpinya, ibu saya terbangun. Dari mimpi itu ibu saya berpikir, apa maksud dari mimpi itu. Sebagai informasi saja, ibu saya ini memang agak peka, melalui mimpi beliau sering diingatkan tentang suatu hal, terutama dari orang-orang terdekat yang sudah dipanggil. Dan dari mimpi-mimpi itu selalu ada makna atau maksud tersirat.
Setelah bangun dari mimpi itu ibu saya melakukan aktivitas seperti biasa. Kebetulan dia pagi ini olahraga pagi dan sejenak mampir ke rumah temannya. Di sana beliau sharing dengan temannya tentang mimpi semalam, dan mendapat masukan tentang mimpi itu. Arti mimpi itu, eyang kakung meminta doa dari anak-anaknya, berharap anaknya datang nyekar ke makan dan mengirim doa. Di kepercayaan kami, orang yang sudah meninggal juga perlu didoakan, mengingat setelah kematian ada kehidupan di alam sana. Doa dari anak-anaknya yang masih hidup adalah kekuatan untuk mengarungi proses penyucian di alam sana. Nah, dari mimpi itu ada beberapa tokoh, eyang putri dan dua kakak ibu saya tadi. Eyang putri diceritakan nampak tenang menghadapi masalah yang terjadi, kenapa? Karena eyang putri selalu mendapat doa rutin dari anak-anaknya yang Muslim, terutama anak bungsunya. Ibu saya sering bercerita bahwa adik bungsunya sering datang ke makam untuk sekedar berdoa dan membersihkan makam. Kebetulan adik ibu saya yang bungsu itu beragama Muslim. Doanya pasti dipanjatkan ke kedua orang tuanya, namun yang sampai mungkin hanya ke eyang putri, karena mereka seiman. Kembali ke mimpi tadi, kedua kakaknya tidak banyak membantu mengatasi masalah cek-cok tadi, itu menandakan ada rasa cuek yang mereka lakukan. Di mimpi tersebut ibu saya coba berbuat yang dia bisa, dan ini adalah pesan untuk ibu saya agar beliau berbuat sesuatu.
Ibu saya berpesan, bahwa mengirim doa untuk orang yang sudah meninggal terutama untuk orang tua sendiri manfaatnya luar biasa, berkat atau pahala akan kita terima dan yang terpenting adalah menyejukan bagi yang didoakan yang berada di alam sana. Ini pesan yang akan selalu saya ingat.
Dengan mimpi itu ibu saya diingatkan untuk nyekar atau sekedar mengirim doa terus menerus. Wajar saja, di tempat eyang kakung saya dimakamkan memang bukan kuburan Kristiani, jadi di sana adalah pemakaman umum, yang wajar di sana diisi bukan orang yang seiman. Jadi orang-orang yang datang 'ngoncok' itu adalah mereka yang 'berbeda'. Eyang kakung berharap dukungan dari keluarga yang 'sama', ya dengan doa itulah dukungan yang diharapkan. Ibu saya diingatkan untuk menyempatkan waktu khusus mendoakan ayahnya. Ibu saya tinggal di Cirebon, sedangkan makam ayahnya ada di Semarang. Keterbatasan waktu, finansial membuat tidak bisa melakukan itu. Kembali ke soal doa yang memang tidak fokus jadi peringatan untuk kami sekeluarga, tidak hanya pada ibu saya. Bahwa doa sederhana tidak cukup, perlu ada waktu khusus untuk mendoakan mereka yang sudah meninggal, terutama setahun sekali ketika musim nyekar. Itulah makna yang bisa diambil dari mimpi. (^Y^)?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan jejak, jika anda mampir ;p Terima kasih atas kunjungannya - cocoper6