Sabtu, 12 Februari 2011

Kelainan Sex


Belakangan ini banyak terjadi kasus pelecehan seksual di tempat umum, macem-macem praktiknya. Belum lagi perilaku seksual yang aneh-aneh yang sering kita lihat pada filem porno yang ekstrim, ada saja tingkahnya, melakukan hubungan intim dengan tidak wajar.  Jaman sekarang sepertinya sudah tambah edan. Berikut ini hal-hal tentang perilaku sex menyimpang yang pernah ditemui. Disampaikan hanya sebagai pengetahuan dan bukan untuk ditiru/ dicoba lho.
Homoseksual
Homoseksual mengacu pada interaksi seksual atau romantis antara pribadi yang berjenis kelamin sama secara situasional atau berkelanjutan. Kata homoseks sendiri digunakan untuk hubungan intim atau hubungan seksual diantara orang-orang berjenis kelamin sama, yang bisa jadi tidak mengidentifikasikan merek sebagai gay (suatu istilah tertentu yang digunakan untuk merujuk kepada pria homoseks) atau lesbian (istilah tertentu yang digunakan untuk merujuk kepada wanita homoseks). Homoseksual mula-mula dipandang sebagai penyakit untuk diobati, sekarang lebih sering diselidiki sebagai bagian dari suatu proyek yang lebih besar untuk memahami Ilmu Hayat, Ilmu Jiwa, politik, genetika, sejarah dan variasi budaya dari identitas dan praktek seksual. Hubungan seksual yang dilakukan adalah anal, atau istilah sodomi kemudian menjadi sebutan bagi aksi ngeseks via dubur baik pada pasangan sesama jenis maupun dengan pasangan perempuan, bahkan pada istri sendiri.
Sadomasokisme
Sadisme yang mengacu pada penyimpangan seksual di mana pelaku merasakan kenikmatan seksual saat menyiksa pasangan seksnya. Sedangkan masokisme mengacu pada penyimpangan seksual saat pelaku merasakan kenikmatan seksual saat disiksa pasangannya. Sadomasokisme digunakan untuk menerangkan kemunculan perilaku sadisme atau masokisme pada seseorang sebagai penyimpangan yang berdiri sendiri atau untuk mencakup keduanya. Sadis itu adalah suatu kelainan saat seseorang akan mengalami kenikmatan penuh saat menyakiti lawan jenisnya secara fisik dan psikis. Sementara, masokis adalah lawannya yaitu seseorang yang mendapatkan kenikmatan saat disakiti oleh pasangannya.
Biasanya pengidapnya memiliki masa lalu suram, terbiasa dengan kekerasan, dan kurang kasih sayang. Sebuah kenikmatan yang diperoleh dengan cara yang berbeda yakni menyakiti dan sebaliknya justru ada yang malah senang karena baru merasa nikmat setelah disakiti.
Eksibisionisme
Eksibisionisme (exhibitionism atau sering disebut dengan istilah flashing) merupakan dorongan fantasi seksual secara terus-menerus dan mendesak yang melibatkan perilaku dimana individu untuk memamerkan bagian genitalnya sendiri kepada orang asing yang tidak mau melihatnya. Dorongan tersebut bertujuan untuk mengejutkan, menakuti, dikagumi, atau menimbulkan rasa jijik pada orang yang menjadi sasaran. Pada wanita pelaku eksibisionisme berupa menggunakan pakaian tertentu untuk menarik perhatian pria dan berkecenderungan menganggu atau membuat resah seperti: tidak memakai bra, kancing terbuka, baju tipis, tidak menggunakan celana dalam (tetapi tidak bugil), rok sangat minim dan sebagainya.
Fetishisme
Fetishisme menggambarkan bentuk penyimpangan seksual dimana individu dalam melakukan aktivitas seksual melibatkan barang-barang tertentu. Bila benda-benda yang menyertai aktivitas tersebut tidak ada, maka individu tidak bergairah atau kehilangan libido seksualnya. Individu dengan gangguan fetishisme akan bergairah bila melihat, merasakan atau bersentuhan dengan objek-objek tersebut. Objek-objek fantasi seksual dapat berupa: sepatu bertumit tinggi, kostum bahan karet atau kulit, celana dalam tertentu, celana dalam wanita dengan corak tertentu, atau lingerie. Pelaku fetishisme (fetish) akan mengajak pasangannya untuk menggunakan benda-benda atau menggunakannya sendiri dalam setiap aktivitas seksual. Bila pasangannya menolak maka fetish akan memilih tidak melakukan hubungan seksual sama sekali.
Bentuk lain dari fetishisme ada juga yang disebut dengan istilah partialism, yakni individu fetish dalam melakukan aktivitas seksualnya terangsang dengan salah satu bagian dari tubuh pasangannya seperti kaki (betis), jempol kaki, payudara atau pantat. Beberapa jenis fetish didasarkan pada benda-benda yang menjadi objek : balloon fetishism (balon), fur fetishism (bulu binatang), leather fetishism (seragam dari kulit), panty fetishism (celana dalam), robot fetishism (robot atau mesin), rubber fetishism (bahan dari karet), shoe fetishism (sepatu), smoking fetishism (rokok).
Pada umumnya gangguan seksual ini lebih banyak dialami pria bahkan wanita sangat jarang ditemukan penyimpangan ini. Fetishisme pada umumnya dapat diterima oleh masyarakat selama tidak terjadinya kekerasaan akibat pemaksaan keinginan salah satu pasangan. Pria akan membeli objek-objek yang menjadi fantasinya untuk digunakan oleh pasangannya, wanita kebanyakan tidak keberatan dengan aksesoris tersebut selama tidak membuatnya tersiksa, hal lain juga dianggap sebagai bentuk dari variasi seks.
Voyeurisme
Merupakan sebuah kelainan jiwa, di dunia kedokteran dikenal sebagai istilah skopofilia. Ciri utama voyeurisme adalah adanya dorongan yang tidak terkendali untuk secara diam-diam mengintip atau melihat seseorang yang berlainan jenis atau sejenis tergantung orientasi seksual berbeda yang sedang telanjang, menanggalkan pakaian atau melakukan kegiatan seksual. Dengan cara ini, penderita biasanya memperoleh kepuasan seksual.
Bila penderita adalah seorang pria, wanita yang diintip pada dasarnya tak dikenal. Mengintip menjadi cara eksklusif untuk mendapatkan kepuasan seksual. Anehnya, ia sama sekali tidak menginginkan berhubungan seksual dengan wanita yang diintip. Cuma berharap memperoleh kepuasan orgasme dengan cara onani/masturbasi selama atau sesudah mengintip. Berbeda dengan seseorang yang normal, penderita voyeurisme sudah terpuaskan tanpa harus melakukan sanggama.
Pedofilia
penyimpangan kepribadian seseorang yang memiliki ketertarikan atau hasrat seksual terhadap anak-anak yang belum memasuki masa remaja. Istilah ini seringkali ditujukan kepada orang-orang dewasa yang memiliki kondisi ini. Kadang istilah ini juga digunakan untuk merujuk kepada pelaku pelanggaran seksual terhadap anak-anak. Orang-orang yang mempunyai kondisi ini disebut pedofil.
Gerontofilia
Gerontopilia adalah suatu perilaku penyimpangan seksual dimana sang pelaku jatuh cinta dan mencari kepuasan seksual kepada orang yang sudah berusia lanjut (nenek-nenek atau kakek-kakek). Gerontopilia termasuk dalam salah satu diagnosis gangguan seksual, dari sekian banyak gangguan seksual seperti voyurisme, exhibisionisme, sadisme, masochisme, pedopilia, brestilia, homoseksual, fetisisme, frotteurisme, dan lain sebagainya. Keluhan awalnya adalah merasa impoten bila menghadapi istri/suami sebagai pasangan hidupnya, karena merasa tidak tertarik lagi. Semakin ia didesak oleh pasangannya maka ia semakin tidak berkutik, bahkan menjadi cemas. Gairah seksualnya kepada pasangan yang sebenarnya justru bisa bangkit lagi jika ia telah bertemu dengan idamannya (kakek/nenek).
Bestialitas/Zoophilia
Merupakan bentuk hubungan seksual antara manusia dengan binatang, contohnya manusia dengan kuda, anjing, sapi, kambing, babi, simpanse, maupun makhluk lainnya yang dikategorikan sebagai binatang, baik secara anal, vaginal, maupun oral. Beastilitas lebih sering dilakukan dengan motivasi produksi film porno. Walaupun sebagian kecil manusia memang melakukannya atas dasar nafsu seksual menyimpang dan kecintaan yang berlebihan pada binatang. Sampai hari ini kelegalan beastilitas masih diragukan atau kontroversial karena bertentangan dengan norma agama dan dilarang dalam kitab-kitab agama, beastilitas juga sering dikategorikan sebagai salah satu bentuk penyiksaan hewan oleh sebagian orang.
Nekrofilia
Nekrofilia, juga disebut thanatofilia dan nekrolagnia, adalah perilaku seksual manusia terhadap mayat. Nekrofilia dianggap sebagai parafilia (penyimpangan seksual). Ada 3 tipe penderita nekrofilia. Pertama, necrophilic homicide, penderitanya harus membunuh terlebih dahulu untuk mendapatkan mayat dan memperoleh kepuasan seksual. Kedua, regular necrophilia, si penderita hanya menggunakan mayat yang sudah mati untuk memperoleh kesenangan seksual. Ketiga, necrophilic fantasy, si penderita berfantasi berhubungan seks dengan mayat, tetapi tidak melakukannya.
Teori tentang motif seseorang melakukan penyimpangan seks yang pertama disebabkan ia takut berhubungan dengan normal. Ia takut terjadi penolakan yang otomatis mempengaruhi psikologis dan aktivitas seksualnya. Mayat adalah objek seksual yang dianggap tidak akan dapat melawan atau menolak keinginannya dalam berhubungan seksual.
Sejarah Mesir Kuno ribuan tahun lalu mencatat, para suami yang takut mayat istrinya diperlakukan tak senonoh oleh pembalsem, menyimpan mayat istrinya di rumah sampai benar-benar membusuk. Salah satu yang menjadi legenda hingga kini adalah Raja Herod yang membunuh istrinya, kemudian berhubungan seks dengan mayatnya selama lebih dari 7 tahun. Sementara pada beberapa kebudayaan kuno aktivitas itu dijadikan media berkomunikasi dengan jin. Dalam lintasan sejarah, tercatat Sersan Bertrand dari resimen ke-74 militer Prancis pernah membongkar kuburan beberapa wanita dan berhubungan seks dengan mayat wanita itu. Guido Henckel von Donnersmarck (mati 1916) juga diduga melakukannya dengan mayat istri pertamanya yang ia simpan dalam tangki alkohol raksasa. Ada juga orang bernama Henri Blot yang membongkar kuburan seorang penari balet, Fernande Mery, pada Maret dan Juni 1886 dan berhubungan seks dengan mayat itu.
Frotteurisme
istilah frotteurisme (tidak lagi disebut frottage) merujuk pada penyimpangan seksual yang berupa aktivitas seseorang menggosokkan badan atau memeluk orang lain yang tidak mau. Frotteurisme biasa dilakukan dengan tangan atau alat kelamin dan dapat menyentuh bagian tubuh manapun termasuk alat kelamin. Orang yang melakukan frotteurisme disebut frotteur. Mayoritas frotteur adalah pria dan korbannya adalah perempuan,  meskipun frotteurisme perempuan ke pria, perempuan ke perempuan, pria ke pria juga ada.

Sumber :
Wikipedia-Homoseksualitas diakses tanggal 11 Februari 2011
Wikipedia-Voyeurisme diakses tanggal 11 Februari 2011
Wikipedia.org-Pedofilia diakses tanggal 11 Februari 2011
Wikipedia-Frotteurisme diakses tanggal 11 Februari 2011
Wikipedia-Nekrofilia diakses tanggal 11 Februari 2011
openfun.org-Bestialitas diakses tanggal 11 Februari 2011
pikirdong.org-Eksibisionisme, Januari 2009 diakses tanggal 11 Februari 2011
pikirdong.org-Fetishisme, Januari 2009 diakses tanggal 11 Februari 2011
e-psikologi.com-Gerontopilia diakses tanggal 11 Februari 2011
bdesso.blogspot.com-Sadomasokisme diakses tanggal 11 Februari 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan jejak, jika anda mampir ;p Terima kasih atas kunjungannya - cocoper6